jawapos.com

Rabu, 04 Apr 2007,
TUGAS BERAT 



Chelsea v Valencia 
LONDON - Chelsea boleh memiliki materi pemain lebih
baik daripada Valencia. Tapi, di pentas Liga
Champions, pamor The Blues masih kalah dari El Che.
Meski sama-sama belum pernah juara, Chelsea belum
sekalipun melenggang ke final. Bandingkan dengan
Valencia yang dua kali menjadi finalis (2000 dan
2001).

Karena itu, Chelsea jangan pernah menganggap enteng
Valencia saat duel pertama perempat final di Stadion
Stamford Bridge, London, dini hari nanti (tayangan
langsung RCTI pukul 01.45 WIB). Apalagi, pasukan
Valencia datang dengan modal menang 3-2 atas Espanyol
di pentas Liga Primera Spanyol akhir pekan lalu.

"Saya tahu kalau Chelsea saat ini tampil kurang
greget. Saya berharap mereka terus bermain seperti itu
karena saya tahu Chelsea sangat sulit dikalahkan jika
mereka tampil bagus," kata David Villa, penyerang
Valencia, seperti dilasir Sportinglife. 

"Motivasi kami sedang tinggi-tingginya setelah menang
(3-2) lawan Espanyol. Saya yakin, dengan mencetak satu
gol tandang dan tak kalah akan memberikan banyak
keuntungan pada leg kedua nanti," sambung striker
Timnas Spanyol itu. 

Optimisme itu harus diimbangi dengan kerja keras di
atas lapangan. Sebab, El Che bakal tampil dengan
materi pemain yang tidak sempurna. Beberapa pilar
mereka absen. Sebut saja Carlos Marchena dan Javier
Navarro yang terkena skorsing. Sementara Fernando
Morientes mengalami cedera pergeseran bahu.

"Beberapa pemain kami absen. Namun, Chelsea bukanlah
tim yang sama seperti saat dimulainya era (Roman)
Abramovich. Chelsea juga menghadapi sejumlah masalah
internal," kata Villa.

Ya, seperti halnya tim tamu, tuan rumah juga
kehilangan beberapa pemain kunci. Di antaranya winger
Arjen Robben yang mengalami cedera lutut. Namun,
kekuatan Chelsea mendapat suntikan tenaga dengan
pulihnya kondisi Joe Cole, Wayne Bridge, dan Lassana
Diarra. 

"Sangat berat lolos ke semifinal untuk kedua kalinya
dalam tiga tahun terakhir. Kami harus bermain lebih
progresif," cetus Jose Mourinho, pelatih Chelsea.

Sementara itu, kiper Petr Cech menyesalkan hasil
drawing yang memaksa Chelsea harus melawat ke markas
Valencia pada leg kedua. Cech lebih senang jika mereka
yang lebih dulu melawat ke Mestalla. "Sebaiknya kami
menjamu mereka di leg kedua. Tapi, sudahlah. Lupakan
semuanya, kami harus konsentrasi menjamu mereka," kata
Cech. (bas)


PERKIRAAN PEMAIN
Chelsea (4-4-2): 1-Cech (g); 19-L. Diarra, 6-Carvalho,
26-John Terry, 3-Ashley Cole; 12-John Obi Mikel,
4-Makelele, 13-Ballack, 8-Lampard; 11-Drogba,
7-Shevchenko 
Pelatih: Jose Mourinho
Cadangan: 23-Cudicini, 9-Boulahrouz, 5-Essien (kk),
20-Ferreira, 10-Joe Cole (kk), 21-Kalou, 24-S.W
Phillips
Valencia (4-4-2): 1-Canizares (g); 2-Miguel, 4-Ayala,
20-Albiol, 24-Moretti; 15-Joaquin, 6-Albelda,
16-Viana, 21-Silva; 10-Angulo (kk), 7-Villa 
Pelatih: Quique Sanchez Flores
Cadangan: 25-Butelle, 3-Del Horno, 14-Vicente, 18-J.
Lopez, 23-C. Torres, 31-Pallardo, 34-J. Guerra


FACTS AND FIGURES
1. Ini pertemuan pertama kedua tim di pentas Eropa. 
2. Chelsea sudah sembilan kali menjamu wakil Spanyol
dengan hasil tujuh kali menang dan sekali kalah.
Sementara Valencia sudah 13 kali melawat ke Inggris.
Hasilnya, dua kali menang, delapan kali seri, dan tiga
kali kalah. 
3. Dalam 14 laga home terakhir di kancah Eropa,
Chelsea baru sekali menelan kekalahan. Yakni saat
ditaklukkan Barcelona 1-2 di Stamford Bridge, 22
Februari 2006. 
4. Musim ini Chelsea belum pernah kalah dalam semua
laga home Liga Champions. The Blues juga hanya
kebobolan di Stamford Bridge ketika menjamu FC Porto. 


ROAD TO PEREMPAT FINAL

CHELSEA
Babak 16 Besar 06-03-2007 Chelsea v Porto 2-1
21-02-2007 Porto v Chelsea 1-1 
Kualifikasi Grup
05-12-2006 Chelsea v Levski Sofia 2-0 
22-11-2006 Bremen v Chelsea 1-0
31-10-2006 Barcelona v Chelsea 2-2
18-10-2006 Chelsea v Barcelona 1-027-09-2006 Levski
Sofia v Chelsea 1-3 12-09-2006 Chelsea v Bremen 2-0

VALENCIA
Babak 16 Besar 
06-03-2007 Valencia v Inter 0-021-02-2007 Inter v
Valencia 2-2
Kualifikasi Grup
05-12-2006 Roma v Valencia 1-022-11-2006 Valencia v
Olympiakos 2-031-10-2006 Shakhtar v Valencia
2-218-10-2006 Valencia v Shakhtar 2-027-09-2006
Valencia v Roma 2-112-09-2006 Olympiakos v Valencia
2-4
Babak Kualifikasi 22-08-2006 Valencia v Salzburg
3-009-08-2006 Salzburg v Valencia 1-0

Rabu, 04 Apr 2007,
Bocoran dari Mantan 



Untuk mengenal permainan Valencia, kubu Chelsea
mengirimkan mata-mata ketika El Che melawan Espanyol
dalam lanjutan Liga Primera Spanyol pekan lalu. Hal
yang sama dilakukan kubu Valencia. Pelatih Quique
Sanchez Flores mengirim salah seorang stafnya untuk
menyaksikan duel away Chelsea di kandang Watford dalam
lanjutan Premier League pekan lalu. 

Sama-sama mengirim mata-mata, namun Flores memiliki
referensi yang lebih detil soal kekuatan Chelsea.
Selain masukan dari staf teknis yang ditugaskan ke
Inggris, Flores juga mendapatka masukan dari Asier del
Horno, bek yang musim lalu masih membela Chelsea.
Pemain lain seperti Edu, Hugo Viana, dan Fernando
Morientes juga dimintai masukan lantaran pernah
mencicipi atmosfer sepak bola Inggris. 

Sebagai mantan pemain The Blues, Del Horno jelas paham
kondisi Chelsea. "Musim ini Chelsea tidak solid," kata
Del Horno seperti dilansir The Sun. "Mereka memakai
sistem permata di lapangan tengah dengan dua penyerang
yang membuat permainan Chelsea kurang mengalir. Mereka
tak akan bisa menekan kami jika kehilangan bola dan
kami tak boleh membuang kesempatan jika kami
mendapatkannya," jelasnya. 

Del Horno berharap Valencia bisa memetik hasil seri,
sehingga memberikan keuntungan saat giliran menjamu
Chelsea di Stadion Mestalla pekan depan. "Kunci untuk
mengalahkan Chelsea adalah, kami harus fokus pada
pertahanan, tak kehilangan konsentrasi atau membuat
kesalahan," katanya. 

Momentum kembali ke Stamford Bridge akan dimanfaatkan
Del Horno untuk menunjukkan kualitasnya. "Saya
berharap fans Chelsea akan berkata bahwa Del Horno
ternyata pemain yang berkualitas. Saya hanya berpikir
positif, bahwa saya meninggalkan Chelsea, tapi
bergabung dengan tim yang tak kalah hebat, Valencia,"
tegasnya. (bas)

Rabu, 04 Apr 2007,
Mourinho v Abramovich Semakin Panas 



Hubungan Jose Mourinho dengan pemilik Chelsea Roman
Abramovich terus memanas. Indikasinya terlihat dari
keengganan Abramovich mengunjungi kamar ganti pemain
Chelsea usai menang 1-0 atas Watford dalam lanjutan
Premier League Inggris di Stadion Vicarage Road,
Watford, akhir pekan lalu. 

Yang menemui John Terry dkk justru tiga petinggi
Chelsea lainnya, yakni Bruce Buck (direktur), Peter
Kenyon (chief executive), dan Eugene Tenenbaum
(direktur). Sementara Abramovich tetap berada di luar
kamar ganti, bercanda dengan beberapa ofisial The
Blues lainnya.

Yang menarik, Mourinho bukannya berusaha memperbaiki
hubungan dengan Abaramovich. Mantan pelatih FC Porto
itu justru membuat pernyataan yang memanaskan telinga
konglomerat asal Rusia itu. Diungkapkan Mourinho,
Chelsea saat ini tak punya dana untuk membeli pemain
belakang. Padahal, dia sangat tertarik memboyong bek
Porto, Pepe.

"Pepe sangat memikatku. Saya sudah ngebet memboyong
Pepe sejak lama. Namun, saya tak berpikir kalau
Chelsea menginginkan Pepe karena mereka sekarang
sedang tak punya uang," jar Mourinho seperti dilansir
Sportinglife setelah menyaksikan laga Benfica lawan
Porto, Minggu lalu. 

Permintaan Mourinho memang sulit dipenuhi Abramovich,
yang telah mengucurkan dana sebesar 400 juta pounds
atau lebih dari Rp 6 triliun sejak membeli The Blues
pada musim 2004. Apalagi, Abramovich kabarnya sudah
punya rencana untuk mendepak Mourinho jika dia gagal
membawa Chelsea memenangkan trofi Liga Champions.
(bas)

Rabu, 04 Apr 2007,
Bak Musuh Bebuyutan


AS Roma v Manchester United 
ROMA - AS Roma dan Manchester United selama ini belum
pernah berjumpa di even resmi. Duel di Stadion
Olimpico dini hari nanti, merupakan pertemuan pertama
mereka di kancah Eropa. Kendati belum pernah bersua,
atmosfer jelang laga yang menurut rencana bakal
ditayangkan langsung ESPN mulai pukul 01.45 WIB itu,
bak pertemuan antara dua musuh bebuyutan.

Wasit belum meniup peluit tanda kick-off, publik sudah
disuguhi perang urat syaraf dari kedua tim. United lah
yang pertama memancing suasana keruh lewat pernyataan
Manajer Sir Alex ’Fergie’ Ferguson yang tidak
menganggap Francesco Totti sebagai pemain hebat.
Fergie menilai, bukan Totti yang paling berbahaya di
kubu Roma, tapi Amantino Mancini dan Danielle de
Rossi. 

Pernyataan itu membuat Totti panas, dan makin
bersemangat untuk tampil all out dini hari nanti.
"Terus terang, kami sangat puas bisa menembus perempat
final. Namun, kami jelas tak ingin berhenti sampai di
sini,"papar Totti kepada Sky Sports. "Fergie harus
belajar kenal siapa Totti. Dia akan melihat penampilan
saya secara langsung. Saya berharap dia akan terus
mengingat namaku,"tandasnya. 

Dalam laga nanti, Pelatih AS Roma Luciano Spalletti
tidak bisa menurunkan David Pizarro yang terkena
skorsing. Itu memaksa Spalletti untuk melakukan
perubahan dengan mendorong Cristian Chivu yang biasa
bermain sebagai stopper untuk menempati posisi
gelandang. Namun, masalah yang dihadapi United jauh
lebih pelik. 

Di barisan belakang, Fergie tak bisa menurunkan
Nemanja Vidic yang mengalami cedera tulang paha, dan
harus absen hingga akhir musim. Gary Neville dan
Mikael Silvestre sebelumnya sudah terlempar dari skuad
juga karena cedera. Di lapangan tengah, Fergie
terpaksa memasukkan nama Darren Fletcher dalam skuad,
menyusul absennya Park Ji-sung yang mengalami cedera
lutut. 

Sementara di barisan depan, kondisi Louis Saha masih
meragukan akibat cedera hamstring yang diderita saat
latihan. Tapi, kabar terakhir menyebutkan, kondisi
Saha mulai membaik. 

"Ini bukan lawatan yang mudah,"aku Ryan Giggs,
gelandang senior United kepada Channel4. "Roma memang
baru kali ini lolos babak knockout. So, ini merupakan
ujian United di territorial yang baru,"ungkapnya. 

Giggs mengingatkan rekan-rekannya agar tetap
mewaspadai Roma. Giggs berkaca pada kegagalan
Olympique Lyon di babak 16 besar lalu. "Terus terang,
mereka sebetulnya tim yang solid. Tim yang bisa
mengalahkan Lyon 2-0 di depan publiknya sendiri, jelas
tim yang luar biasa,"timpalnya. "Namun, jika kami
bermain seperti yang kami pertontonkan selama ini,
kami masih punya peluang,"lanjutnya. (bas)

jawapos.com

Rabu, 04 Apr 2007,
Redam Bara Emosi Giallorossi 


Pelatih Manchester United Sir Alex ’Fergie’ Ferguson
sadar dampak dari pernyataan yang dilontarkan terhadap
kapten AS Roma, Francesco Totti. Komentarnya yang
meremehkan kemampuan AS Roma tersebut, justru malah
membuat motivasi Totti dan rekan-rekannya untuk
mengalahkan Manchester United semakin membara. 

Nah, sadar kalau ucapannya malah membangkitkan spirit
tempur punggawa Giallorossi -julukan AS Roma-Fergie
kemarin mulai merubah penilaiannya soal Totti. Dia tak
lagi meremehkan, tapi sekarang dia malah meminta
pemainnya untuk mewaspadai Totti. "Totti adalah
arsitek dari segala permainan yang dirancang Roma.
Kami harus melakukan yang terbaik untuk
mengatasinya,"papar Fergie kepada The Sun. 

"Namun, kami tak pesimistis karena itu justru akan
menyulitkan kami. Saya pikir, ini memang laga perempat
final yang paling ketat. Kami harus merancang strategi
yang tepat, karena kami tak ingin menghadapi
masalah,"lanjutnya. 

Meski cemas pada Totti, Fergie belum berpikir untuk
menugaskan salah seorang pemain untuk mengawalnya.
"Yang jelas, kami tak akan membiarkan Totti mengontrol
permainan. Dia pemain yang licin, kami harus
mengatasinya,"tandasnya. 

Jika Fergie cemas pada Totti, Direktur Teknik Roma
Daniele Baldini mengkhawatirkan keberadaan Cristiano
Ronaldo di kubu United. Baldini melihat langsung
penampilan brilian Ronaldo ketika United melibas
Blackburn Rovers 4-1 akhir pekan lalu. "Kami tahu,
Ronaldo salah satu pemain yang harus dimatikan jika
kami ingin mengalahkan United. Dia salah satu pemain
terbaik dunia saat ini,"ingat Baldini.

Baldini juga belum bisa memastikan apakah arsitek
Luciano Spalletti akan menugaskan salah seorang bek
untuk menghambat pergerakan Ronaldo. "Spalletti tentu
sudah mengantisipasi keberadaan Ronaldo. Jadi, kita
lihat saja apa yang dia lakukan nanti,"timpalnya.
(bas) 

Rabu, 04 Apr 2007,
Cegah Perang Suporter, Hindari Rute Ultras 


Tidak hanya di lapangan, atmosfer di luar lapangan
saat laga AS Roma lawan Manchester United dini hari
nanti diprediksi juga memanas. Gesekan antarsuporter
bisa saja terjadi mengingat kedua tim memiliki
pendukung yang sama-sama fanatik. Roma sebagai tuan
rumah jelas memiliki pendukung yang lebih banyak. 

Karena pertimbangan itulah, ofisial United
mengingatkan suporter mereka untuk mewaspadai perilaku
suporter garis keras Roma, Ultras. Peringatan itu
disampaikan lantaran ribuan pendukung United
dipastikan hadir di Olimpico untuk mendampingi tim
kesayangannya. Nah, kehadiran suporter dalam jumlah
besar itu, berpotensi menimbulkan gesekan. "Ada
ancaman serius dari tifosi Ultras. Kami meminta kalian
untuk memerhatikan keselamatan pribadi, itu yang
paling penting,"demikian peringatan yang disampaikan
ofisial United seperti dikutip The Sun. "Kalian harus
menahan diri untuk tidak menumpang kereta metro ke
arah Piazza Faminio, atau mencoba melintas di jembatan
Ponte-nenni, karena itu merupakan rute yang biasa
dipakai Ultras saat menuju stadion,"timpalnya. 

Ofisial United berkaca dari pengalaman musim lalu, di
mana tiga pendukung Middlesbrough ditikam tifosi Roma,
dan 10 suporter lainnya mengalami luka-luka akibat
bentrok jelang laga perempat final Piala UEFA. Menurut
catatan ofisial, sekitar 6 ribu pendukung United sudah
berada di Roma. Tapi, hanya 1.500 suporter yang
mengantongi tiket. Nah, ribuan lainnya yang tak
memiliki tiket itulah, yang bisa menimbulkan masalah
di luar stadion. (bas)

Zona Champions
www.zonabola.com - Rabu, 4 Apr 2007, 04:50
Liverpool Permak PSV 3-0 

Liverpool seolah sudah menaruh satu kakinya di babak
semifinal Liga Champions setelah pada leg pertama
perempatfinal sukses menghancurkan tuan rumah PSV
Eindhoven 3-0 di Stadion Phillips, Selasa (3/4).
Kemenangan telak ini membuat Liverpool selangkah lagi
akan melaju ke semifinal karena meski pada leg kedua
kalah 0-2 pasukan Rafael Benitez ini akan tetap
melenggang. Apalagi mereka akan tampil di kandang
sendiri, Stadion Anfield. 

Tampil di depan pendukung lawan tak membuat Liverpool
ciut dan sukses menciptakan beberapa peluang matang
diantaranya melalui kapten Steven Gerrard.

Laga berjalan 27 menit, Liverpool membuka
keunggulannya melalui tandukan Gerrard yang
menyelesaikan umpan matang bek kanan Steve Finnan dari
sisi kiri pertahanan PSV.

PSV sendiri juga sempat mendapatkan dua peluang yakni
melalui gelandang jangkar Philip Cocu dan Mika
Vayrynen, namun tak ada yang menemui sasaran.

Empat menit babak kedua berjalan, Liverpool membuat
publik di Stadion Phillips semakin terdiam saat
kesalahan Timmy Simons dalam membuat bola langsung
dimanfaatkan bek kiri John Arne Riise untuk melepaskan
tendangan keras kaki kiri dari jarak sekitar 25 meter
dan tak mampu dijangkau kiper Heurelho Gomes.

Liverpool semakin dominan dengan mencetak gol ketiga,
pada menit k-63, setelah umpan yang lagi-lagi
dilepaskan Finnan dimaksimalkan penyerang jangkung
Peter Crouch dengan sundulan terarah yang tak tertahan
Gomes.

Tambahan satu gol ini membuat Crouch bersama gelandang
AC Milan Kaka bertengger di puncak daftar pencetak gol
terbanyak Liga Champions dengan enam gol.

Zona Champions
www.zonabola.com - Rabu, 4 Apr 2007, 04:03
Muenchen Imbangi Milan 2-2 

Gol kedua palang pintu Daniel van Buyten pada masa
injury time menyelamatkan Bayern Muenchen dari
kekalahan saat bermain imbang 2-2 dengan tuan rumah AC
Milan pada leg pertama babak perempatfinal Liga
Champions di Stadion San Siro, Selasa (3/4).
Hasil imbang ini tentunya menguntungkan Bayern yang
pekan depan akan ganti menjamu Milan di Allianz Arena.
FC Hollywood cuma membutuhkan hasil imbang tanpa gol
atau 1-1 untuk melaju ke semifinal.

Sejak peluit awal dibunyikan kedua tim silih berganti
melancarkan serangan dan mampu menciptakan beberapa
peluang matang.

Bayern, yang tidak diperkuat penjaga gawang yang juga
kapten Oliver Kahn dan gelandang Mark van Bommel yang
terkena hukuman, mendapat peluang pada saat laga
berjalan 13 menit melalui tendangan Bastian
Schweinsteiger yang ditepis kiper Nelson Dida.

Berselang beberapa menit kemudian, Bayern kembali
mengancam gawang Dida lewat tendangan kaki kiri
Andreas Ottl, untungnya Dida kembali berhasil
menepisnya.


Pada menit ke-36, giliran Milan yang mengancam saat
umpan Massimo Oddo disundul penyerang Alberto
Gilardino, namun penjaga gawang Michael Rensing
menunjukan ia pantas menggantikan posisi Kahn dengan
menggagalkannya.

Lima menit sebelum turun minum, Milan akhirnya mampu
memecah kebuntuan melalui tandukan gelandang Andrea
Pirlo yang memaksimalkan umpan Oddo. Gol ini tak lepas
dari kecerdikan Pirlo melepaskan diri dari jebakan
off-side.

Di babak kedua, Bayern berusaha keras untuk menyamakan
kedudukan dengan semakin intensif melancarkan serangan
ke jantang pertahanan Milan. Dan untuk dapat menambah
daya dobrak, pelatih Bayern Ottmar Hitzfeld memutuskan
untuk memasukkan penyerang Claudio Pizarro untuk
menggantikan Lukas Podolski.


Keputusan Hitzfeld ini sangat tepat karena pada menit
ke-78 umpan lambung sayap Hasan Salihamidzic berhasil
diteruskan Pizarro kepada Van Buyten yang berdiri
bebas dan dengan mudah merobek gawang Dida.

Namun skor 1-1 ini tidak bertahan lama karena
berselang empat menit kemudian Milan mendapatkan
hadiah penalti ketika Kaka dijatuhkan Lucio. Kaka yang
menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya guna
membawa Milan unggul 2-1. Dengan tambahan satu gol ini
Kaka menjadi pencetak gol terbanyak sementara Liga
Champions dengan enam gol, sama dengan perolehan
penyerang Liverpool Peter Crouch.

Van Buyten benar-benar menjadi momok menakutkan bagi
Milan karena pada masa injury time, pemain asal Belgia
ini kembali menjebol gawang Dida dengan sebuah
tendangan voli keras dari sudut sempit.   
Penulis: [BB]
 



 
____________________________________________________________________________________
The fish are biting. 
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
http://searchmarketing.yahoo.com/arp/sponsoredsearch_v2.php

Kirim email ke