Beberapa tahun yang lalu outsourcing memang gencar sekali dilakukan di perusahaan-perusahaan di sini. Sekarang sepertinya sudah mulai berkurang. Sepertinya mereka sudah mulai belajar pada kenyataan bahwa outsourcing tidak semudah yang diperkirakan.
Banyak perusahaan gagal menerapkan outsourcing, karena konsentrasi mereka hanya cost. Kebetulan saya pernah mengalami outsourcing project yang berhasil dan gagal. Outsourcing yang gagal biasanya karena expectation yang tidak masuk akal, dan kurangnya management. Banyak manager yang mengasumsikan bahwa "manufacturing == engineering". The more people you put, the better the product will be. Classic mythical man month. Salah satu successful outsourcing project yang saya pernah alami, waktu kita outsourcing project ke beberapa expert engineer di Eropa. Project selesai on time, dan within budget. Sekarang ini outsourcing juga semakin sulit dilakukan, karena biaya yang dikeluarkan juga ternyata tidak sedikit. Mulai dari management, complexity, dan biaya engineer di negara berkembang tadi juga sudah mulai mahal. Vietnam sepertinya sudah mulai banyak menarik banyak project di sini. Indonesia masih belum terdengar. KOkon. 2010/7/13 Johan <[email protected]> > > > Dear Eko, > > Bagaimana pendapat Anda dengan outsource IT job yang saya dengar dari rekan > > di amrik, > bahwa semakin banyak job it yg di outsource (khusus nya programming) ke > India dengan rate yang rendah, > dan ini membuat banyak persh it di us yang tutup. > Begitu dengan lahir nya odesk yang membuat outsource ini semakin mudah > dilakukan. > > Johan > [Non-text portions of this message have been removed]
