Pelajaran yg bagus dari negeri Skura. TOP!

Memang berdasarkan atas kaca mata kita, banyak contoh yg di Indonesia 
kotrakdiktif thd contoh dari Jepang tsb, akan tetapi bukan berarti tidak ada 
contoh serupa di Indonesia, meskipun tdk dalam wujud yg sama.

Cukuplah itu jadi pelajaran bagi kita sendiri, syukur-syukur bagi yg lain tanpa 
harus melakukan generalisasi 'kejelekan' thd (seluruh) Indonesia. Dg menuding 
Indonesia, apapun itu kondisinya, berarti tudingan itupun untuk kita sendiri 
(jika nyatanya kita bagian dari Indonesia).

Peace...
Mari kita banyak belajar, bukan banyak menghujat diri sendiri.
Two thumb up for the original posting. 

--- On Tue, 6/15/10, Beni <[email protected]> wrote:

From: Beni <[email protected]>
Subject: Re: [BinusNet] Fw: Kejujuran orang Jepang
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 15, 2010, 9:05 PM







 



  


    
      
      
      fyi, Di Jakarta aja,

kalau d'cost lagi promosi, bayar sesuka hatimu,

pernah lihat orang makan berempat bayarnya hanya 5 ribu Rp. saja.

Kalau ada orang Indonesia makan di resto Amerika tsb, makan rame² terus bayar 1 
dollar kalie ....



no offense, just info ...

  ----- Original Message ----- 

  From: Indra Dharmajaya 

  To: [email protected] 

  Sent: Wednesday, June 16, 2010 9:26 AM

  Subject: Re: [BinusNet] Fw: Kejujuran orang Jepang



Waduh , ada liputannya ngak? Jadi penasaran gimana cara mereka survive ya?



________________________________

  From: Eko Prasetya <[email protected]>

  To: [email protected]

  Sent: Wed, June 16, 2010 9:07:17 AM

  Subject: Re: [BinusNet] Fw: Kejujuran orang Jepang



Di US sudah ada beberapa restoran/cafe yang pay as you like.

  Jadi menu-nya tidak ada harga, terserah customer mau bayar berapa.



KOkon.



2010/6/15 Indra Dharmajaya <[email protected]>



>

  >

  > Bener gak sih?

  >

  > KEJUJURAN ORANG-ORANG JEPANG, BISAKAH

  > KITA MENIRU NYA ??? MIMPI KALI YE !!! ????

  > *************************************************************************

  > Pasar tradisional di

  > Japan

  >

  > Sebenarnya sih......

  > ini bukan pasar, karena penjual di sana

  > adalah para petani yang membuka lapak sendiri-sendiri untuk menjual hasil

  > kebunnya yang tersisa (kebanyakan stock). Kalau dilihat, tidak ada bedanya

  > dengan pasar yang ada di Indonesia ,

  > kecuali satu perbedaannya; yaitu tidak ada orang yang menjaga untuk lapak

  > tersebut.

  >

  > Jadi bagaimana

  > transaksinya? Mudah koq, mereka (si penjual) telah mencantumkan harga di

  > setiap

  > barang dagangannya. Apabila ada pembeli yang datang untuk membelinya, si

  > pembeli cukup masukkan uang seharga barang yang dibeli ke tempat yang telah

  > disediakan. Percaya atau tidak, boleh dibilang hampir tidak ada satupun

  > petani yang

  > rugi, karena berdagang dengan cara seperti ini. Atau dengan kata lain,

  > semua

  > pembeli selalu membayar uang sesuai apa yang mereka ambil.

  >

  > Nah....., ini dia. Sebenarnya yang ingin kita bahas, yaitu KEJUJURAN yang

  > menurut

  > kami saat ini semakin langka di dunia, terutama di Indonesia . Kita sempat

  > membaca

  > berita di koran atau melihat di TV, bahwa ada sekolah menengah di Indonesia

  > yang mendirikan "kantin kejujuran" dan hanya dalam waktu hitungan

  > minggu, kantin tersebut bangkrut, karena ternyata banyak siswa/i yang tidak

  > membayar sehabis makan. Padahal di lain sisi, kantin itu berada di salah

  > satu

  > sekolah favorit di daerahnya, yang berarti pasti sebagian besar siswa/i di

  > sana dari golongan cukup

  > mampu.

  >

  > Mohon maaf, kalau

  > kita tidak sependapat dengan anggapan, bahwa "orang yang tidak jujur itu

  > pasti identik dengan orang miskin, karena mereka tidak punya uang, makanya

  > mereka berbuat tidak jujur". Menurut kami, KEJUJURAN bukanlah sesuatu

  > yang bisa diukur dari banyaknya materi maupun tingkat pendidikan, tetapi

  > lebih

  > ke moral dan rasa

  > malu yang bisa ditanamkan oleh orangtua maupun lingkungan di

  > sekitarnya.

  >

  > Dalam hal ini, kita tidak harus selalu mencontoh teknologi yang berasal

  > dari Jepang

  > saja, tetapi tidak ada salahnya kita juga mencontoh moral dan rasa malu

  > yang

  > mereka miliki. Benar, tidak semua orang Jepang di sana jujur, tetapi

  > setidaknya kalau bicara

  > persentase, tentu jauh lebih baik dari negara kita. Setuju kan .....???

  >

  > ALANGKAH BAHAGIA DAN MAJUNYA NEGARA KITA – INDONESIA TERCINTA

  > BILA ORANG2NYA BISA BERBUAT DAN MENIRU SEPERTI WATAK DAN SIFAT

  > KEJUJURAN ORANG2 JEPANG SEPERTI DALAM ULASAN DIATAS TERSEBUT.

  >



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------



"We cannot all do great things.But we can do small things 

  with great love." - Mother Teresa

  ---------------------------------------------------------



BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan

  Moderator BinusNet : Suryadiputra Liawatimena & Surya Iskandar



Stop or Unsubscribe: send blank email to [email protected]

  Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected]



Yahoo! Groups Links



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke