Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal




http://groups.yahoo.com/group/jurnalisme/message/43110

--- In [email protected], "Gede H. Cahyana" <ged...@...> wrote:

Kepada Yth.
Bapak Gubernur Jawa Barat 
Bapak Bupati Cianjur

Dengan hormat.

Sebelum masuk ke maksud surat ini, pada bagian awal dilampirkan
beberapa foto yang diharapkan dapat mewakili kondisi sebenarnya di
daerah yang menjadi wewenang Bapak sebagai pejabat daerah. Sebuah
daerah yang bentang alamnya eksotis dan berpotensi sebagai daerah baru
tujuan wisata, selain memiliki keunggulan komparatif sebagai daerah
yang kaya gula aren, kayu, dan pertanian. Bahkan bibir pantai dengan
garis ombak memutih masih tampak disela-sela kebun cengkeh dari
ketinggian kurang lebih 600 m dpl. 

Di balik kemolekan alam itu perlu ditegaskan bahwa masyarakat di
daerah Selatan Cianjur, biasa disebut Cianjur Kidul, sudah lama
menderita karena tidak ada jalan yang dapat memperlancar arus barang
yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Himbauan ini ditujukan khusus kepada Bupati Cianjur yang diterima dari
warga setempat. Semua warga tanpa kecuali mengeluhkan kondisi jalan
yang sulit dilewati karena hanya berbatu pecah yang sering menyebabkan
ban kendaraan ikut pecah dan sebagian ruas yang lain hanya bertanah
merah yang licin ketika gerimis. Kalau ban kendaraan sudah pecah
sekali alamat akan terjadi pecah ban berkali-kali di sepanjang lebih
kurang 50 km dari Cirendeu menuju Cisaranten, termasuk ruas yang
menuju Sindang Barang. 

Silakan Bapak bayangkan, murid-murid SD setiap hari harus berjalan
kaki selama dua jam ke sekolahnya menyusuri jalan yang licin, rawan
longsor dan berada di pinggir hutan. Sampai di sekolah mereka tidak
langsung belajar tetapi membuka bekal dulu untuk sekadar sarapan nasi
atau lontong dengan ikan asin. Ketika musim hujan seperti sekarang
mereka tidak bisa belajar hingga selesai pada siang hari karena segera
dipulangkan oleh gurunya agar tidak kemalaman atau terjebak di jalan
sepi. Kehujanan di jalan berarti harus berteduh di gubuk-gubuk reyot
di tepi jalan semalaman tanpa lampu teplok, apalagi listrik. Gelap.
Hanya gulita yang menemani serta derat-derit gesekan dahan dan daun
dihembus angin kalau tidak dijemput oleh orang tuanya sebab orang
tuanya pun takut menjemput karena hujan. Guru pun pulang lebih awal
naik motor yang juga berbahaya karena jalannya licin dan tebingnya
rawan longsor. Padahal inilah satu-satunya jalan yang menghubungkan
Cianjur Selatan dengan Kabupaten Bandung (Ciwidey). Tapi kenapa jalan
itu tidak juga diperbaiki? 

Pak Bupati..., lantaran tekanan kebutuhan hidup yang makin berat dari
tahun ke tahun, mayoritas warga setempat (kalau tidak setuju disebut
semua warga) ingin bergabung dengan Kabupaten Bandung. Ini betul-betul
ungkapan hati mereka. Mereka ingin pisah dari Kabupaten Cianjur
lantaran pemerintah setempat tidak mau memperhatikan nasib mereka.
Pemerintah Kabupaten Cianjur merasa tidak memperoleh manfaat ekonomi
dari daerah kidul ini karena gula aren dan beras, juga kayu dan hasil
hutan lainnya dijual ke Bandung lewat Ciwidey. Begini Pak Bupati...,
mereka menjual hasil Bumi ke Bandung lantaran tidak ada jalan akses
yang bagus dan relatif dekat ke Cianjur. Sejak Orde Baru sampai
sekarang, yakni sepuluh tahun masa reformasi, kehidupan mereka belum
juga beranjak dari kesusahan. Satu saja sebabnya, yaitu jalan sebagai
urat nadi perekonomian tidak layak dan tidak dapat memperlancar arus
barang dan jasa dari dan ke luar Cianjur Kidul, baik ke arah Bandung
maupun (apalagi) ke arah Cianjur kota. 

Selain kepada dua pejabat daerah di atas, juga ada himbauan untuk
Bapak Menteri PU dan Menteri Pendidikan Nasional. Pak, cobalah ke
sana, selamilah teriakan hati warga di sana. Berdialoglah dengan guru,
murid, dan warga di sana tanpa di-setting dan tanpa perantara pejabat
daerah di Cianjur yang boleh jadi ada "skenarionya". Janganlah membawa
anggota rombongan yang besar ke sana. Beberapa orang saja sudah cukup
dan Bapak akan mendapatkan fakta, data yang membuat hati Bapak sedih
bukan kepalang, kalau Bapak masih berhati bersih. Mereka adalah
orang-orang kecil yang penurut kalau mendapat perhatian serius dari
pemerintah. Mereka tidak berpolitik yang aneh-aneh dan tak ada nafsu
menjadi pesaing Bapak dalam pemilu. Mereka hanya perlu akses yang
mudah untuk menjual hasil budidaya dan kreativitas hariannya. Mereka
pun tidak banyak tahu soal politik. Mereka awam. Siapa saja atau
partai apa saja yang membantu perbaikan hidup mereka, mereka akan
ikhlas memilih orang yang membuat hidup mereka menjadi lebih baik,
berubah dari kesulitan lantaran ketiadaan prasarana yang memadai. 

Pak Gubernur dan Pak Bupati yang dihormati, tidak banyak yang akan
ditulis di sini, tetapi mudah-mudahan foto-foto di
http://gedehace.blogspot.com ini dapat memberikan gambaran kondisi
faktual. Oleh sebab itu, selain menghimbau Bupati Cianjur juga
mengharapkan Gubernur Jawa Barat turut segera membantu penguatan
ekonomi warga setempat. Apalagi pada awal Januari 2009 yang lalu
diberitakan di koran-koran bahwa ada dana tambahan empat triliun
rupiah untuk prasarana Jawa Barat bagian Selatan. Itu sebabnya, warga
setempat lewat surat terbuka di blog ini menunggu aksi riil pejabat
yang telah dipilih dalam setiap pemilu. 

Untuk Bupati Cianjur dan Gubernur Jawa Barat, dengan hormat diminta
oleh warga setempat agar sudi berkunjung ke kidul itu. Harapan yang
sama juga dialamatkan kepada Menteri PU dan Depdiknas, serta Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono. 

Demikian dan wassalam.*

Gede.
http://gedehace.blogspot.com

Trims buat moderator.












--- End forwarded message ---





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke