Iya lah bener, mau dipanggil apa juga, chinese, cina, china, cino, cokin,
tenglang, whatever ga mempengaruhi who we are...

Saya jadi inget pernah ada perumpamaan ada uang seratus ribu, jatuh ke tanah
 keinjek2 orang, kena lumpur, kotor, bau, dibejek2, tapi kalo dibelanjain
tetap laku kan hahahah soalnya biar diapain keq nilainya tetap sama tidak
berkurang, seratus ribu :)

Thanks
RLF

-------Original Message-------
 
From: Patrick Darmawan
Date: 2/12/2009 11:28:33 AM
To: Binusnet Milis
Subject: [BinusNet] Re: OOT : Sorry kalo ini menyangkut SARA
 
Maaf, kalau didalam perkataan saya dibawah ada yang menyinggung seseorang,
bukan maksud saya melakukan itu. Karena disini kita memang sedang
membicarakan masalah yang sedikit membawa ras.

Kalau menurutku pihak three hanya menjaga dampak negatif yang dapat
menimbulkan masalah rasis.
Itu sebabnya dia menuliskan kata China buka Cina.

Kita lihat saja Amerika, penduduk negro atau kulit hitam sangat merasa
dilecehkan kalau ada orang kulit putih yang menyebut mereka niger/negro.
Karena dengan melakukan itu, berarti orang tersebut membeda2kan ras. Dan
kalau kita pikir secara nalar emang hal ini masuk akal. Penyebab utamanya jg
karena orang kulit hitam jumlahnya jauh lebih sedikit daripada kulit putih.
Dan memang dari dulu hal ini sangat menjadi sensitif. Baru sekarang mereka
mulai berubah dan berpikir sangat maju. Tetapi saya rasa beberapa
oknum/orang di amerika juga masih ada saja yang mempermasalahkan ras ini.

Sama aja kita orang Indonesia keturunan Cina, akan merasa sangat tidak
nyaman kalau ada penduduk indonesia yang memanggil kita Cina, Cino, tionghoa
 dll. Karena hal ini masih sangat sensitif di indonesia. Dan itu berarti
mereka membedakan ras. Begitu juga sebaliknya, saya rasa penduduk indonesia
asli jg akan sangat tidak nyaman kalau ada warga keturunan yang menyebut
mereka wana, jawa, pribumi, dll.
Ini semua terjadi karena memang hal tersebut sangat sensitif di indonesia.

Begitu juga orang singapore, tempat pemilik perusahaan three. Warga
singapore sangat tidak suka kalau mereka disebut singaporean, karena itu
bisa berarti membeda2kan ras. Indonesia pun saya rasa mulai tidak suka jg
kalau mereka disebut indonesian atau indon.

Karena semua sebab itulah saya rasa pihak three atau copywriter iklan three
sengaja menuliskan kata china, bukan cina. Karena hal ini semata2 hanya
karena mereka tidak mau ada orang yang merasa tersinggung. Dan karena dengan
menulis kata China, semua orang jg telah mengerti maksud mereka.

Jd saya rasa hal ini bukan sesuatu yang terlalu perlu di permasalahkan.

Always think positive and do positive. And we will be able to enjoy our live


Regards,

Patrick
----------------------
Marketing Devision
xp-pratama

Re: OOT : Sorry kalo ini menyangkut SARA 
Posted by: "Ronny Leang Foe" [email protected] ronnylf 
Tue Feb 10, 2009 11:56 pm (PST) 
Kalo aku sih disebut chinese, cina, cino, tionghoa sama aja ga ngaruh hahaha
gimana yg laen ? 
Emang sih denger2 ortu2 kita yg senior2 kalo dipanggil cina, mereka marah..
katanya ada sejarahnya dulu kenapa gitu... 

Thanks 
RLF 

-------Original Message----- -- 

From: Sayuti Chow 
Date: 2/11/2009 2:46:25 PM 
To: binusnet 
Subject: [BinusNet] OOT : Sorry kalo ini menyangkut SARA 

Temen2, 

Pertama2 mohon maaf kalo ini termasuk SARA walalu secara aku juga 
"chinese". 
Bagaimana pendapat teman2 tentang penggunaan kata2 yang tepat utk 
menunjukkan "chinese" ? 
Adakah yang tersinggung jika menyebut kata itu tanpa "H" ? 
Ataukah anda merasa lebih "halus" jika menyebutnya Tionghoa ? 

Dan mohon maaf kalo ada yang tidak berkenan dg topik ini... 

berikut adalah potongan email dari milis lain yang menarik perhatiannku 
sebagai pelengkap atas issue ini.... 
------------ - 
Melihat seri iklan Three yg bertema "nelpon ke luar negeri lebih murah" 
ada satu kejanggalan yang ntah disengaja atau tidak baik oleh copy 
writter nya maupun clien. 

1. Nelpon ke SINGAPURA lebih murah..." 
2. Nelpon ke AUSTRALIA lebih murah.." 
dan lainnya. 

Namun ketika gong xi fa chai kemaren Three mengeluarkan seri iklan yg 
terbaru 
"Nelpon ke CHINA lebih murah.." 

Hmm terlihat disini seperti ada double standard yg digunakan, kenapa 
untuk negara2 lain three menggunakan bahasa lokal (indonesia) tapi 
untuk negara Cina Three memakai China (English)? Kenapa seorang 
copywritter melakukan hal seperti itu? Apakah di Kamus Besar Bhs 
Indonesia kata "Cina" sudah dihapus? Apakah sekarang RRC itu kita 
menulisnya sebagai Republik Rakyat CHINA? Tidak kan?? lalu kenapa 
terjadi "salah tulis" ini? 
Untuk itu saya coba buka websitenya three, Aneh bin Ajaib!! ternyata 
daftar negara2 yg ada disitu SEMUA memakai bahasa indonesia (amerika 
serikat, korea selatan, jerman, jepang, dll) kecuali Cina ditulis jadi 
China.. 

http://www.three. co.id/prepaid/ ?layer=voip 

Apa karena sang copywritter malu menulis kata Cina karena takut ada 
unsur rasisme? Wah kalo menurut saya seh itu terlalu mengada2, tulisan 
"Cina" itu kan bhs indonesia baku, bung! bukan slengean/prokem. 
Kalo kita anggap itu rasis berarti pemerintahan kita itu rasis dong... 

Kegelisahan saya cuma satu, kenapa yg bukan aurat kok mesti kita 
tutup-tutupi? kenapa yang ga ada kita ada-ada kan? 
Sebab nanti kalo penyakit ini tambah parah bisa gawat, kedepannya nanti 
bisa merembet kmana2.. karena kita pengen nulisnya sopan (takut ngina?!) 
orang jawa ntar kita tulisnya JAVA. "Saya ga ngina lho yah, tapi pasti 
Pak Budiman itu turunan JAVA." 

Lha kalo Ambon dan Batak ditulis biar ga rasis jadinya apa yah?? 

Sayuti Chow 
------------ --------- --------- --- 
Product Development 
http://www.xp- pratama.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke