Tren 'Tiga' di Eropa

 
 Jakarta - Ada sebuah tren di kompetisi antarklub di benua Eropa musim ini. 
Tidak sama persis, namun tren tersebut sama-sama bertalian dengan angka tiga. 
Tren apa?

Hari Kamis (12/4/2007), Liverpool memastikan diri ke babak semifinal Liga 
Champions menyertai dua rekannya di Liga Inggris, yakni Chelsea dan Manchester 
United. Dengan menguasai tiga dari empat jatah kursi semifinalis --satu lagi 
diisi wakil Italia AC Milan--, Inggris bisa dibilang dominan di Liga Champions.

Hal serupa terjadi di kompetisi Piala UEFA. Bedanya, kompetisi tersebut 
didominasi oleh Spanyol yang menempatkan tiga wakilnya di semifinal. Espanyol, 
Osasuna dan Sevilla memastikan diri ke empat besar pada Jumat (13/4/2007) 
dinihari WIB. 

Ironisnya satu slot lagi diisi oleh wakil Jerman, Werder Bremen, yang memukul 
Tottenham Hotspur yang mewakili Inggris, negara yang justru dominan di Liga 
Champions.

Memang hanya di kompetisi Piala UEFA yang kerap dianggap selevel dibawah Liga 
Champions, namun keberhasilan Spanyol menempatkan tiga wakilnya jelas tidak 
bisa dianggap remeh. 

"Fakta bahwa kami menempatkan tiga klub di semifinal menyatakan betapa kuatnya 
sepakbola Spanyol," tutur pelatih Sevilla, Juande Ramos dikutip Yahoosport.

Bahkan, kalau peringkat di kompetisi domestik bisa dijadikan ukuran, Osasuna 
yang hanya menempati urutan 14 di klasemen sementara La Liga Primera saja mampu 
menyingkirkan Bayer Leverkusen yang duduk di peringkat lima klasemen sementara 
Bundesliga. Di babak perempatfinal Piala UEFA, Leverkusen ditekuk 3-0 dan 1-0. 

Spanyol Pasti Mencapai Final di Piala UEFA

Keberhasilan Spanyol menempatkan tiga wakilnya di Piala UEFA juga membuat salah 
satu wakilnya dipastikan akan mencapai babak final. Osasuna atau Sevilla akan 
"saling bunuh" di semifinal pada 27 April dan 4 Mei demi menggapai satu tiket. 
All Spanish Final bahkan mungkin terjadi jika Espanyol mampu mengatasi Bremen.

Jika final sesama Spanyol terwujud, maka itu adalah kali pertama dalam sejarah 
Piala UEFA sejak digulirkan pada 1971/72. Namun jika Bremen yang lolos ke 
final, maka "perang" Jerman versus Spanyol akan menjadi yang ketiga, setelah 
Real Madrid bertemu FC Koln tahun 1985/86 dan Espanyol kontra Bayer Leverkusen 
pada 1987/88. 

Yang pasti, sampai saat ini klub asal Spanyol baru tujuh kali mencapai partai 
final dan empat diantaranya berbuah juara. Real Madrid jadi jawara selama dua 
musim berturut turut pada musim 1984/85 dan 1985/86, Valencia pada 2003/04, 
sedangkan Sevilla 2005/06.

Fakta lainnya, dari keempat finalis, baru Sevilla yang sudah pernah menjadi 
juara. Bremen dan Osasuna memang belum pernah merasakan partai puncak, tetapi 
Espanyol pernah menjadi runner up pada 1987/88. Saat itu Espanyol kandas di 
tangan wakil Jerman, Bayer Leverkusen, yang musim ini ironisnya sudah 
tersingkir di tangan Osasuna pada babak perempatfinal.

Dus, satu negara menempatkan tiga wakil di babak semifinal tampaknya memang 
sedang jadi tren di Eropa musim ini. Pertanyaannya, mampukah keunggulan jumlah 
tersebut diwujudkan dengan prestasi?



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke