Minggu, 06 Agustus 2006 OLAHRAGA
"Ideologi Baru" dari Jose Mourinho
SEBAGIAN dari kita mungkin kaget dan geli melihat penampilan baru
arsitek Chelsea, Jose Mourinho. Rambut tebal dan ikalnya
yang "Mourinho banget" dipangkas habis. Sekarang rambutnya bros,
mirip bintang film Indonesia - Fauzi Baadilla.
Kalau dengan potongan rambutnya yang dahulu Mourinho terlihat lumayan
kalem, sekarang berkesan lebih muda, tetapi juga tampak sangar. Model
baru itu terasa pas dengan karakternya yang angkuh, arogan, dan amat
percaya diri.
Muda, dinamis, sensasional, ambisius, kaya inovasi, dan berprestasi.
Itulah Jose Mourinho, warga Portugal yang sukses di tanah Inggris.
Usianya yang kepala empat termasuk muda untuk ukuran pelatih. Tetapi
soal prestasi, dia mengungguli pelatih-pelatih yang lebih senior.
Siapa yang mengelak, jika dia (dan Roman Abramovich tentunya) memang
sanggup meniupkan angin segar ke tubuh Chelsea? From nothing to
everything, from zero to hero?
Arogansinya kentara kala melancarkan perang kata-kata dengan para
rivalnya. Psy war bahkan sudah dia mulai jauh sebelum kompetisi Liga
Inggris periode ini bergulir. Dengan acuh ia mengatakan, saingan
beratnya tahun ini "hanyalah" Manchester United (MU) dan Arsenal.
Sosok Mourinho selama ini memang terkesan sering mencari musuh. Dia
tak pernah segan mengumbar celaan, pujian, dan ketidaksukaan kepada
siapa dan apa pun. Mourinho gemar bersensasi. Kalau di buku-buku
cerita silat, si tokoh sakti biasanya punya kebiasaan aneh dan
sedikit "gila", seperti itulah Mourinho. Dia seorang jenius,
seorang "sakti" yang "gila". Sejak masih menjadi pelatih FC Porto,
dia sudah membuat Alex Ferguson geregetan.
Bergabungnya Mourinho ke pentas Liga Inggris bukannya menghapus
permusuhan masa lalu dengan Fergie. Justru makin menjadi. Daftar
musuhnya bertambah karena mengeluarkan banyak lontaran pedas yang
memerahkan kuping coach Arsenal Arsene Wenger.
Hubungan Wenger dan Fergie yang sebenarnya kurang begitu baik pun
sempat "dikompakkan" karena merasa senasib; sama-sama dibuat "panas"
oleh ulah Mourinho.
Dan kini da berulah lagi. Komentarnya di media pascamodel rambut
baru, mungkin saja membuat beberapa pemainnya kebat-kebit. Pelatih
berusia 43 tahun itu mengatakan, dia lebih menyukai pemainnya tampil
rapi seperti dirinya dengan rambut cepak!
Ingin Jadi Panutan
Mourinho ingin model rambutnya dijadikan panutan oleh para pemain.
Army look ini dipilih karena dia menganggap rambut cepak membuat
praktis dan rapi. Lucu juga membayangkan para pemain Chelsea berlatih
bersama, berlarian di lapangan dengan kepala berambut bros.
Dua pemain baru yang didatangkan ke Stamford Bridge, Andriy
Shevchenko dan Michael Ballack memang tidak gondrong seperti Didier
Drogba. Tetapi mereka juga bukan pemain yang suka tampil rapi. Selama
pertandingan, Ballack bahkan selalu cuek. Rambut hitamnya yang
lumayan panjang sering acak-acakan. Dia pun jarang memasukkan kausnya
ke celana.
Setelah bergabung ke Chelsea, bukan tak mungkin kedua pemain baru itu
akan menyesuaikan diri dengan disiplin ala Mourinho. Bagaimana pula
reaksi para pemain gondrong macam Carvalho maupun Drogba? Maukah
mereka mencepakkan rambut demi "ideologi" sang pelatih? Haruskah ciri
khas dan gaya mereka dikalahkan oleh sistem disiplin Mourinho?
Disiplin potong rambut sudah pernah diterapkan oleh pelatih Argentina
Daniel Passarella, dan pelatih Inggris Glenn Hoddle di Piala Dunia
1998. Fernando Redondo memilih untuk menyingkir dari skuad karena
menolak potong rambut. Gabriel Batistuta lebih mau kompromi dengan
merapikan rambut tanpa harus memangkasnya habis.
Potong rambut merupakan satu dari sekian banyak ekspresi disiplin
pelatih. Ada yang memilih menerapkan pola latihan dengan
menomorsatukan fisik seperti Guus Hiddink, atau melarang seks
prapertandingan ala beberapa pelatih Eropa dan Amerika Latin.
Jika Mourinho jadi mewajibkan tiap pemainnya berambut pendek, itu
akan menjadi hal baru di Liga Inggris. Apakah rambut cepak akan
memberi pengaruh pada motivasi bertanding para pemainnya, atau
itu "bahasa" Mourinho agar anak buahnya selalu ingat bahwa dia
sepenuhnya memegang kendali tim?
Kalau dikaitkan dengan disiplin, bukankah Ronaldinho yang gondrong
malah lebih santun dari si bengal Paolo di Canio yang berambut mirip
Mourinho? (Isma Savitri-22)
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/