Alumni ITB Pertanyakan Pemberian Doktor Kehormatan SBY

30/01/09 22:48



Alumni ITB Pertanyakan Pemberian Doktor Kehormatan SBY





Bandung (ANTARA News) - Sebagian alumni Institut Teknologi Bandung (ITB)

mempertanyakan rencana pemberian gelar doktor honoris causa kepada Jenderal

(Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Senat Guru Besar ITB dalam Dies

Natalis pada 2 Maret 2009 karena tidak ada sumbangan keilmuan yang diberikan

oleh Presiden RI itu.



Mantan mahasiswa dan aktivis ITB, Fadjroel Rahman kepada ANTARA di Bandung,

Jumat menyatakan pemberian gelar menimbulkan cacat politik pada independensi ITB

karena publik akan melihatnya sebagai bentuk dukungan kampus terhadap calon

presiden mendatang.



"Saya menolak sekeras-kerasnya pemberian gelar doktor honoris causa ini. Apa

kaitan SBY dengan keilmuan di ITB sehingga bisa mendapatkan gelar terhormat

itu?" kata Fadjroel.



Ia mengatakan seseorang seharusnya bisa mendapatkan gelar itu karena keilmuannya

namun gelar yang dimiliki SBY sama sekali tidak ada kaitannya dengan seluruh

keilmuan yang ada di ITB.



"Sepertinya ada seseorang atau sekelompok orang yang sengaja mengaitkan jurusan

keilmuan yang ada di ITB dengan SBY sehingga keputusan ini muncul," ujarnya.



Ia menuturkan Ir Sukarno mendapatkan doktor honoris causa dari ITB karena

sumbangan keilmuan teknik sipilnya, terlebih latar belakangnya memang teknik

sipil ITB, sedangkan Hamka memperoleh doktor honoris causas dari Al Azhar Mesir

karena memang ia ilmu agama.



"Kasat mata saja tak ada kaitan keilmuan di ITB dg `ilmunya` SBY dan ini hanya

petualangan politik saja," ujar Fadjroel.



Mantan alumni ITB lainnya, Adamsyah Wahab menyayangkan pemberian gelar doktor

honoris causa kepada Yudhyono dan mensinyalir ada keinginan tertentu dari

sejumlah pejabat ITB.



"Apa ada hubungannya keilmuan yang dimiliki SBY dengan ITB dan jawabannya tentu

saja tidak karena ilmu pemberantasan korupsi tidak ada di kampus kami," katanya.



Adam menangkap ada rumor yang beredar di seputas isu itu yang menyebutkan

pemberian gelar ini dilakukan hanya karena ada keinginan dari petinggi ITB untuk

menjadi menteri jika Yudhoyono terpilih kembali.



"Kami sangat kecewa dengan keputusan ini, terlebih mendekati masa Pemilu 2009

sehingga kentara sekali pemberian ini bernuansa politis," katanya.



Alumni ITB lainnya, Aris Ariyanto mengaku terkejut mendengar kabar itu, "Jika

memang yang menjadi pertimbangan adalah dia menjabat sebagai presiden, prestasi

mana yang membuat menjadi pantas."



"Kalau prestasinya hanya menurunkan harga BBM apakah memang itu yang menjadi

pertimbangan," katanya.



Ketiga alumni ITB dari angkatan yang berbeda tersebut meminta agar Senat Guru

Besar membatalkan keputusan tersebut karena dinilai cacat politik dan cacat

keilmuan bagi nama besar ITB sehingga akan merusak nama baik ITB.



Adamsyah yang duduk di kepengurusan Ikatan Alumni ITB bahkan berencana membuat

petisi menyangkut rencana pemberian gelar doktor honoris causa kepada Yudhoyono

ini. (*)





COPYRIGHT © 2009







http://antara.co.id/arc/2009/1/30/alumni-itb-pertanyakan-pemberian-doktor-kehorm\

atan-sby/

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke