http://groups.yahoo.com/group/Dana_Abadi/message/1813
FW: beratnya kerja di jepang

NB:Kerja..kerja..kerja terus…Sampai lupa mati, lupa akherat, lupa siksa kubur, 
siksa neraka…Katanya negara maju… ----- Pesan Diteruskan ----Dari: Alfia E. 
Dewi <alfia_d...@...>Terkirim: Sen, 23 Agustus, 2010 14:13:05Judul: FW: 
beratnya kerja di jepang Mungkin beberapa dari kita ingin hidup dan bekerja di 
Jepang. Bayangkan koleksi anime dan JAV yang bisa didapat dengan mudah, 
makanan2 yang eksotis, dan wanita-wanitanya yang baik hati Namun bukan hal-hal 
tersebut yang saya akan bahas namun kehidupan mayoritas karyawan di Jepang yang 
biasa disebut Salaryman. Quote:Setiap tahun terdapat jutaan mahasiswa yang 
bersorak gembira ketika mereka dinyatakan lulus dari universitas. Mereka senang 
karena jerih payah orang tua tidak sia-sia setelah mereka di wisuda mengenakan 
toga. Sayang sekali... mereka tidak sadar kalau mereka baru saja keluar dari 
"kandang anak kucing" dan masuk ke hutan belantara yang dipenuhi oleh singa, 
ular berbisa, mawar beracun, dan
 banyak lagi yang aneh-aneh. (Baru lulus nih, ga sia2 belajar keras) Menurut 
survey di Tokyo, orang-orang yang baru lulus kuliah cenderung mengalami tingkat 
stress yang lebih tinggi jika dibandingkan ketika mereka sedang menghadapi 
ujian terakhir di kampus. Kenapa mereka lebih stress? Karena mereka tidak bisa 
mendapatkan pekerjaan! Makin hari makin banyak darah segar yang bersaing ketat 
untuk mendapatkan pekerjaan. Dan ketika saingan semakin banyak, banyak pula 
yang rela di gaji rendah, kerja semakin larut, dan tingkat kesehatan yang 
semakin menurun.  Nah disinilah kenyataan bersikap kejam Quote:Inilah dunia 
kerja Jepang yang sesungguhnya. "Setiap hari saya hidup dengan kegelisahan yang 
mengerikan," kata Ikezaki, seorang karyawan kontrak yang saat ini kerja dengan 
gaji ¥75.000/bulan (atau sekitar 7 juta rupiah per bulan). "Ketika saya 
berpikir tentang masa depan saya, saya jadi tidak bisa tidur di malam 
hari." Berdasarkan data dari pemerintah
 Jepang, terdapat lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan penghasilan kurang 
dari standard normalnya Jepang yaitu ¥1.600.000/tahun (atau sekitar 155 juta 
rupiah per tahun). Mungkin ini semua adalah akibat dari perusahaan-perusahaan 
Jepang yang lebih mementingkan keuntungan perusahaan dan memanfaatkan keluguan 
para pekerja baru (yang jelas-jelas tidak punya pilihan lain)  Terciptalah 
salaryman. Orang-orang yang hidup dengan gaji rendah, kerja setengah mati, 
tanpa uang lembur, dan tanpa kepastian peningkatan karir meskipun mereka telah 
bekerja puluhan tahun. Makanya jangan heran ketika kamu melihat banyak karyawan 
Jepang yang tertidur pulas di kereta ketika mereka menuju pulang ke rumah. 
Mereka terlalu lelah Kata salaryman sendiri diambil dari bahasa Inggris, yaitu 
salary (gaji) dan man (orang), jadi salaryman artinya adalah orang yang 
hidupnya 100% tergantung dari gaji. Mereka kalo sampai dipecat rasanya dunia 
kiamat. Kalo di Indonesia, ini sama
 dengan bangsawan = bangsa karyawan. Saking stressnya, tercipta satu kata baru 
yang terkenal di dunia pekerja Jepang untuk menggambarkan betapa kerasnya kerja 
di Jepang, yaitu karoshi. Apa itu karoshi?  simak dibawah juga.. Quote:Karoshi 
artinya "mati di kerja" atau kematian karena stress pekerjaan. Halusnya berarti 
"meninggal karena setia dan mengabdi kepada perusahaan". Kematiannya bisa 
karena kecelakaan di tempat kerja, kematian karena terlalu lelah (kesehatannya 
menurun jauh), ataupun karena bunuh diri karena stress kerja. Saking seriusnya 
masalah ini, pemerintah Jepang telah mencoba berbagai cara untuk mengatasinya. 
Mulai dari menyediakan nomor telepon darurat untuk menerima keluh-kesah para 
salaryman, buku petunjuk untuk mengurangi stress, sampai mensahkan 
undang-undang yang memberikan sejumlah uang (asuransi) ke para janda dan 
anak-anak yang ditinggal mati karena karoshi. Menurut data pemerintah, dari 
2.207 kasus bunuh diri pada tahun 2007,
 672-nya adalah karena pekerjaannya terlalu banyak. Kasus karoshi yang terkenal 
adalah kasus kematian Kenichi Uchino pada tahun 2002, seorang manager 
quality-control berusia 30 tahun yang bekerja di perusahaan otomotif terbesar 
di dunia, Toyota . Kenichi dikabarkan bekerja lembur selama 80 jam setiap bulan 
selama 6 bulan lamanya tanpa dikasih uang lembur atau bonus tambahan apapun. 
Dia akhirnya jatuh pingsan di tempat kerjanya dan dilarikan ke rumah sakit, 
yang kemudian membawanya ke akhirat. McDonald's Jepang pun terkena masalah ini. 
Salah seorang manager restorannya jatuh sakit dan meninggal karena bekerja 
lembur tanpa bayaran apapun. Mau gak mau, karena tekanan publik, Toyota dan 
McDonald's akhirnya memutuskan akan memberikan uang lembur bagi yang ingin 
bekerja lembur dan menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih baik. Para 
salaryman ini sebenarnya niatnya baik, yaitu ingin memajukan perusahaannya. 
Ditambah lagi dengan kebudayaan Jepang yang
 selalu menekankan disiplin tinggi, mereka berpikiran bahwa dengan bekerja 
lebih lama dan lebih keras daripada karyawan lain dan tanpa meminta bayaran 
apapun, boss mereka bisa memberikan posisi yang lebih baik. Tapi kenyataan, 
TIDAK!!.. Dan jadwal seorang salaryman bisa disimak sebagai berikut Quote:06:30 
= bangun dari tempat tidur07:30 = berangkat ke kantor (jalan kaki / naik sepeda 
/ subway)08:50 = harus tiba di kantor09:00 = meeting pagi dengan 
supervisor09:10 = mulai kerja12:00 = makan siang (bento / kantin / restoran 
terdekat)13:00 = mulai kerja lagi17:00 = lembur dimulai (biasanya tanpa uang 
lembur)20:30 = pesta nomikai (kalau ada)21:30 = pulang ke rumah (jalan kaki / 
naik sepeda / subway)22:30 = sampe rumah, nonton TV, baca koran23:00 = 
tidur  Ulangi terus dari Senin-Jumat. Sabtu biasanya pulang lebih awal (kalau 
ada lembur, kerja seperti biasa).Minggu libur (kalau ada lembur, kerja seperti 
biasa).  Peraturan di kantor: #1. Kalau atasan
 bilang bumi berbentuk kotak, maka bumi bentuknya kotak.#2. Kalau dia berubah 
pikiran, maka bumi juga bentuknya berubah.#3. Lupakan apa kata pelanggan. Boss 
adalah raja.#4. Karyawan baru? Boss adalah Tuhan.#5. Membungkuk. Membungkuk. 
Membungkuk.  sumber:Jepang.net


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke