Work smart kali bukan work hard hehe...  

Regards,
Vincent Kwandou
                                                                                
                                  
Monsanto vegetable division
_______________________________________________________________
151 Lorong Chuan #06-08 New Tech Park (H Lobby), Singapore 556741
+65-64885540 (Office) | +65-98161729 (cell) | +65-64885499 (Fax)


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Eko Prasetya
Sent: Monday, August 30, 2010 12:42 PM
To: [email protected]
Cc: Blue Jackets; Rumah Ilmu Indonesia; Mualaf Indonesia; SMA 1 Bekasi; 
Muhammadiyah Society
Subject: Re: [BinusNet] FW: beratnya kerja di jepang

Namanya kerja di negeri orang memang berat. Musti kerja lebih keras
dibanding
orang-orang lokal untuk bisa survive.



KOkon.

2010/8/29 Nugroho Laison <[email protected]>

>
>
> http://groups.yahoo.com/group/Dana_Abadi/message/1813
> FW: beratnya kerja di jepang
>
> NB:Kerja..kerja..kerja terus...Sampai lupa mati, lupa akherat, lupa siksa
> kubur, siksa neraka...Katanya negara maju... ----- Pesan Diteruskan ----Dari:
> Alfia E. Dewi <alfia_d...@...>Terkirim: Sen, 23 Agustus, 2010
> 14:13:05Judul: FW: beratnya kerja di jepang Mungkin beberapa dari kita ingin
> hidup dan bekerja di Jepang. Bayangkan koleksi anime dan JAV yang bisa
> didapat dengan mudah, makanan2 yang eksotis, dan wanita-wanitanya yang baik
> hati Namun bukan hal-hal tersebut yang saya akan bahas namun kehidupan
> mayoritas karyawan di Jepang yang biasa disebut Salaryman. Quote:Setiap
> tahun terdapat jutaan mahasiswa yang bersorak gembira ketika mereka
> dinyatakan lulus dari universitas. Mereka senang karena jerih payah orang
> tua tidak sia-sia setelah mereka di wisuda mengenakan toga. Sayang sekali...
> mereka tidak sadar kalau mereka baru saja keluar dari "kandang anak kucing"
> dan masuk ke hutan belantara yang dipenuhi oleh singa, ular berbisa, mawar
> beracun, dan
> banyak lagi yang aneh-aneh. (Baru lulus nih, ga sia2 belajar keras) Menurut
> survey di Tokyo, orang-orang yang baru lulus kuliah cenderung mengalami
> tingkat stress yang lebih tinggi jika dibandingkan ketika mereka sedang
> menghadapi ujian terakhir di kampus. Kenapa mereka lebih stress? Karena
> mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan! Makin hari makin banyak darah segar
> yang bersaing ketat untuk mendapatkan pekerjaan. Dan ketika saingan semakin
> banyak, banyak pula yang rela di gaji rendah, kerja semakin larut, dan
> tingkat kesehatan yang semakin menurun.  Nah disinilah kenyataan bersikap
> kejam Quote:Inilah dunia kerja Jepang yang sesungguhnya. "Setiap hari saya
> hidup dengan kegelisahan yang mengerikan," kata Ikezaki, seorang karyawan
> kontrak yang saat ini kerja dengan gaji ¥75.000/bulan (atau sekitar 7 juta
> rupiah per bulan). "Ketika saya berpikir tentang masa depan saya, saya jadi
> tidak bisa tidur di malam hari." Berdasarkan data dari pemerintah
> Jepang, terdapat lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan penghasilan
> kurang dari standard normalnya Jepang yaitu ¥1.600.000/tahun (atau sekitar
> 155 juta rupiah per tahun). Mungkin ini semua adalah akibat dari
> perusahaan-perusahaan Jepang yang lebih mementingkan keuntungan perusahaan
> dan memanfaatkan keluguan para pekerja baru (yang jelas-jelas tidak punya
> pilihan lain)  Terciptalah salaryman. Orang-orang yang hidup dengan gaji
> rendah, kerja setengah mati, tanpa uang lembur, dan tanpa kepastian
> peningkatan karir meskipun mereka telah bekerja puluhan tahun. Makanya
> jangan heran ketika kamu melihat banyak karyawan Jepang yang tertidur pulas
> di kereta ketika mereka menuju pulang ke rumah. Mereka terlalu lelah Kata
> salaryman sendiri diambil dari bahasa Inggris, yaitu salary (gaji) dan man
> (orang), jadi salaryman artinya adalah orang yang hidupnya 100% tergantung
> dari gaji. Mereka kalo sampai dipecat rasanya dunia kiamat. Kalo di
> Indonesia, ini sama
> dengan bangsawan = bangsa karyawan. Saking stressnya, tercipta satu kata
> baru yang terkenal di dunia pekerja Jepang untuk menggambarkan betapa
> kerasnya kerja di Jepang, yaitu karoshi. Apa itu karoshi?  simak dibawah
> juga.. Quote:Karoshi artinya "mati di kerja" atau kematian karena stress
> pekerjaan. Halusnya berarti "meninggal karena setia dan mengabdi kepada
> perusahaan". Kematiannya bisa karena kecelakaan di tempat kerja, kematian
> karena terlalu lelah (kesehatannya menurun jauh), ataupun karena bunuh diri
> karena stress kerja. Saking seriusnya masalah ini, pemerintah Jepang telah
> mencoba berbagai cara untuk mengatasinya. Mulai dari menyediakan nomor
> telepon darurat untuk menerima keluh-kesah para salaryman, buku petunjuk
> untuk mengurangi stress, sampai mensahkan undang-undang yang memberikan
> sejumlah uang (asuransi) ke para janda dan anak-anak yang ditinggal mati
> karena karoshi. Menurut data pemerintah, dari 2.207 kasus bunuh diri pada
> tahun 2007,
> 672-nya adalah karena pekerjaannya terlalu banyak. Kasus karoshi yang
> terkenal adalah kasus kematian Kenichi Uchino pada tahun 2002, seorang
> manager quality-control berusia 30 tahun yang bekerja di perusahaan otomotif
> terbesar di dunia, Toyota . Kenichi dikabarkan bekerja lembur selama 80 jam
> setiap bulan selama 6 bulan lamanya tanpa dikasih uang lembur atau bonus
> tambahan apapun. Dia akhirnya jatuh pingsan di tempat kerjanya dan dilarikan
> ke rumah sakit, yang kemudian membawanya ke akhirat. McDonald's Jepang pun
> terkena masalah ini. Salah seorang manager restorannya jatuh sakit dan
> meninggal karena bekerja lembur tanpa bayaran apapun. Mau gak mau, karena
> tekanan publik, Toyota dan McDonald's akhirnya memutuskan akan memberikan
> uang lembur bagi yang ingin bekerja lembur dan menyediakan fasilitas
> kesehatan yang lebih baik. Para salaryman ini sebenarnya niatnya baik, yaitu
> ingin memajukan perusahaannya. Ditambah lagi dengan kebudayaan Jepang yang
> selalu menekankan disiplin tinggi, mereka berpikiran bahwa dengan bekerja
> lebih lama dan lebih keras daripada karyawan lain dan tanpa meminta bayaran
> apapun, boss mereka bisa memberikan posisi yang lebih baik. Tapi kenyataan,
> TIDAK!!.. Dan jadwal seorang salaryman bisa disimak sebagai
> berikut Quote:06:30 = bangun dari tempat tidur07:30 = berangkat ke kantor
> (jalan kaki / naik sepeda / subway)08:50 = harus tiba di kantor09:00 =
> meeting pagi dengan supervisor09:10 = mulai kerja12:00 = makan siang (bento
> / kantin / restoran terdekat)13:00 = mulai kerja lagi17:00 = lembur dimulai
> (biasanya tanpa uang lembur)20:30 = pesta nomikai (kalau ada)21:30 = pulang
> ke rumah (jalan kaki / naik sepeda / subway)22:30 = sampe rumah, nonton TV,
> baca koran23:00 = tidur  Ulangi terus dari Senin-Jumat. Sabtu biasanya
> pulang lebih awal (kalau ada lembur, kerja seperti biasa).Minggu libur
> (kalau ada lembur, kerja seperti biasa).  Peraturan di kantor: #1. Kalau
> atasan
> bilang bumi berbentuk kotak, maka bumi bentuknya kotak.#2. Kalau dia
> berubah pikiran, maka bumi juga bentuknya berubah.#3. Lupakan apa kata
> pelanggan. Boss adalah raja.#4. Karyawan baru? Boss adalah Tuhan.#5.
> Membungkuk. Membungkuk. Membungkuk.  sumber:Jepang.net
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

"We cannot all do great things.But we can do small things 
with great love." - Mother Teresa
---------------------------------------------------------

BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadiputra Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to [email protected]
Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected]

Yahoo! Groups Links





---------------------------------------------------------------------------------------------------------
This e-mail message may contain privileged and/or confidential information, and 
is intended to be received only by persons entitled to receive such 
information. If you have received this e-mail in error, please notify the 
sender immediately. Please delete it and all attachments from any servers, hard 
drives or any other media. Other use of this e-mail by you is strictly 
prohibited.


All e-mails and attachments sent and received are subject to monitoring, 
reading and archival by Monsanto, including its subsidiaries. The recipient of 
this e-mail is solely responsible for checking for the presence of "Viruses" or 
other "Malware". Monsanto, along with its subsidiaries, accepts no liability 
for any damage caused by any such code transmitted by or accompanying this 
e-mail or any attachment.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke