PARIS -Rekor fantastis Olympique Lyon yang tak terkalahkan dalam 11 laga
sebelumnya akhirnya terhenti. Saat melawat ke kandang Rennes, Stade de la
route de-Lorient, dini hari kemarin WIB, juara Ligue 1 Prancis lima kali
beruntun itu tumbang dengan skor tipis 0-1 (0-1). Satu-satunya gol yang
menghentikan rekor 10 kemenangan beruntun Lyon itu diciptaan Stephane Mbia
pada menit ke-13.

Namun, meski kalah, posisi Lyon di puncak klasemen masih belum tersentuh
(lihat data dan fakta). Hingga laga ke-12, tim besutan Gerard Houllier itu
masih kukuh di puncak klasemen dengan 31 poin. Torehan poin itu jauh di atas
runner up Lille yang baru mengemas 21 angka setelah dalam waktu bersamaan
berhasil menang telak 3-0 atas tuan rumah Valenciennes.

Kekalahan Lyon ini diikuti oleh salah satu pesaing terkuatnya, Marseille.
Secara mengejutkan, Franck Ribery dkk ditumbangkan tamunya, Lorient, dengan
skor 0-1. Akibatnya, Marseille kini harus terlempar ke posisi keempat
klasemen dengan 20 poin. Itu adalah kekalahan keempat Marseille dalam enam
laga terakhir.

Kekalahan atas Rennes tersebut membuat Presiden Lyon Jean Michel Aulas marah
besar. Menurutnya, kekalahan timnya itu disebabkan oleh jadwal yang disusun
oleh manajemen Liga Prancis.

"Kenapa kami harus bermain pada Sabtu sore sedangkan Rabu malam kami masih
berlaga melawan Dinamo Kiev (di Liga Champions). Jauh-jauh hari kami sudah
meminta kepada manajemen liga untuk memikirkan hal seperti ini. Tapi, mereka
menolaknya," kata Aulas.

Dia menegaskan bahwa timnya kalah karena hampir semua pemain masih kelelahan
setelah menang 1-0 atas Kiev tiga hari lalu. Kekalahan tim yang sedang
berburu rekor menjadi jawara enam musim beruntun itu kian lengkap setelah
pada menit ke-78, gelandang serang asal Brazil, Juninho Pernambucano,
dikartu merah karena melakukan pelanggaran keras terhadap Romain Danze.

Tampil tanpa bek tengah Cris, Lyon langsung tampil dengan tempo tinggi. Pada
menit ke-25, mereka hampir saja unggul andai tembakan keras Sylvain Wiltord
tidak ditepis kiper Rennes Simon Pouplin. Pada menit ke-50, Wiltord kembali
mendapat peluang emas, tapi lagi-lagi bisa dimentahkan Pouplin.

Pada babak kedua, masuknya Florent Malaouda menggantikan bek Jeremy Berthod
membuat alur serangan Lyon kian deras mengalir. Tapi, semua peluang itu
menjadi sia-sia karena cemerlangnya penampilan Pouplin di laga ini.

"Kami sangat senang bisa menjadi tim pertama yang mengalahkan mereka. Di
babak pertama, kami bisa tampil dominan dan kemudian mampu bertahan dari
serangan gencar Lyon pada babak kedua. Sangat membanggakan ketika saya
menerima ucapan selamat dari Gerard Houllier dan Gregory Coupet (pelatih dan
kiper Lyon, Red)," kata Pouplin. (ali)
indopos


[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke