Kalo aku sih disebut chinese, cina, cino, tionghoa sama aja ga ngaruh hahaha gimana yg laen ? Emang sih denger2 ortu2 kita yg senior2 kalo dipanggil cina, mereka marah.. katanya ada sejarahnya dulu kenapa gitu...
Thanks RLF -------Original Message------- From: Sayuti Chow Date: 2/11/2009 2:46:25 PM To: binusnet Subject: [BinusNet] OOT : Sorry kalo ini menyangkut SARA Temen2, Pertama2 mohon maaf kalo ini termasuk SARA walalu secara aku juga "chinese". Bagaimana pendapat teman2 tentang penggunaan kata2 yang tepat utk menunjukkan "chinese" ? Adakah yang tersinggung jika menyebut kata itu tanpa "H" ? Ataukah anda merasa lebih "halus" jika menyebutnya Tionghoa ? Dan mohon maaf kalo ada yang tidak berkenan dg topik ini... berikut adalah potongan email dari milis lain yang menarik perhatiannku sebagai pelengkap atas issue ini.... ------------- Melihat seri iklan Three yg bertema "nelpon ke luar negeri lebih murah" ada satu kejanggalan yang ntah disengaja atau tidak baik oleh copy writter nya maupun clien. 1. Nelpon ke SINGAPURA lebih murah..." 2. Nelpon ke AUSTRALIA lebih murah.." dan lainnya. Namun ketika gong xi fa chai kemaren Three mengeluarkan seri iklan yg terbaru "Nelpon ke CHINA lebih murah.." Hmm terlihat disini seperti ada double standard yg digunakan, kenapa untuk negara2 lain three menggunakan bahasa lokal (indonesia) tapi untuk negara Cina Three memakai China (English)? Kenapa seorang copywritter melakukan hal seperti itu? Apakah di Kamus Besar Bhs Indonesia kata "Cina" sudah dihapus? Apakah sekarang RRC itu kita menulisnya sebagai Republik Rakyat CHINA? Tidak kan?? lalu kenapa terjadi "salah tulis" ini? Untuk itu saya coba buka websitenya three, Aneh bin Ajaib!! ternyata daftar negara2 yg ada disitu SEMUA memakai bahasa indonesia (amerika serikat, korea selatan, jerman, jepang, dll) kecuali Cina ditulis jadi China.. http://www.three.co.id/prepaid/?layer=voip Apa karena sang copywritter malu menulis kata Cina karena takut ada unsur rasisme? Wah kalo menurut saya seh itu terlalu mengada2, tulisan "Cina" itu kan bhs indonesia baku, bung! bukan slengean/prokem. Kalo kita anggap itu rasis berarti pemerintahan kita itu rasis dong... Kegelisahan saya cuma satu, kenapa yg bukan aurat kok mesti kita tutup-tutupi? kenapa yang ga ada kita ada-ada kan? Sebab nanti kalo penyakit ini tambah parah bisa gawat, kedepannya nanti bisa merembet kmana2.. karena kita pengen nulisnya sopan (takut ngina?!) orang jawa ntar kita tulisnya JAVA. "Saya ga ngina lho yah, tapi pasti Pak Budiman itu turunan JAVA." Lha kalo Ambon dan Batak ditulis biar ga rasis jadinya apa yah?? Sayuti Chow --------------------------------- Product Development http://www.xp-pratama.com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
