----- Forwarded by Meidian Abraham/JJ0320/JOC/ID on 03/03/2006 09:20 AM
-----
Barry Sihotang Angkat Suara
Salomo Sihombing - detikSport
Jakarta - Kasus pencoretan Arema Malang dan Persipura dari kompetisi Liga
Champions Asia semakin mengkristal. Namun hingga kini belum seorang pun
dari PSSI memberikan penjelasan secara terbuka dan lengkap kepada umum
tentang pokok permasalahan tersebut.
Sekjen PSSI Nugraha Besoes pekan lalu hanya menyatakan bahwa dicoretnya
Arema dan Persipura merupakan kesalahan PSSI. Selanjutnya PSSI menyatakan
sedang berusaha melakukan pendekatan dengan Arema dan Persipura.
Sesungguhnya, siapa yang harus bertanggung jawab? Sejauh ini nama yang
paling sering disebut media adalah Barry karena dia adalah pihak yang
menerima titipan pendaftaran dari Arema dan Persipura.
Merasa tudingan meruncing padanya, Barry akhirnya memberikan penjelasan.
Klarifikasi tertulis itu ia kirimkan kepada wartawan termasuk detiksport,
Kamis (2/3/2006) petang. Berikut salinan surat tersebut:
Salam Olahraga
Kepada Rekan-rekan Pers
di Tanah Air
Perihal: Kasus Champions Asia
Sebagai LO (liasion officer) yang ditunjuk BLI (Badan Liga Sepakbola
Indonesia) untuk membantu Arema Malang dan Persipura Jayapura dalam
keikutsertaan mereka di Champions Asia 2006, rasanya saya wajib
menjelaskan kronologis terjadinya kasus yang memprihatinkan tersebut.
Apalagi beberapa pernyataan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes dan beberapa tokoh
lainnya, terlihat memberatkan (membebankan) kasus ini kepada kesalahan
saya semata.
Berikut kronologisnya:
1. Tanggal 9 Februari 2006 (Kamis), saya bersama tiga pejabat dari Word
Sport Group kembali dari Papua. Saya tidak membawa formulir pendaftaran,
karena menurut pihak Persipura, mereka belum bisa memenuhi deadline
pendaftaran ke AFC tanggal 12 Februari 2006. Penyebabnya, mayoritas pemain
lokal belum memiliki paspor.
Saya nyaris putus asa, karena disebutkan semua pemain sedang melakukan
pertandingan away ke Persmin Minahasa. Saya hanya ingatkan agar secepatnya
mengurus semua keperluan yang dibutuhkan dalam pendaftaran tersebut.
2. Tanggal 10 Februari 2006 (Jumat), saya menerima titipan pendaftaran
dari Arema Malang. Mereka harus menitipkan ke saya karena di formulir
pendaftaran dengan tegas disebutkan harus ditandangani pejabat General
Secretary Football Association masing-maing klub. Berarti, harus
ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes, Dan formulir
pendaftaran yang asli harus dikirim lewat pos ke AFC.
3. Tiba di Jakarta, hari Sabtu dan Minggu, kantor PSSI libur. Tanggal 12
Februari 2006 (Senin), saya dapat informasi bahwa Sekjen PSSI, Nugraha
Besoes berada di Kuala Lumpur sedang mengikuti kursus Futuro AFC.
Saya kemudian melapor ke Manajer Kompetisi BLI, Djoko Driyono masalah ini.
Dia juga bingung karena Ketua Bidang Luar Negeri PSSI, Dali Tahir pun
sedang berada di Kuala Lumpur dalam rangka kegiatan AFC.
4. Praktis formulir pendaftaran tidak bisa dikirim, karena Sekjen PSSI
tidak berada di tempat.
5.Tanggal 13 Februari 2006 (Selasa) sore, Sekjen PSSI, menelpon Djoko
Driyono dari Kuala Lumpur. Beliau memberitahukan, deadline pendaftaran
Arema Malang dan Persipura Jayapura yang sudah lewat. Ditegaskannya, jika
keesokan harinya tidak dikirim, kedua tim akan didiskualifikasi. Ketika
ditanya soal kewajiban adanya tandatangan Sekjen PSSI di formulir itu, dia
menyarankan segera serahkan saja ke sekretarisnya di PSSI, Sdri. Nining.
6. Tanggal 14 Februari 2006 (Rabu) semua berkas diserahkan sdr.Syaful
(Staf kompetisi BLI) ke Sdr.Idrus. (Kepala Tata Usaha PSSI). Sdr.Syaiful
menjelaskan, dirinya sendiri melihat surat itu dikirim dan ditandangani
Sekjen PSSI diperoleh dengan cara scanning.
7. Tanggal 15 Februari 2006, pihak Persipura Jayapura baru bisa memenuhi
persyataran yang ditentukan AFC. Sdr.Syaiful (atas perintah Sdr.Djoko
Driyono) kembali menyerahkan berkasnya ke PSSI.
8. Pengiriman formulir Arema (Rabu) dan Persipura (Kamis) by faks ke AFC,
yang dilakukan staf PSSI, Nining saya saksikan langsung.
9.Karena sudah mengirimkan semua berkas pendaftaran, kami sangat yakin
soal deadline akan selesai. Apalagi Sekjen PSSI dan ketua Bidang Luar
Negeri PSSI ada di sekretariat AFC di Kuala Lumpur.
10. Ternyata saat tiba di Kiuala Lumpur, 22 Februari 200 (Rabu) dalam
rangka workshop Champions Asia, kami mendapat kabar bahwa Arema dan
Persipura didiskualifikasi.
11. Dalam penjelasannya kepada Direktur Eksekutif BLI, Andi Darussallam.
Deputy General Secretary AFC, Dato Paul Mony menjelaskan, dirinya heran,
hingga rapat Komite Eksekutiof AFC, 21 Februari 2006 (Selasa) malam, tidak
ada satu pun pejabat dari PSSI yang menjelaskan ke AFC soal keterlambatan
pendaftaran pemain tersebut. Menurutnya, jika ada pejabat PSSI yang
menjelaskan keterlambatan itu, pasti takkan didiskualifikasi.
12.Hal ini yang membuat saya terkejut. Bukankah, Sekjen PSSI mengetahui
soal keterlambatan pendaftaran Arema dan Persipura, yang beresiko
dicoretnya kedua tim dari AFC Champions Asia?
13. Akhirnya, saya dengan tulus meminta maaf kepada Arema Malang dan
Persipura atas terjadinya kasus yang sangat memilukan ini. Saya hanya
jelaskan, keterlambatan pengiriman (sekitar 2 hari), karena Sejen PSSI tak
berada di tempat selama berhari-hari.
14. Saya juga minta maaf kepada ketua BLI, Nirwan D Bakrie yang menjadi
repot akibat kasus ini, Kasihan, beliau yang punya nait tulus untuk
memajukan sepakbola negeri ini, dengan tekad dan komitmen yang luar biasa.
Terima kasih atas Perhatiannya.
Barry Sihotang
Asisten Manajer Kompetisi BLI
Foto: Surat penjelasan Barry Sihotang (detiksport/Andi AS).
[Non-text portions of this message have been removed]
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/