http://groups.yahoo.com/group/insistnet/message/19506

Anwar Djaelani <anwar_...@...>anwar_...@... 
 Send Email 


Bagi yang belum menjadikan buku sebagai kebutuhan dan sahabat
dekat, maka hasil penelitian berikut ini
sangat menarik. Bahwa, hanya dengan (minimal) 20 buku, kita akan jauh lebih
maju (antara lain berpendidikan lebih baik). Info lebih jauh, silakan klik
http://health.detik.com/read/2010/05/25/094524/1363481/764/minat-belajar-anak-be\
sar-jika-di-rumah-ada-20-buku-bacaan?l991101755.


Selasa, 25/05/2010 09:45 WIB
Minat Belajar Anak Besar Jika di Rumah Ada 20 Buku BacaanAN Uyung Pramudiarja - 
detikHealth


Ilustrasi (foto: getty images)Nevada, Tidak peduli latar belakang pendidikan 
orang tua, pekerjaan maupun kelas sosial, pengaruh buku bacaan terhadap minat 
belajar ternyata cukup besar. Tak perlu banyak-banyak, sebuah penelitian 
membuktikan bahwa 20 buku sudah bisa memberikan efek tersebut.

Dikutip dari Telegraph, Selasa (25/5/2010), penelitian yang dilakukan di Nevada 
University ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca di sekolah. Guru 
cenderung mengabaikan pentingnya baca buku, dan beralih ke Lembar Kerja Siswa 
(LKS) demi mengejar target lulus ujian.

Michael Rosen, seorang mantan penulis buku untuk anak prihatin melihat hal itu. 
Menurutnya banyak anak yang menjalani pendidikan formal selama sekian tahun, 
tanpa pernah membaca buku meski hanya untuk satu jilid novel.

Padahal efek dari membaca terhadap minat belajar cukup signifikan. Penelitian 
membuktikan, anak yang sejak kecil banyak membaca cenderung untuk melanjutkan 
pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Research in Social Stratification and 
Mobility tersebut telah membuktikan hal itu. Tidak bisa dianggap remeh, sebab 
penelitian tersebut melibatkan tak kurang dari 70.000 orang dari 27 negara.

Terungkap dalam penelitian itu, koleksi sebanyak 500 judul buku dapat 
memperpanjang waktu yang dihabiskan seorang anak untuk menempuh pendidikan. 
Rata-rata anak tersebut menempuh pendidikan 3 tahun lebih lama
dibandingkan yang kurang banyak membaca.

Di beberapa negara seperti China, efeknya terhadap minat studi lebih panjang 
yakni hingga 6 tahun. Sementara di Amerika Serikat hanya 2 tahun lebih lama.

Artinya, anak tersebut tidak berhenti pada jenjang pendidikan tertentu 
melainkan meneruskan ke jenjang berikutnya. Ini tidak dialami oleh anak yang 
tidak atau kurang banyak membaca.

Dan hasil penelitian tersebut menegaskan, faktor yang mempengaruhi bukan 
tingkat pendidikan orang tua maupun pekerjaannya. Buku jauh lebih memberikan 
pengaruh terhadap kecenderungan untuk lebih lama bersekolah.

Bahkan tidak harus 500 buku, cukup dengan 20 buku saja anak sudah termotivasi 
untuk belajar lebih lama. Studi pendahuluan yang menyertai penelitian itu juga 
mengungkap, buku sejarah dan ilmu pengetahuan memberikan efek lebih besar 
dibandingkan jenis buku yang lain.


(up/ir)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke