Maaf, kalau didalam perkataan saya dibawah ada yang menyinggung seseorang, bukan maksud saya melakukan itu. Karena disini kita memang sedang membicarakan masalah yang sedikit membawa ras.
Kalau menurutku pihak three hanya menjaga dampak negatif yang dapat menimbulkan masalah rasis. Itu sebabnya dia menuliskan kata China buka Cina. Kita lihat saja Amerika, penduduk negro atau kulit hitam sangat merasa dilecehkan kalau ada orang kulit putih yang menyebut mereka niger/negro. Karena dengan melakukan itu, berarti orang tersebut membeda2kan ras. Dan kalau kita pikir secara nalar emang hal ini masuk akal. Penyebab utamanya jg karena orang kulit hitam jumlahnya jauh lebih sedikit daripada kulit putih. Dan memang dari dulu hal ini sangat menjadi sensitif. Baru sekarang mereka mulai berubah dan berpikir sangat maju. Tetapi saya rasa beberapa oknum/orang di amerika juga masih ada saja yang mempermasalahkan ras ini. Sama aja kita orang Indonesia keturunan Cina, akan merasa sangat tidak nyaman kalau ada penduduk indonesia yang memanggil kita Cina, Cino, tionghoa, dll. Karena hal ini masih sangat sensitif di indonesia. Dan itu berarti mereka membedakan ras. Begitu juga sebaliknya, saya rasa penduduk indonesia asli jg akan sangat tidak nyaman kalau ada warga keturunan yang menyebut mereka wana, jawa, pribumi, dll. Ini semua terjadi karena memang hal tersebut sangat sensitif di indonesia. Begitu juga orang singapore, tempat pemilik perusahaan three. Warga singapore sangat tidak suka kalau mereka disebut singaporean, karena itu bisa berarti membeda2kan ras. Indonesia pun saya rasa mulai tidak suka jg kalau mereka disebut indonesian atau indon. Karena semua sebab itulah saya rasa pihak three atau copywriter iklan three sengaja menuliskan kata china, bukan cina. Karena hal ini semata2 hanya karena mereka tidak mau ada orang yang merasa tersinggung. Dan karena dengan menulis kata China, semua orang jg telah mengerti maksud mereka. Jd saya rasa hal ini bukan sesuatu yang terlalu perlu di permasalahkan. Always think positive and do positive. And we will be able to enjoy our live. Regards, Patrick ---------------------- Marketing Devision xp-pratama Re: OOT : Sorry kalo ini menyangkut SARA Posted by: "Ronny Leang Foe" [email protected] ronnylf Tue Feb 10, 2009 11:56 pm (PST) Kalo aku sih disebut chinese, cina, cino, tionghoa sama aja ga ngaruh hahaha gimana yg laen ? Emang sih denger2 ortu2 kita yg senior2 kalo dipanggil cina, mereka marah.. katanya ada sejarahnya dulu kenapa gitu... Thanks RLF -------Original Message----- -- From: Sayuti Chow Date: 2/11/2009 2:46:25 PM To: binusnet Subject: [BinusNet] OOT : Sorry kalo ini menyangkut SARA Temen2, Pertama2 mohon maaf kalo ini termasuk SARA walalu secara aku juga "chinese". Bagaimana pendapat teman2 tentang penggunaan kata2 yang tepat utk menunjukkan "chinese" ? Adakah yang tersinggung jika menyebut kata itu tanpa "H" ? Ataukah anda merasa lebih "halus" jika menyebutnya Tionghoa ? Dan mohon maaf kalo ada yang tidak berkenan dg topik ini... berikut adalah potongan email dari milis lain yang menarik perhatiannku sebagai pelengkap atas issue ini.... ------------ - Melihat seri iklan Three yg bertema "nelpon ke luar negeri lebih murah" ada satu kejanggalan yang ntah disengaja atau tidak baik oleh copy writter nya maupun clien. 1. Nelpon ke SINGAPURA lebih murah..." 2. Nelpon ke AUSTRALIA lebih murah.." dan lainnya. Namun ketika gong xi fa chai kemaren Three mengeluarkan seri iklan yg terbaru "Nelpon ke CHINA lebih murah.." Hmm terlihat disini seperti ada double standard yg digunakan, kenapa untuk negara2 lain three menggunakan bahasa lokal (indonesia) tapi untuk negara Cina Three memakai China (English)? Kenapa seorang copywritter melakukan hal seperti itu? Apakah di Kamus Besar Bhs Indonesia kata "Cina" sudah dihapus? Apakah sekarang RRC itu kita menulisnya sebagai Republik Rakyat CHINA? Tidak kan?? lalu kenapa terjadi "salah tulis" ini? Untuk itu saya coba buka websitenya three, Aneh bin Ajaib!! ternyata daftar negara2 yg ada disitu SEMUA memakai bahasa indonesia (amerika serikat, korea selatan, jerman, jepang, dll) kecuali Cina ditulis jadi China.. http://www.three. co.id/prepaid/ ?layer=voip Apa karena sang copywritter malu menulis kata Cina karena takut ada unsur rasisme? Wah kalo menurut saya seh itu terlalu mengada2, tulisan "Cina" itu kan bhs indonesia baku, bung! bukan slengean/prokem. Kalo kita anggap itu rasis berarti pemerintahan kita itu rasis dong... Kegelisahan saya cuma satu, kenapa yg bukan aurat kok mesti kita tutup-tutupi? kenapa yang ga ada kita ada-ada kan? Sebab nanti kalo penyakit ini tambah parah bisa gawat, kedepannya nanti bisa merembet kmana2.. karena kita pengen nulisnya sopan (takut ngina?!) orang jawa ntar kita tulisnya JAVA. "Saya ga ngina lho yah, tapi pasti Pak Budiman itu turunan JAVA." Lha kalo Ambon dan Batak ditulis biar ga rasis jadinya apa yah?? Sayuti Chow ------------ --------- --------- --- Product Development http://www.xp- pratama.com [Non-text portions of this message have been removed]
