Setuju gw dengan poin-poin loe ...
Seperti juga yg tadi gw tulis di milis Milanisti-Indonesia, gw merasa PW sudah 
memasukkan suatu karakter ke timnas, walaupun karakter itu baru muncul 
akhir-akhir ini. Tapi itulah proses, tak bisa langsung pengen menang seperti 
kata orang yg ber"wibawa" tapi tak berwibawa itu ...
Gw merasa pelatih-pelatih Eropa yg kuat (dari sisi karakter) biasanya 
memasukkan pula karakter tertentu ke tim yg dilatihnya ...
Kalo kita ingat dari jaman dulu katanya pernah ada Toni Pogacnij (CMMIW in the 
name writing) ... dia begitu kuat, dia juga begitu melegenda dan dicinta karena 
dia sendiri punya karakter dan juga memberikan karakter ke timnas (itu yg gw 
baca)

Pelatih-pelatih yg punya karakter yg pernah gw liat tim racikannya bermain, a.l:
- Bertje Matulapelwa (alm.) yg bisa membawa suasana bagus ke dalam tim dan bisa 
menyatukan tim ... agak jarang pelatih asli Indonesia punya wibawa seperti om 
Bertje, mungkin bakat Ambon yg senang main bola ada di beliau ..
- Anatoli Polosin yg berprinsip bahwa yg pertama harus dibenahi adalah fisik 
... berikutnya: fisik ... trus: fisik lagi ... kemudian barulah  kekompakan tim 
dan pola permainan. Makanya gak heran dengan latihan fisik ala militer maka 
kita melihat timnya bermain seperti melihat pasukan tempur sedang di medan 
perang ...
- Henk Wullems gw liat bisa melahirkan tim yg berorientasi menyerang. Memang 
dia tidak mempersembahkan trophy seperti om Bertje atau Kamerad Polosin tapi at 
least dia menghadirkan permainan yg (menurut gw) sangat merangsang, 
berorientasi menyerang (ingat: dia dari Belanda), serta dengan pergerakan 
pemain yg sangat mobile ... salah satu yg terindah sejak gw liat timnas, bahkan 
IMO lebih bagus dari tim Bertje dan Polosin, cuma kurang beruntung ...
- Peter Withe sekarang sudah memberi warna baru bagi timnas

Tapi kalo PW akan dipecat maka gw salah satu yg paling menentang, paling tidak 
setuju ... dia sudah mengarah ke track yg sesungguhnya, memunculkan karakter 
dan menyatukan tim ...
Yg diperlukan timnas sekarang ini seandainya PW dipertahankan adalah mencari 
pemain baru atau mematangkan pemain yg sudah ada di posisi playmaker seperti 
halnya dulu kita pernah punya Fachry Husaini, atau yg lainnya untuk posisi itu. 
Yg lainnya adalah mencari calon pengganti kiper yg lebih tenang, lebih 
berteknik, dan lebih muda ...
Juga yg perlu dipikirkan adalah mencari bakat-bakat muda untuk dimatangkan 
untuk posisi-posisi kunci. Contohnya adalah untuk posisi libero, center back, 
atau malah stopper atau apalah namanya yg menjadi jantung di lini pertahanan. 
Lihatlah Singapura kemaren, mereka punya penyerang, Alam Shah, yg tinggi ... 
mereka punya pemain lain yg tinggi-tinggi, atau contohnya Thailand yg punya 
Worawoot Srimaka yg menjulang ... itu baru di Asean, gimana menghadapi timteng 
atau astim/ras kuning ... Eropa gak usah disebut deh ...
Pemuda Indonesia yg tinggi juga perlu di posisi penyerang ... Nova Arianto apa 
kabar ya? Atau kalo gak tinggi, 170-something gpp-lah asalkan punya agility 
luar biasa atau punya loncatan yahuuud (Bambang kali yeee, but Bambang is too 
short) ... kalo gak tinggi atau gak punya speed and agility gimana mo menang 
adu lari? Si Kurus Kurni apa kabar ya? Sudah sedemikian turunkah mainnya?

Itu dulu ahhh ... sekedar uneg-uneg ...


Delfiar


  ----- Original Message ----- 
  From: Kekkai Genkai 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, January 18, 2007 10:10 AM
  Subject: [BolaML] Re: [bola365] Peter White akan dipecat dari PSSI


  Ikutan komen setelah ikut greget td malam... mungkin kita bs bahas PW 
  disini, PW, meski belum memberi banyak pd timnas indo, tp kita pun 
  perlu mengakui bahwa permainan timnas mengalami kemajuan... bagi saya, 
  timnas uda bs memperagakan gaya main yg benar2 lain dr yg selama ini 
  pernah diperagakan oleh timnas, yg kurang hanya di pertahanan, klo 
  untuk sektor penyerangan, uda cukup baik, apalagi jika bisa 
  mengkombinasikan dgn budi S, atep, Ilham & Arif... 

  sy rasa gak ada gunanya mengganti PW, harusnya kita bs tetap dukung PW, 
  membangun satu tim yg kuat itu gak cukup 2 atau 3 tahun saja, perlu 
  waktu yg lama & pembinaan yg berkesinambungan, seperti td ada yg bilang 
  dr soal fisik pemain indonesia pun banyak mengalami kemajuan, 
  penyerangan ok, meski pertahanan masih rentan... 

  apa salahnya kita beri waktu yg panjang buat withe membangun timnas 
  kita... apa dgn ganti pelatih menjamin bisa maju?saya rasa gonta ganti 
  pelatih malah semakin membuang waktu percuma, karena tiap pelatih pasti 
  punya gaya masing2... klo gaya gonta ganti terus, kapan timnas kita bs 
  maju klo waktunya cuma habis buat nyesuain gaya pelatihnya yg terus 
  menerus gonta ganti? 

  *CMIIW

  . 
   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke