Justru saya cenderung setuju dengan pernyataan sebelumnya. Kenapa kita harus memberikan gaji kita sebelumnya? Apakah gaji kita ditentukan oleh gaji kita sebelumnya? Bukankah gaji kita ditentukan dari kemampuan kita (plus hasil interview tentunya) ?
Saya tidak tahu standar posisi yang tidak rendah itu seperti apa, tapi saya sudah pernah berbicara dengan puluhan head hunter, dan tidak ada satupun yang mengharuskan saya menjawab soal gaji. Ada sih yang pernah bertanya, tapi saya jawab, "Well, I prefer not to answer that question. It has nothing to do with what I do.". KOkon. 2010/6/16 budiyanto <[email protected]> > > > Ada kalimat di bawah yang menggelitik buat saya, > > "sharing ke kawan saya, senior HRD manager, beliau bilang kalau perush yang > > meminta Bukti potong berarti si perush tersebut sama sekali tidak > mengetahui "pasar" gaji & si HR nya belum PD/capable." > > Kalau saya tahu HRD manager itu berada di perusahaan apa, perusahaan > tersebut adalah persusahaan terakhir yang saya masuki. Bukannya memberi > pencerahan, tapi malah kasih komentar ngga mutu. > > CMIIW, semua perusahaan akan mencoba menekan opex mereka. Standar ada > karena mencari perbandingan dari perusahaan sejenis dengan pekerjaan > sejenis, apple to apple. > > Seorang business analyst di Bank, beda gajinya dengan seorang business > analyst di perusahaan konsultasi. Seorang business analyst di perusahaan > konsultasi lokal beda gajinya dengan seorang business analyst di IBM. Dalam > hal ini, pengalaman mereka sama. > > Minta copy slip gaji terakhir sudah lumrah di sini untuk posisi yang tidak > rendah. Seorang sales di perusahaan besar, ketika akan dibajak oleh > perusahaan lain, oleh head hunternya akan diminta copy slip gaji terakhir > serta copy penghasilan dari insentif jika ada. Ini sudah dialami beberapa > kali oleh teman saya yang didekati oleh head hunter dan akhirnya pindah ke > perusahaan lain. > > Saya pun dulu, sekitar 5 tahun yang lalu sudah mengalami diminta copy gaji > terakhir saya. Kebetulan HRD di perusahaan lama kenal baik dengan saya, dia > sempat konfirmasi dengan saya, bahwa perusahaan X cross check pekerjaan dan > posisi saya sekarang di situ. Dia menanyakan, apakah saya dalam proses > negosiasi, saya jawab, iya. > > Salam, > Budi > [Non-text portions of this message have been removed]
