Rabu, 13 Apr 2005,
TEGANG

Juventus v Liverpool 
TURIN - Selamat datang di Delle Alpi. Di stadion Kota Turin, Italia, itu 
Juventus selalu berjaya di ajang Liga Champions musim ini. Karena itu, 
kekalahan 1-2 di Anfield dari tuan rumah Liverpool pada laga pertama Babak 
Perempat Final diyakini bakal dibayar impas dini hari nanti.

Bahkan, pada laga lawan wakil Inggris yang diagendakan tayang langsung RCTI 
mulai pukul 01.45 WIB dini hari nanti, La Vecchia Signora (si Nyonya Tua) 
-julukan Juventus-bisa memungkasi kiprah Liverpool di ajang Champions musim 
ini. Artinya, Juve lolos ke semifinal, sedangkan klub Inggris berjuluk The Reds 
itu out.

Kans Nyonya menang memang besar, meski mereka tidak membantah saat ini diliputi 
ketegangan atas kemungkinan Liverpool mampu mencuri gol lebih dulu. Tapi, 
perjalanan musim ini membuktikan, di Delle Alpi itulah Juventus lolos ke 
perempat final setelah unggul agregat 2-1 atas Real Madrid. 

Penyebabnya tidak lain kemenangan 2-0 lewat perpanjangan waktu pada laga kedua 
di sana. Pada laga pertama Babak Perdelapan Final di Santiago Bernabeu, kandang 
Real Madrid, Juve kalah 1-0.

Masalahnya, pada beberapa laga terakhir Champions musim ini, kemenangan 
Juventus kurang mantap. Tak pernah lebih dari satu gol pada waktu normal 2 x 45 
menit. Saat memastikan mengakhiri kiprah Real di ajang Champions musim ini, 
dalam waktu normal itu Juve hanya bisa mencetak sebiji gol.

Skor kemenangan yang sama juga dibukukan Alessandro Del Piero dkk pada tiga 
partai home sebelumnya di pentas Champions musim ini. Kiranya, tugas harus 
menang minimal 1-0 saat menjamu Liverpool pada laga kedua Perempat Final dini 
hari nanti untuk meraup tiket semifinal, sebenarnya sudah sangat diakrabi 
pasukan Fabio Capello.

"Kekalahan pada laga pertama telah mengajarkan kepada kami. Bahwa, melawan 
Liverpool, kami harus seagresif mungkin sejak kickoff. Gol harus secepat 
mungkin kami cetak. Kebetulan, kami begitu familiar dengan urusan mencetak gol 
di kandang sendiri itu," koar Pavel Nedved, centrocampista Juventus, seperti 
dikutip Planet Football. 

Selain di Champions, pada 15 kali penampilan kandang laga Seri A musim ini, 
hanya dua kali Juve gagal mencetak gol di Delle Alpi. Yakni, ditahan imbang AC 
Milan 0-0 pada 18 Desember 2004 serta saat ditekuk Sampdoria 0-1 pada 2 
Februari 2005. 

Meski demikian, menilik tidak begitu banyak gol yang lahir, betapa itu 
menunjukkan kurangnya mental yang fokus dan determinasi mumpuni pasukan Capello 
menjebol gawang lain. Bila dini hari nanti mereka kurang sabar, bukan mustahil 
bumerang menghampiri. 

Counter attack alias serangan balik para pemain Liverpool, dengan bola-bola 
atas dan tendangan lengkung nan jitu seperti dilakukan Luis Garcia pada laga 
pertama lalu, bukan mustahil terjadi lagi. 

Cuma, kiranya pula sebuah pertaruhan penuh risiko jika The Reds memilih 
defensif guna mempertahankan keunggulan 2-1. Apalagi, mereka terus bermasalah 
di bawah mistar. Baik kiper Jerzy Dudek maupun Scott Carson belakangan sangat 
rentan blunder.

Padahal, duet Del-Piero-Zlatan Ibrahimovic tampil begitu impresif saat Juventus 
ditahan imbang Fiorentina 3-3 di pentas Seri A akhir pekan lalu. Ibrahimovic 
menyumbang dua gol dan satu lainnya oleh Del Piero. Juventus yang tertinggal 
tiga kali mampu terhindar dari kekalahan. "Itu sekaligus memperlihatkan 
karakter kuat tim ini," ujar Capello seperti dikutip Reuters.

Pilihan tersisa apa buat Liverpool; tetap menyerang? Seharusnya begitu. 
Masalahnya, beda dengan grafik penampilan Juventus yang naik dengan hampir 
seluruh skuad dalam kondisi fit, Liverpool justru stagnan. Djibril Cisse 
kemungkinan bisa mulai diturunkan. Tapi, The Reds juga kehilangan sang kapten 
sekaligus inspirator, Steven Gerrard, akibat cedera di pangkal paha. 

Padahal, Gerrard adalah separo kekuatan Liverpool. Dia yang mengawali dan 
mengatur permainan sekaligus menjadi sumber gol ketika rekan-rekannya di lini 
depan mulai kehilangan ide menjebol gawang lawan. Gerrard juga begitu spartan 
ikut menjadi benteng pertahanan. Bagaimana?

"Ah, di Turin semuanya akan berbeda. Ini Liga Champions. Di ajang ini, 
sepertinya kami sudah kami miliki mentalitas yang pas," kelit Rafael Benitez, 
tactician Liverpool, mencoba menepis cemas atas absennya Gerrard. 

Benitez bisa berkata begitu karena Xabi Alonso, yang cedera sejak 1 Januari 
lalu, sudah siap lagi diturunkan untuk mengisi posisi Gerrard. Namun, dengan 
Xabi hanya bermodal sekali tampil di kompetisi tim cadangan sejak masa cedera 
itu, kiranya terlalu berlebihan mengharap pemain itu langsung bisa tancap mesin 
pada laga sekrusial ini. 

Jadi, kalau Juventus yang diunggulkan saja tegang, apalagi Liverpool. Kiranya, 
tim dengan mental fokus lah yang akan keluar sebagai pemenang. (ttg)


Prakiraan Pemain

JUVENTUS (4-4-2): 1-Buffon (g); 7-Pesotto, 21-Thuram, 28-Cannavaro, 
19-Zambrotta; 16-Camoranesi, 8-Emerson, 20-Blasi, 11-Nedved; 9-Ibrahimovic, 
10-Del Piero 
Pelatih: Fabio Capello 

LIVERPOOL (4-4-2): 1-Dudek (g); 3-Finnan, 4-Hyypia, 23-Carragher, 21-Traore; 
10-Luis Garcia, 25-Biscan, 16-Xabi Alonso, 6-Riise; 5-Baros, 13-Le Tallec 
Pelatih: Rafael Benitez 

Head to head
Empat Laga Sebelumnya di Level Eropa
2004/2005 Liverpool v Juventus 2-1 (Perempat Final Pertama Liga Champions)
1984/1985 Juventus v Liverpool 1-0 (Final Piala Champions)
1965/1966 Liverpool v Juventus 2-0 (Perempat Final Kedua Piala UEFA)
1965/1966 Juventus v Liverpool 1-0 (Perempat Final Pertama Piala UEFA)


BURSA BOLA

Versi AsianHandicap
Juventus v Liverpool 0 : 1

Versi William Hill
Home Draw Away
Juventus v Liverpool 1.44 3.50 7.00


CATATAN KEDISIPLINAN

JUVENTUS: Tak ada yang terkena skorsing. Fabio Cannavaro, Emerson Ferreira, 
Lilian Thuram, dan Alessio Tacchinardi absen pada laga berikutnya bila dini 
hari nanti mendapatkan kartu kuning.

LIVERPOOL: Tak ada yang terkena skorsing. Jamie Carragher, Dietmar Hamann, dan 
Stephen Warnock absen pada laga berikutnya bila dini hari nanti mendapatkan 
kartu kuning.


SIAPA LOLOS?

Hasil First Leg, 6 April 2005
Liverpool v Juventus 2-1

JUVENTUS
- Cukup menang 1-0.
- Menang lebih dari satu gol, seperti 3-1, 4-2, dst. 
- Bila skor 2 x 45 menit 2-1 untuk Juventus, berarti agregat 3-3 sehingga 
diadakan perpanjangan waktu dengan sistem silver goal.

LIVERPOOL
- Seri 0-0, 1-1, 2-2, dst.
- Menang.
- Kalah, tapi dengan gol agregat lebih baik ketimbang yang dicetak Juventus 
pada laga pertama lalu. Misalnya, 2-3, 3-4, dst.

DESKRIPSI PERTANDINGAN
Stadion: Delle Alpi, Turin 
Kick-off: 20.45 waktu setempat
Tayangan Langsung: RCTI, Kamis 01.45 WIB
Wasit: Valentin Ivanov (Rusia) 
Asisten Wasit 1: Nikolai Golubev (Rusia) 
Asisten Wasit 2: Tihon Kalugin (Rusia)

-- 
Best Regards
Tombo Ati
(Dikirim nganggo The Bat! 2.10.03)




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke