PR (atau local residency) biasanya mendapat perlakuan khusus, dan biayanya
lebih murah. Ini bisa didapat kalau pelajar sudah tinggal sekitar 1 tahun di
situ. Mungkin 1 tahun pertama mahal, tapi tahun berikutnya lebih murah.

Dan kalau memang niat, biasanya bisa mendapat scholarship. Scholarship ini
lebih mudah dapatnya kalau sudah jadi student di sana. Apply scholarship
sebelum
menjadi student bisa, tapi biasanya harus exceptional, karena tingkat
kompetisinya
juga jauh lebih tinggi.

Hal ini berlaku di banyak kampus di US. Mungkin Lego bisa menjelaskan lebih
lanjut tentang ini.

Good luck.


KOkon.

2009/10/5 Masabi Masabi <[email protected]>

>
>
> Waduh mahal sekali biaya studi ke luar negeri.. 66 jt (+- 7000 US$)..
> Belum lagi ada biaya praktikum, beli buku, seminar, dsbnya..
>
> Dengan asumsi itu sudah lulus S1 dari Binus..
> Kalo Visa study belum tentu boleh kerja full time..
> Dan apply Study sekarnag, tahun ajaran mendatang start study..
> Musti lulus TOEFL ato IELTS dengan nilai minimal.. dstnya.. dan sambil
> nunggu diapprove visa studynya pasti disuruh upgrade TOEFL ato IELTS.. atau
> any languages..
>
> Biasanya kalo kuliah di luar dengan status international student seperti
> itu emang biayanya mahal..
>
> Tapi kalo statusnya Green Card biasanya biaya kuliah jauh lebih murah.. dan
> bisa sambil kerja juga.. Mungkin dengan biaya yang sama udah bisa apply
> Green Card plus biaya hidup selama 6 bulan.. Dan dalam waktu 6 bulan bisa
> cari kerja (dan kuliah lagi kalo mau).. :D
>
> Kira kira begitu ngak ? Gimana perbandingan biayanya dengan Binusian di
> luar negeri yang status Green Card ato Permanent Redidence ato Citizen (di
> SG ato di Amrik) dibanding dengan kuliah status international student ?
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke