Yang saya liat, walikota sby melihat bahwa tingkat kedewasaan bonek2 dalam menerima kekalahan sangat kecil mengingat berbagai kasus yg pernah terjadi mulai dari pengrusakan stasiun, gerbong, pelemparan batu2 ke rumah2 penduduk di sepanjang jalur kereta (yg menimbulkan tindak pembalasan dari warga dgn melempari kereta2 penumpang lainnya) dan tindak2 kriminal lainnya. Daripada malu dan mengalami kerugian finansial akibat harus menanggung ganti rugi lebih baik cari2 kambing hitam dan alasan untuk mundur.
Pengurus klub Persebaya pun dari dulu sampai sekarang tidak pernah melakukan tindakan2 proaktif yg mendidik supporternya, mereka lebih suka mengenyangkan perut mereka sendiri. Soal persija yg bisa sampai bisa melakukan hal2 yg bersifat non teknis akibat tidak tegasnya PSSI selama ini. Banyak pengurus bersih ga tahan duduk di komdis krn kl mau menjatuhkan sangsi, lsgs telp2 dr pejabat2 PSSI berdering. Petugas keamananpun tidak bisa menghandle ratusan ribu supporter yg dtg dr 3 kota lainnya, sehingga pada dasarnya persiapan kompetisi ini pada awalnya sudah tidak profesional. Hanya mempertimbangkan profit semata (bullshit kl ada yg ngaku rugi apa mereka pikir Djarum nebeng nama itu gratisan) Jadi kalau dipikir lagi percuma kalo kita menghujat2 persebaya dan persija, mau sampai mulut berbusapun kita sudah tidak bisa apa2, toh selama ini jutaan pencinta sepak bola nasional tidak akan mampu berbuat apa2 jika pengurus PSSI masih spt ini > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > [EMAIL PROTECTED] > > Kamis, 22/09/2005 16:08 WIB > Kolom > Bajul Tobil > - detikSport > > Den Haag - Prestasi Persebaya sebenarnya jeblok, lalu manajemen mencari > alasan untuk lari mengundurkan diri. Langkah itu bukan watak Bajul (buaya), > mencederai sepakbola dan ngenyek bonek. > > Bajul sejati mestinya akan gagah berani bertarung menghadapi lawan-lawannya > hingga titik darah penghabisan. Tak peduli apakah kulitnya nanti akan dijadikan > sepatu yang melekat di kaki Kris Dayanti atau jadi tas sexy yang dikempit Sarah > Ashari. > > Tapi apa lacur? Manajemen Persebaya atas perintah Walikota, memilih tinggal > gelanggang colong playu atau menurut lidah Melayu: kabur dari gelanggang, lari > lintang pukang. Menyerah kalah sebelum bertarung. Ini nista dan aib besar. Bukan > watak kaum Bajul > Ijo, yang secara historis selalu lekat dengan watak ksatria, turunan pahlawan > gagah berani nan tak pernah takut terhadap sekutu atau Buto Ijo sekalipun. > > Manajemen mencari-cari alasan kerdil di luar lapangan, yang belum teruji > kebenarannya. Antara lain karena tak mau bonek disakiti. Lho, sakit-perih itu sudah > bagian dari tekad dan semangat mendukung Bajul berlaga. Tak mau bersakit-sakit > yang bukan bonek > namanya, mending dikeloni Bapa Biyung saja di rumah. Yang penting Bajul berlaga > saja dulu, bertarung hidup mati ala gladiator. Bukannya malah takut berlaga lalu > mencari-cari alasan atas nama bonek. Itu namanya air mata buaya... eh, bajul. > > Alasan itu seperti juga menunjukkan bukan bonek sejati. Di Belanda, ribut di luar > lapangan itu sudah biasa, terutama jika dua musuh bebuyutan Feyenoord - Ajax > saling bersua. Mau tahu apa sumpah pengorbanan suporter Feyenoord? Met > Bloed, Zweet en Traan! > (dengan darah, keringat dan airmata!). Duel-duel Feyenoord - Ajax selalu diawali > dan diakhiri dengan perang puputan suporter, baik duel digelar di stadion De Kuip > Rotterdam maupun di ArenA Amsterdam. Kadang mereka saling berlomba > membajak kereta pengangkut > suporter lawan, lalu menyerang. > > Tapi itu semua adalah bumbu di luar lapangan, yang menjadi porsi polisi dan ada > perangkat hukum yang berlaku. Urusan tim adalah di dalam lapangan. Ada rules of > game (kompetisi) yang harus dihormati. Belum pernah Feyenoord atau Ajax > mundur dengan alasan > suporternya disakiti, apalagi dalam posisi tak punya harapan atau gelar juara bakal > lepas. Kerdil dan cengeng sekali. Suporter Belanda terlalu cerdas untuk dikadali > seperti itu. Mereka juga punya pengurus sendiri yang independen dan posisinya > cukup > disegani oleh pihak klub. Jika klub memble, suporter bisa memboikot. Klub rugi. > > Sejajar dengan 'sejawat' di Eropa, bonek-bonek sejati sebaiknya kritis terhadap > manajemen Persebaya atas keputusan yang tidak sesuai dengan watak Bajul Ijo > itu. Itu aib, ngisin-ngisini (bikin malu). Bonek harus punya tradisi menjaga > kehormatan dan harga > diri. Mereka punya arsenal pertanyaan untuk diberondongkan, mengapa mundur > sebelum bertarung? Mengapa memakai alasan tak tega bonek disakiti, padahal > sakit-perih itu sudah risiko bonek? Bonek sejati tidak cengeng seperti itu. Seperti > legiun bonek Feyenoord > yang rela berkorban darah, keringat dan airmata. > > Di luar haru-biru itu, kondisi obyektif sebenarnya menunjukkan bahwa prestasi > Persebaya tahun ini jeblok, yang dapat dinilai sebagai kegagalan manajemen. > Dalam duel 8 besar Grup Barat, Bajul Ijo terbenam dalam lumpur paling bawah > akibat keok dari PSIS 1-0 > > (18/9/2005), lalu ditahan PSM 2-2 (16/9/2005). Dalam situasi seperti inilah > manajemen memutuskan Persebaya mundur dari duel melawan Persija, dengan > mencari alasan situasi di luar yang tidak ada relevansinya dengan situasi di > lapangan. > > Seandainya manajemen Persebaya bermental bajul seperti mental bonek- > boneknya, mestinya mereka akan berteriak kepada timnya, "Bertarunglah kalian > sebagaimana bajul-bajul bertarung!" Urusan tidak puas dengan penyelenggaraan, > dapat dipertarungkan di tempat > terpisah juga dengan watak bajul yang pantang menyerah. Bila perlu sampai ke > pengadilan. Bukan malah mundur sebelum bertempur. > > Jika ingin sepakbola Indonesia waras, maka PSSI perlu memberi sanksi berat > kepada manajemen bermental tidak ksatria seperti itu. Bonek Persebaya juga perlu > kritis kepada manajemen klubnya, sebab kalau tidak Bajul Ijo kelak bakal > ditertawakan orang sebagai > > Tobil, anak kadal yang lari lintang pukang bila melihat lawannya. (Eddi Santosa) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
