Maap kalo ada salah translate, tulisan asli ada di bawah

 

Diambil dari The Observer November 2 ,2003 ( udah lama )

tulisan dari Football writer : David Hills, The  10  Best Football  Dives

 

 

No.1

 

Roberto Rojas, 

Brazil Vs Chile Babak Kualifkasi Piala Dunia, 3 September 1989 

 

Kesebelasan Chile yang merasa mendapat tekanan yang hebat, butuh penyelesaian, 
dengan memaksakan untuk walk out dari pertandingan dan kemudian berharap bisa 
dimainkan di tempat yang netral, Pada menit ke 69 , Kiper Rojas menjatuhkan 
dirinya ke dalam gumpalan asap yang disebabkan oleh kembang api yang jatuh 
dekatnya, sambil menjatuhkan dirinya, dia mencederai dirinya (kepalanya) dengan 
semacam silet yang sudah dipersiapkan di sarung tangan kipernya, kontan saja 
darah banyak mengalir yang diikuti percekcokan , lalu walk out, pertandingan 
terhenti. Setelah berdasarkan bukti rekaman video, diputuskan tidak ada 
pengulangan pertandingan, dengan Hasilnya Brazil di nyatakan menang dan Chile 
terhempas dari satu (??) Piala dunia ( thn.90??), tapi tidak termasuk piala 
dunia berikutnya., Rojas di hukum larangan bermain sepanjang hidupnya dan 
wanita  yang melemparkan kembang api itu akhirnya menandatangani kontrak dengan 
playboy Brazil, hehehe. Bulan May 2001, Fifa mencabut Hukumannya pada usia
 43, tapi Rojas menyatakan dirinya tidak  merumput lagi.  Tahun 2003Rojas masih 
melatih di Sao Paulo ( skrg ngga tau deh). Komentarnya : setidaknya pencabutan 
Hukuman nya dapat menenangkan jiwa-nya.

 

Akhirnya Happy ending juga...

 

 

 

Roberto Rojas
Brazil v Chile, World Cup qualifier, 3 September 1989 

Overrun and intimidated, Chile needed a way out. The plan: force an abandonment 
and a replay in a neutral venue. The execution: on 69 minutes, goalkeeper Rojas 
threw himself into the smoke of a firecracker, which had landed nearby, pulled 
a razor blade from his glove and stabbed himself in the head. The result: lots 
of blood, a mass brawl, a walkout, an abandonment - but, after video evidence, 
no replay. Instead, Brazil were awarded the game, Chile were out of one World 
Cup and excluded from the next, Rojas was banned for life and the woman who 
threw the firecracker was signed up by Playboy Brazil. In May 2001, Fifa lifted 
the ban. 'At 43, I'm unlikely to play again,' said Rojas, now coach at S�o 
Paulo, 'but at least this pardon will cleanse my soul.' 

 ===


                
---------------------------------
Discover Yahoo!
 Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/0xaSZB/UOnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke