--- In [email protected], "Delfiar Sari" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
- Peter Withe sekarang sudah memberi warna baru bagi timnas. Tapi kalo PW akan dipecat maka gw salah satu yg paling menentang, paling tidak setuju ... dia sudah mengarah ke track yg sesungguhnya, memunculkan karakter dan menyatukan tim ... ----- Original Message ----- From: Kekkai Genkai sy rasa gak ada gunanya mengganti PW, harusnya kita bs tetap dukung PW, membangun satu tim yg kuat itu gak cukup 2 atau 3 tahun saja, perlu waktu yg lama & pembinaan yg berkesinambungan, seperti td ada yg bilang dr soal fisik pemain indonesia pun banyak mengalami kemajuan, penyerangan ok, meski pertahanan masih rentan... -------------------------- telat bros.....dipecat juga Mr. PW: dari Kompas: http://www.kompas.com/ver1/Olahraga/0701/18/202855.htm PSSI Pecat Peter Withe Jakarta, Kamis - Indonesia akhirnya memecat pelatih Peter Withe, setelah timnas gagal lolos ke babak semifinal Piala Asean Football Federation (AFF). Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSS), Nugraha Besoes, Kamis (18/1). "Kami akhirnya sampai pada keputuan untuk memutus kontrak pelatih Peter Withe," kata Nugraha Besoes setelah mengadakan pertemuan di Jakarta. Timnas Indonesia, Rabu (17/1) tersingkir di ajang perebutan Piala AFF setelah bermain imbang 2-2 dengan tuan rumah Singapura. Indonesia hanya menempati posisi tiga Grup B meski mengumpulkan nilai sama dengan Singapura dan Vietnam. Dalam tiga pertandingan Grup B, Indonesia bermain imbang 1-1 dengan Vietnam, seri 2-2 dengan Singapura dan menang 3-1 atas Laos. Sementara Singapura mengalahkan Laos 11-0 dan Vietnam menang 9-0 atas negara yang sama. Peter Withe menangani timnas Indonesia sejak 2002 lalu. Sebelumnya ia menangani klub Liga Inggris, Wimbledon (1991-1997) dan Thailand (1998-2002). Withe, kelahiran Liverpool, 30 Agustus 1951. Sebagai pemain ia pernah memperkuat klub-klub besar seperti Nottingham Forest, Newcastle United dan Aston Villa. ----- gitu deh PSSI, bisanya nyalahin satu orang atas kegagalan kolektif. Piala Asia tinggal itungan bulan, kita harus bebenah dari NOL lagi. sapa calon pelatih baru ya??? rahmad dharmawan rasanya layak diberi kesempatan. gak usah orang asing lagi lah, kasih rahmad, cukup ada kualitas, plus militer kalo gak salah (marinir). minimal ada sisi positif yang bisa diharapkan, Disiplin, plus "atmosfir" hubungan pelatih-pemain mungkin bisa lebih berjalan baik. -omar-
