Jean-Marc Bosman Pelopor Bebas Transfer
Peraturan Bosman yang mengijinkan seorang pemain habis kontrak bebas memilih tujuan selanjutnya tanpa ikut campur klub lamanya sudah berjalan hampir sepuluh tahun. Tetapi konon pelopornya, Jean-Marc Bosman, tak banyak mendapat "apa-apa" dari usaha gigihnya tersebut. Peraturan Bosman seperti mengubah wajah persepakbolaan (baca : Industri) Eropa, di mana pemain memiliki hak yang sama dengan seluruh pekerja di bidang lain untuk berpindah kerja dengan mudah. Selain itu, peraturan Bosman juga membuat beberapa klub di Eropa meraih kekayaan dan kejayaan, seperti halnya Real Madrid dan yang terbaru, Chelsea. Artinya para klub kaya itu makin bebas mencari pemain yang punya talenta dan dianggap calon bintang. Tahun 1988, klub Belgia, FC Liege, merekrut seorang pemain belia bertalenta tinggi, Bosman, dengan kontrak bernilai $100.000. Bosman yang kemudian menjadi bintang lini tengah Liege diincar oleh klub kecil Prancis, Dunkirk, pada tahun 1990 saat kontraknya usai. Permasalahan muncul kala Liege meminta uang transfer sebesar $800.000 yang kemudian enggan dipenuhi Dunkirk. Apa yang dilakukan oleh Liege memang dilegalkan oleh hukum Belgia, di mana Bosman dipaksa tetap berada di tim dan mendapat pengurangan bayaran hingga 75% karena dia bukan lagi pemain divisi satu. Jika banyak pemain di Belgia dan juga di berbagai klub se-Eropa lainnya menerima peraturan itu, tidak demikian dengan Bosman. Ia berontak dan menilai peraturan itu ilegal karena pemain yang sudah bebas kontrak dinilainya sudah bebas pindah kemanapun ia mau. Alasan Bosman cukup mudah dimengerti karena di bidang apapun, setiap pekerja bebas mencari pekerjaan baru jika kontrak lamanya usai. Bosman pun membawa permasalahan itu ke meja hijau. Selain menuntut Liege, Bosman pun kemudian melakukan hal yang sama kepada Federasi Sepakbola Belgia dan UEFA plus FIFA. Ia juga mempertanyakan praktek pembatasan pemain Uni Eropa hingga tiga pemain dalam satu klub plus dua lagi yang berasimilasi hanya karena mereka belum pernah bermain di satu negara dalam waktu lima tahun. Tahun 1995, keputusan pengadilan Eropa pun keluar dengan membela Bosman bahwa klub tak boleh melarang seorang pemainnya yang kedapatan bebas kontrak untuk pindah ke manapun dan tanpa dipungut uang transfer. Pengadilan mengacu kepada Pasal 48 Traktat Roma yang membolehkan setiap orang Eropa bergerak kemanapun di lingkup Uni Eropa. Selain itu, pengadilan juga menolak pembatasan pemain Uni Eropa untuk membela sebuah klub di Eropa. Bahkan para pemain asing pun diperbolehkan tampil untuk negaranya masing-masing saat dibutuhkan. Berdasarkan keputusan pengadilan itulah UEFA kemudian menerima perubahan dan resmi menjalankannya sejak Februari 1996. FIFA yang pada awalnya tak setuju akhirnya juga mendukung penuh tindakan UEFA itu. Tetapi setelah satu dekade peraturan itu berjalan, imbasnya sungguh tak terduga. Jurang pendapatan antar pemain semakin besar karena para pemain bintang atau yang berpotensi menjadi bintang dapat meraih bayaran yang jauh lebih banyak dibanding pemain pada umumnya. "Saya lihat para bintang itu mampu meraup bayaran mahal dan memiliki posisi tawar yang sangat besar untuk menegosiasikan kembali kontraknya. Semua itu berkat saya. Secara pribadi, saya tak mendapat apa-apa, saya hanya berusaha mencari nafkah yang lebih pantas, tetapi nyatanya Real Madrid mungkin tak akan seperti sekarang, juga Chelsea," ucap Bosman yang kini sudah tak aktif lagi di sepakbola. Apa yang dikatakan oleh Bosman itu memang ironis karena sebelumnya ia tak pernah meramalkan hal ini akan terjadi. Seorang pemain muda usia di tahun 1995 asal klub Oldham Athletic, Chris Makin, berhasil pindah ke klub raksasa Olympique Marseille. Karena kalah dana penawaran, banyak klub kecil yang tertarik pada Makin tak berdaya melawan Marseille. Bagi klub kecil, pengaruhnya makin buruk lagi karena mereka kehilangan para pemainnya yang punya skill bagus karena langsung digaet para klub besar dan kaya. Aturan Bosman pun membuat para pemain Eropa bebas berkelana di seluruh negara anggota Uni Eropa, tanpa embel-embel pemain asing. Hal itu malah membuat ksempatan para pemain lokal untuk tampil membela klub dalam negerinya menjadi terbatas karena sudah tentu dengan peraturan yang "bebas" membuat manajemen klub lebih suka mengambil pemain asing dari berbagai negara, tak hanya para anggota Uni Eropa, tetapi juga dari belahan Amerika Selatan atau Asia yang kini juga mulai mengambil perhatian petinggi klub. Kalaupun ada pemain lokal yang terdaftar di sebuah klub domestik hanyalah memiliki status sebagai pemain cadangan. Lihat saja bagaimana beberapa waktu lalu Arsenal memasang seluruh pemain asingnya dalam sebuah pertandingan, termasuk di daftar pemain cadangan. Banyak orang (baca : pemerhati sepakbola Eropa) merasa miris melihat kondisi itu. Sedikit banyak mereka menyalahkan aturan Bosman yang kini semakin mendapat tempat di industri sepakbola. Tetapi Bosman yang juga merasakan ekses negatif tersebut enggan disalahkan. Bahkan ia menyebut para pengamat dan pengatur sepakbola di Eropa adalah orang-orang munafik. "Saya tak mau menggubris para presiden klub yang senang memaksa pemain untuk hengkang. Jika ada yang salah malah saya yang dituding dan dijadikan kambing hitam. Padahal kalau sesuatunya berjalan dengan benar, mereka yang dapat bagian besar daripada seharusnya. Apakah mereka pernah berterimakasih kepada saya? Tentu saja tidak. Itulah kemunafikan mereka," ketus Bosman. Bosman tidak hanya berdiam diri melihat ketidakadilan bagi klub kecil nan miskin menjadi bulan-bulanan klub besar dan kaya. Entah jadi dilaksanakannya atau tidak, Bosman akan mendatangi UEFA untuk menyampaikan usulan perlunya kuota pemain lokal di sebuah klub tertentu. "Saya pikir kita harus memberlakukan sistem itu di mana para pemain harus tetap berada di klub profesional pertamanya dalam kurun waktu tertentu. Hal itu sudah berjalan dengan baik di Prancis. Namun sayangnya, banyak pemain muda yang terburu-buru untuk meraih segalanya dengan cepat," pungkas Bosman. Usulan Bosman itu tentu akan sangat senang diterima oleh UEFA, maklum badan utama sepakbola Eropa itu sudah berkali-kali "teriak" agar setiap klub mengontrak dan memainkan pemain lokalnya lebih banyak. Namun sebanyak itu pula usulan, sebanyak itu pula penolakan dari para klub, terutama mereka yang besar dan kaya. Untuk menjalankan aturan itu pun agak menyulitkan karena akan bertentangan dengan aturan Masyarakat Uni Eropa bahwa setiap penduduknya bebas bekerja di mana saja di negara anggota, termasuk para pekerja dari bidang sepakbola. Lalu jika para pemain lokal diberi tempat lebih banyak, bagaimana para pemain asing yang ingin mencari nafkah lebih baik di liga yang lebih tinggi mutunya bisa terlaksana. Ini memang sebuah masalah yang pelik untuk dipecahkan bagi masyarakat Eropa! Kronologis Tuntutan Bosman Jun1 1990: Jean-Marc Bosman bersiteru dengan klub Belgia, FC Liege. Klub mengurangi gajinya hingga 60%. Bosman yang ingin pindah ke klub Prancis, Dunkirik, dengan bebas transfer akhirnya dicoret keanggotannya oleh Liege. Agustus 1990: Bosman menuntut FC Liege dan Federasi Sepakbola Belgia atas berbagai kerugian yang ia derita. November 1990: Pengadilan Belgia mengijinkan Bosman untuk pindah secara bebas transfer ke Dunkirk. Federasi Sepakbola Belgia mengajukan banding. Mei 1991: Pengadilan meluluskan banding Federasi Sepakbola Belgia, namun tetap memberikan hak bebas kepada Bosman. Artinya peraturan yang selama ini dijalankan oleh federasi tetap berlaku, tetapi dalam kasus Bosman ada pengecualian. Januari 1992: Bosman kembali ke Blegia dan aplikasinya untuk meminta keuntungan dari status penganggurannya ditolak. Maret 1995: Banding kepada UEFA oleh FC Liege and Federasi Sepakbola Belgia gagal. Juni 1995: Bosman menuntut $1 juta atas berbagai kerugian yang ia derita dengan mengajukannya di Pengadilan Tinggi Uni Eropa di Luksemburg. November 1995: UEFA Mendukung berbagai upaya Bosman, FIFA kemudian mendukung keputusan UEFA tersebut. 15 Desember 1995: Pengadilan Tinggi Uni Eropa meluluskan tuntutan Bosman. Sejak itu tak ada lagi banding yang bisa diajukan. [Hdn/Uefa.com/Belgianfamous] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
