Nemanja Vidic 
The Serbian Jaap Stam 

Manchester United tak pernah kehabisan bakat bagus. Selain dari akademinya 
sendiri, mereka jago dalam menilai pemain sebelum menggaetnya. Nemanja Vidic 
adalah pembelian yang awalnya tampak biasa saja, tapi segera menjadi luar 
biasa. 

     
      Nemanja Vidic, senang bertahan. 
        
"Ia memiliki mentalitas bek sesungguhnya. Melihat Vidic saat berlatih, menekel 
Louis Saha, lalu mengangkat Saha bangun seakan berkata, 'Ini adalah tugasku,' 
saya berteriak dari tepi lapangan, 'Hati-hati tekelnya!'. Vidic berteriak 
kembali, 'Maaf, bos.' Namun, ia tidak sepenuhnya minta maaf. Ia hanya senang 
bertahan," ujar Sir Alex Ferguson di Guardian. 

Sang bos gembira karena keputusannya menjegal Fiorentina, yang hampir menggaet 
Vidic, berbuah manis. Maklum, merogoh kocek sedalam 7,2 juta pound untuk 
mengambil bek yang juga bisa beroperasi sebagai bek kanan itu dari Spartak 
Moskva pada 5 Januari 2006 sempat dipertanyakan. Apalagi, saat itu tentangan 
terhadap Malcolm Glazer belum surut. 

Debut berseragam merah The Red Devils dibuatnya pada semifinal Piala Liga 25 
Januari 2006 melawan Blackburn. Ia menggantikan Ruud van Nistelrooy menjelang 
akhir duel. Walau melakoni debut tak lama setelah digaet, bek Serbia ini 
merasakan kesulitan pada bulan-bulan pertama karena tidak bermain selama lebih 
dari 40 hari karena Liga Rusia telah usai ditambah masalah cedera. 

Cedera juga mencegah Vidic tampil di Jerman 2006. Yang pahit, cedera didapatnya 
saat latihan tim setelah berada di Jerman. Kekuatan pertahanan Serbia, saat itu 
masih bergabung dengan Montenegro, berkurang hingga gagal mengulangi torehan 
hanya kebobolan satu gol pada kualifikasi. 

Kapten Crvena Zvezda 

Vidic segera membuktikan kembali ketangguhannya. Musim ini, Vida, panggilan 
rekan seklub untuknya, tidak butuh waktu lama menembus tim inti Setan Merah. 
Cedera Wes Brown membawa bek kelahiran Uzice ini menjadi pilihan pertama 
mendampingi Rio Ferdinand. Duet ini melahirkan sentra pertahanan United yang 
solid dan sukar ditembus. 

Bakat Vida sudah terpupuk sejak kecil. Lahir dari pasangan Dragoljub, mantan 
pekerja di pabrik tembaga, dan Zora, ibu yang bekerja sebagai pegawai bank, 
Nemanja menggeluti sepakbola sejak berumur tujuh tahun saat masuk ke klub lokal 
Jedinstvo Uzice bersama kakaknya, Dusan. 

Suami dari Ana ini menunjukkan perkembangan pesat dan pindah ke Sloboda Uzice 
pada usia 12 tahun. Ia lalu dicomot tim junior Crvena Zvezda sebelum berumur 15 
tahun. Karier profesionalnya dimulai saat dipinjamkan ke Spartak Subotica pada 
2000 selama setahun. 

Sesudah kembali, Vidic menjadi pujaan Crvena dan menjadi kapten saat meraih 
titel liga pada 2004. Spartak Moskva membelinya pada Juli 2004 dengan transfer 
6 juta euro. 

Sang bek memang punya fisik dan kualitas untuk menjadi pemain kelas dunia. 
Dengan postur 188 cm, Vidic dominan di udara maupun bola-bola bawah. Bek yang 
sempat diminati Liverpool ini kini menjelma menjadi benteng kokoh United. 

Sebutan The Serbian Jaap Stam lantas disematkan pada Vidic untuk menyamakannya 
dengan bek kokoh Belanda eks United itu. Bek bagus yang memberikan trofi, 
seperti yang diyakini Ferguson, akan hadir dalam diri Vida. 

"Tidak ada yang menentukan target bagi kami. Namun, kami sadar bermain untuk 
salah satu klub terbaik di dunia dan kesuksesan kami diukur dari trofi. Kami 
berada di jalur yang tepat dan hal ini terasa menakjubkan," tutur Vida. 
(Christian Gunawan/Foto: Paul Ellis/AFP) 

Nemanja Vidic 
Lahir: 21 Oktober 1981 di Titovo Uzice, Serbia 
Tinggi: 188 cm 
Berat: 85 kg 
Julukan: Vida 
Istri: Ana 
Orangtua: Dragoljub dan Zora 
Kakak: Dusan 
Klub junior: Jedinstvo Uzice (1989-93), Sloboda Uzice (1994-96), Crvena Zvezda 
(1996-2000) 
Karier Klub 
2000-01 Spartak Subotica (27 / 6) 
2001-02 Crvena Zvezda (22 / 2) 
2002-03 Crvena Zvezda (25 / 5) 
2003-04 Crvena Zvezda (20 / 5) 
2004 Spartak Moskva (12 / 2) 
2005 Spartak Moskva (27 / 2) 
2005/06 Manchester United (11 / 0) 
2006/07 Manchester United (20 / 3 *) 
(*): Hingga pekan ke-27 
Debut timnas: 12 Oktober 2002, Italia vs Serbia-Montenegro 
Karier timnas: 20 penampilan, 1 gol 
Gelar: 1 Juara Liga Serbia-Montenegro (2004), 1 Juara Piala Serbia-Montenegro 
(2004), 1 Juara Piala FA (2006) 

 

 

Pekerja Sederhana 

Menyatunya salah satu pesepakbola terbaik Serbia dengan calon sarjana ekonomi 
Universitas Beograd seharusnya menjadi makanan empuk bagi media, terutama 
paparazzi. 

Namun, Nemanja Vidic tidak menikahi Ana, cintanya, dalam glamor selebritas 
musim panas lalu. Vidic lebih memilih sebuah restoran kecil yang ada di 
Pegunungan Zlatibor dekat kampung halamannya. Pesta cuma dihadiri keluarga dan 
teman dekat. 

Kesederhanaan Nemanja bisa jadi sudah terpelihara dalam keluarga Vidic. Ia 
lahir menjadi keluarga kelas pekerja dan tumbuh di Uzice, sebuah kota kecil 
yang penduduknya lebih sedikit dibanding kapasitas Old Trafford. 

Tidak mengherankan bila sang bek bersedia dipinjamkan ke Spartak Subotica 
karena Crvena Zvezda membelikannya sepasang sepatu, yang konon masih digunakan 
Vidic hingga sekarang, plus janji bermain di level profesional. 

Tak aneh pula bila kemudian Vida merasa kaget menjalani perubahan saat pindah 
ke Manchester meski tidak asing dengan kehidupan malam di Moskow. Ia harus 
beradaptasi dengan perhatian dan asa luar biasa besar dari pendukung, bahasa 
Inggris, serta tentu saja gaya hidup baru. (chrs) 

 

 

Ayah Baru 

Satu orang yang mendapat ucapan terima kasih besar dari Nemanja Vidic untuk 
kariernya adalah Sir Alex Ferguson. Saat menjalani awal berat di Manchester, 
perhatian besar diberikan bos asal Skotlandia itu. 

Tidak hanya nasihat bagus yang diberikan Ferguson yang dirasakan amat berguna 
bagi Vida. Lebih lagi, kepedulian sang pelatih terhadap semua anak asuhannya 
membuat sang bek takjub dan kagum. 

"Setiap hari ia menyisihkan semenit dua menit bagi masing-masing dari kami 
untuk berbicara dan menanyakan apakah semua baik-baik saja, bagaimana keadaan 
di rumah, atau apakah kami membutuhkan bantuan. 

Vida juga berterima kasih atas kesabaran Fergie saat ia belum stabil di tim 
utama. "Ia berkata, 'Jangan kecewa, santai saja. Semua akan baik-baik saja.' Ia 
bagai seorang ayah bagi saya dan saya ingin membalasnya," ucap Vidic. Tak 
mengherankan bila Vidic selalu bermain total untuk Fergie dan United. (chrs) 


Mengenang Vlada 

Nemanja Vidic adalah salah satu orang yang menghargai benar sebuah kualitas 
kehidupan bernama persahabatan. Nemanja dan Vladimir "Vlada" Dimitrijevic 
bertemu di tim junior Crvena Zvezda dan segera menjadi sabahat karib. 

Mereka memiliki mimpi yang sama, yakni suatu hari akan masuk di tim senior klub 
yang pernah diakrabi sebagai Red Star Belgrade itu. Pada 29 Juni 2001, Vlada 
dikontrak selama lima tahun oleh Crvena Zvezda, klub kecintaannya. 

Impian menjadi kenyataan. Sebuah hadiah ulang tahun ke-20 nan luar biasa untuk 
Vlada. Debut di tim senior dilakoni si sobat pada 20 Agustus 2001 melawan 
Mladost Apatin. Dari sana, Vlada mendapat pujian atas performa apiknya. 

Vlada terpilih mewakili Red Star untuk partai perpisahan Dragan Stojkovic di 
Jepang. Namun, pada latihan terakhir, ia terjatuh di atas lapangan Marakana. 
Tak seorang pun bisa menolongnya. Jantung Vlada berhenti berdetak. Hari itu 1 
Oktober 2001. Klub dan Serbia kehilangan pemain berbakat. 

"Kami berbagi banyak mimpi. Kami ingin mencapai langit dengan tim kami. Sayang, 
Vlada pergi. Namun, kenangan menetap. Saat bermain, saya memikirkan sang 
sahabat dan akan melakukan apa saja utuk menyimpan kenangan tentang dirinya," 
ucap Vidic di situs pribadinya, nemanjavidic.com. 

Memperlihatkan kaus bergambar sahabat setelah membuat gol adalah salah satu 
cara Nemanja. Mengabarkannya pada antero dunia adalah cara lainnya. 
. 
 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke