ada rekan2 di jepang yang bisa konformasi kebenaran cerita ini?
barusan lihat JR pass 1 minggu sktr ¥20,000 :(

----- Original Message ----- 
From: "Nugroho Laison" <[email protected]>
To: "Blue Jackets" <[email protected]>; "Binusnet" 
<[email protected]>; "Rumah Ilmu Indonesia" 
<[email protected]>; "Mualaf Indonesia" 
<[email protected]>; "SMA 1 Bekasi" <[email protected]>; 
"Muhammadiyah Society" <[email protected]>
Sent: Monday, August 30, 2010 9:39 AM
Subject: [BinusNet] FW: beratnya kerja di jepang


http://groups.yahoo.com/group/Dana_Abadi/message/1813
FW: beratnya kerja di jepang

NB:Kerja..kerja..kerja terus…Sampai lupa mati, lupa akherat, lupa siksa 
kubur, siksa neraka…Katanya negara maju… ----- Pesan Diteruskan ----Dari: 
Alfia E. Dewi <alfia_d...@...>Terkirim: Sen, 23 Agustus, 2010 14:13:05Judul: 
FW: beratnya kerja di jepang Mungkin beberapa dari kita ingin hidup dan 
bekerja di Jepang. Bayangkan koleksi anime dan JAV yang bisa didapat dengan 
mudah, makanan2 yang eksotis, dan wanita-wanitanya yang baik hati Namun 
bukan hal-hal tersebut yang saya akan bahas namun kehidupan mayoritas 
karyawan di Jepang yang biasa disebut Salaryman. Quote:Setiap tahun terdapat 
jutaan mahasiswa yang bersorak gembira ketika mereka dinyatakan lulus dari 
universitas. Mereka senang karena jerih payah orang tua tidak sia-sia 
setelah mereka di wisuda mengenakan toga. Sayang sekali... mereka tidak 
sadar kalau mereka baru saja keluar dari "kandang anak kucing" dan masuk ke 
hutan belantara yang dipenuhi oleh singa, ular berbisa, mawar beracun, dan
 banyak lagi yang aneh-aneh. (Baru lulus nih, ga sia2 belajar keras) Menurut 
survey di Tokyo, orang-orang yang baru lulus kuliah cenderung mengalami 
tingkat stress yang lebih tinggi jika dibandingkan ketika mereka sedang 
menghadapi ujian terakhir di kampus. Kenapa mereka lebih stress? Karena 
mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan! Makin hari makin banyak darah segar 
yang bersaing ketat untuk mendapatkan pekerjaan. Dan ketika saingan semakin 
banyak, banyak pula yang rela di gaji rendah, kerja semakin larut, dan 
tingkat kesehatan yang semakin menurun. Nah disinilah kenyataan bersikap 
kejam Quote:Inilah dunia kerja Jepang yang sesungguhnya. "Setiap hari saya 
hidup dengan kegelisahan yang mengerikan," kata Ikezaki, seorang karyawan 
kontrak yang saat ini kerja dengan gaji ¥75.000/bulan (atau sekitar 7 juta 
rupiah per bulan). "Ketika saya berpikir tentang masa depan saya, saya jadi 
tidak bisa tidur di malam hari." Berdasarkan data dari pemerintah
 Jepang, terdapat lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan penghasilan 
kurang dari standard normalnya Jepang yaitu ¥1.600.000/tahun (atau sekitar 
155 juta rupiah per tahun). Mungkin ini semua adalah akibat dari 
perusahaan-perusahaan Jepang yang lebih mementingkan keuntungan perusahaan 
dan memanfaatkan keluguan para pekerja baru (yang jelas-jelas tidak punya 
pilihan lain) Terciptalah salaryman. Orang-orang yang hidup dengan gaji 
rendah, kerja setengah mati, tanpa uang lembur, dan tanpa kepastian 
peningkatan karir meskipun mereka telah bekerja puluhan tahun. Makanya 
jangan heran ketika kamu melihat banyak karyawan Jepang yang tertidur pulas 
di kereta ketika mereka menuju pulang ke rumah. Mereka terlalu lelah Kata 
salaryman sendiri diambil dari bahasa Inggris, yaitu salary (gaji) dan man 
(orang), jadi salaryman artinya adalah orang yang hidupnya 100% tergantung 
dari gaji. Mereka kalo sampai dipecat rasanya dunia kiamat. Kalo di 
Indonesia, ini sama
 dengan bangsawan = bangsa karyawan. Saking stressnya, tercipta satu kata 
baru yang terkenal di dunia pekerja Jepang untuk menggambarkan betapa 
kerasnya kerja di Jepang, yaitu karoshi. Apa itu karoshi? simak dibawah 
juga.. Quote:Karoshi artinya "mati di kerja" atau kematian karena stress 
pekerjaan. Halusnya berarti "meninggal karena setia dan mengabdi kepada 
perusahaan". Kematiannya bisa karena kecelakaan di tempat kerja, kematian 
karena terlalu lelah (kesehatannya menurun jauh), ataupun karena bunuh diri 
karena stress kerja. Saking seriusnya masalah ini, pemerintah Jepang telah 
mencoba berbagai cara untuk mengatasinya. Mulai dari menyediakan nomor 
telepon darurat untuk menerima keluh-kesah para salaryman, buku petunjuk 
untuk mengurangi stress, sampai mensahkan undang-undang yang memberikan 
sejumlah uang (asuransi) ke para janda dan anak-anak yang ditinggal mati 
karena karoshi. Menurut data pemerintah, dari 2.207 kasus bunuh diri pada 
tahun 2007,
 672-nya adalah karena pekerjaannya terlalu banyak. Kasus karoshi yang 
terkenal adalah kasus kematian Kenichi Uchino pada tahun 2002, seorang 
manager quality-control berusia 30 tahun yang bekerja di perusahaan otomotif 
terbesar di dunia, Toyota . Kenichi dikabarkan bekerja lembur selama 80 jam 
setiap bulan selama 6 bulan lamanya tanpa dikasih uang lembur atau bonus 
tambahan apapun. Dia akhirnya jatuh pingsan di tempat kerjanya dan dilarikan 
ke rumah sakit, yang kemudian membawanya ke akhirat. McDonald's Jepang pun 
terkena masalah ini. Salah seorang manager restorannya jatuh sakit dan 
meninggal karena bekerja lembur tanpa bayaran apapun. Mau gak mau, karena 
tekanan publik, Toyota dan McDonald's akhirnya memutuskan akan memberikan 
uang lembur bagi yang ingin bekerja lembur dan menyediakan fasilitas 
kesehatan yang lebih baik. Para salaryman ini sebenarnya niatnya baik, yaitu 
ingin memajukan perusahaannya. Ditambah lagi dengan kebudayaan Jepang yang
 selalu menekankan disiplin tinggi, mereka berpikiran bahwa dengan bekerja 
lebih lama dan lebih keras daripada karyawan lain dan tanpa meminta bayaran 
apapun, boss mereka bisa memberikan posisi yang lebih baik. Tapi kenyataan, 
TIDAK!!.. Dan jadwal seorang salaryman bisa disimak sebagai berikut 
Quote:06:30 = bangun dari tempat tidur07:30 = berangkat ke kantor (jalan 
kaki / naik sepeda / subway)08:50 = harus tiba di kantor09:00 = meeting pagi 
dengan supervisor09:10 = mulai kerja12:00 = makan siang (bento / kantin / 
restoran terdekat)13:00 = mulai kerja lagi17:00 = lembur dimulai (biasanya 
tanpa uang lembur)20:30 = pesta nomikai (kalau ada)21:30 = pulang ke rumah 
(jalan kaki / naik sepeda / subway)22:30 = sampe rumah, nonton TV, baca 
koran23:00 = tidur Ulangi terus dari Senin-Jumat. Sabtu biasanya pulang 
lebih awal (kalau ada lembur, kerja seperti biasa).Minggu libur (kalau ada 
lembur, kerja seperti biasa). Peraturan di kantor: #1. Kalau atasan
 bilang bumi berbentuk kotak, maka bumi bentuknya kotak.#2. Kalau dia 
berubah pikiran, maka bumi juga bentuknya berubah.#3. Lupakan apa kata 
pelanggan. Boss adalah raja.#4. Karyawan baru? Boss adalah Tuhan.#5. 
Membungkuk. Membungkuk. Membungkuk. sumber:Jepang.net




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

"We cannot all do great things.But we can do small things
with great love." - Mother Teresa
---------------------------------------------------------

BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadiputra Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to 
[email protected]
Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected]

Yahoo! Groups Links



Kirim email ke