Kamis, 22/09/2005 16:08 WIB
Kolom
Bajul Tobil
  - detikSport

Den Haag - Prestasi Persebaya sebenarnya jeblok, lalu manajemen mencari alasan 
untuk lari mengundurkan diri. Langkah itu bukan watak Bajul (buaya), mencederai 
sepakbola dan ngenyek bonek.

Bajul sejati mestinya akan gagah berani bertarung menghadapi lawan-lawannya 
hingga titik darah penghabisan. Tak peduli apakah kulitnya nanti akan dijadikan 
sepatu yang melekat di kaki Kris Dayanti atau jadi tas sexy yang dikempit Sarah 
Ashari.

Tapi apa lacur? Manajemen Persebaya atas perintah Walikota, memilih tinggal 
gelanggang colong playu atau menurut lidah Melayu: kabur dari gelanggang, lari 
lintang pukang. Menyerah kalah sebelum bertarung. Ini nista dan aib besar. 
Bukan watak kaum Bajul
Ijo, yang secara historis selalu lekat dengan watak ksatria, turunan pahlawan 
gagah berani nan tak pernah takut terhadap sekutu atau Buto Ijo sekalipun.

Manajemen mencari-cari alasan kerdil di luar lapangan, yang belum teruji 
kebenarannya. Antara lain karena tak mau bonek disakiti. Lho, sakit-perih itu 
sudah bagian dari tekad dan semangat mendukung Bajul berlaga. Tak mau 
bersakit-sakit yang bukan bonek
namanya, mending dikeloni Bapa Biyung saja di rumah. Yang penting Bajul berlaga 
saja dulu, bertarung hidup mati ala gladiator. Bukannya malah takut berlaga 
lalu mencari-cari alasan atas nama bonek. Itu namanya air mata buaya... eh, 
bajul.

Alasan itu seperti juga menunjukkan bukan bonek sejati. Di Belanda, ribut di 
luar lapangan itu sudah biasa, terutama jika dua musuh bebuyutan Feyenoord - 
Ajax saling bersua. Mau tahu apa sumpah pengorbanan suporter Feyenoord? Met 
Bloed, Zweet en Traan!
(dengan darah, keringat dan airmata!). Duel-duel Feyenoord - Ajax selalu 
diawali dan diakhiri dengan perang puputan suporter, baik duel digelar di 
stadion De Kuip Rotterdam maupun di ArenA Amsterdam. Kadang mereka saling 
berlomba membajak kereta pengangkut
suporter lawan, lalu menyerang.

Tapi itu semua adalah bumbu di luar lapangan, yang menjadi porsi polisi dan ada 
perangkat hukum yang berlaku. Urusan tim adalah di dalam lapangan. Ada rules of 
game (kompetisi) yang harus dihormati. Belum pernah Feyenoord atau Ajax mundur 
dengan alasan
suporternya disakiti, apalagi dalam posisi tak punya harapan atau gelar juara 
bakal lepas. Kerdil dan cengeng sekali. Suporter Belanda terlalu cerdas untuk 
dikadali seperti itu. Mereka juga punya pengurus sendiri yang independen dan 
posisinya cukup
disegani oleh pihak klub. Jika klub memble, suporter bisa memboikot. Klub rugi.

Sejajar dengan 'sejawat' di Eropa, bonek-bonek sejati sebaiknya kritis terhadap 
manajemen Persebaya atas keputusan yang tidak sesuai dengan watak Bajul Ijo 
itu. Itu aib, ngisin-ngisini (bikin malu). Bonek harus punya tradisi menjaga 
kehormatan dan harga
diri. Mereka punya arsenal pertanyaan untuk diberondongkan, mengapa mundur 
sebelum bertarung? Mengapa memakai alasan tak tega bonek disakiti, padahal 
sakit-perih itu sudah risiko bonek? Bonek sejati tidak cengeng seperti itu. 
Seperti legiun bonek Feyenoord
yang rela berkorban darah, keringat dan airmata.

Di luar haru-biru itu, kondisi obyektif sebenarnya menunjukkan bahwa prestasi 
Persebaya tahun ini jeblok, yang dapat dinilai sebagai kegagalan manajemen. 
Dalam duel 8 besar Grup Barat, Bajul Ijo terbenam dalam lumpur paling bawah 
akibat keok dari PSIS 1-0
(18/9/2005), lalu ditahan PSM 2-2 (16/9/2005). Dalam situasi seperti inilah 
manajemen memutuskan Persebaya mundur dari duel melawan Persija, dengan mencari 
alasan situasi di luar yang tidak ada relevansinya dengan situasi di lapangan.

Seandainya manajemen Persebaya bermental bajul seperti mental bonek-boneknya, 
mestinya mereka akan berteriak kepada timnya, "Bertarunglah kalian sebagaimana 
bajul-bajul bertarung!" Urusan tidak puas dengan penyelenggaraan, dapat 
dipertarungkan di tempat
terpisah juga dengan watak bajul yang pantang menyerah. Bila perlu sampai ke 
pengadilan. Bukan malah mundur sebelum bertempur.

Jika ingin sepakbola Indonesia waras, maka PSSI perlu memberi sanksi berat 
kepada manajemen bermental tidak ksatria seperti itu. Bonek Persebaya juga 
perlu kritis kepada manajemen klubnya, sebab kalau tidak Bajul Ijo kelak bakal 
ditertawakan orang sebagai
Tobil, anak kadal yang lari lintang pukang bila melihat lawannya. (Eddi Santosa)

:.________________
CONFIDENTIALITY : This  e-mail  and  any attachments are confidential and may 
be privileged. If  you are not a named recipient, please notify the sender 
immediately and do not disclose the contents to another person, use it for any 
purpose or store or copy
the information in any medium.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke