udah lama gak nonton tinju, barusan nonton Oscar "golden boy" de la Hoya vs
Floyd Mayweather dalam perebutan Kelas Super welter WBC. De la Hoya sebagai
Juara Bertahan juga menjadi promotor pada pertarungan ini.
De la Hoya, 36 tahun, yang pernah memegang 6 kali juara dunia berhadapan
dengan Mayweather, 30 tahun, yang pernah menjadi 4 kali juara dunia. Record De
La Hoya sebelum pertarungan ini adalah 38 menang (30 dengan KO) dan 4 kalah,
sementara Mayweather punya record 37 menang (24 KO) dan tidak pernah kalah.
De la Hoya mendapat bayaran sedikitnya US$ 25 juta, dan Mayweather sedikitnya
US$ 10 juta. sistem pertarungan yang dijual Pay per View memungkinkan keduanya
mendapat lebih dan menjadikan partai ini sebagai pertarungan termahal dalam
sejarah.
buat gue, pertarungan yang terjadi gak seperti yang diharapkan dari 2 petinju
dengan catatan karir yang gemilang. De la Hoya udah gak terlalu ada "greget",
usia kali jadi penyebabnya. dari catatan ringside Mayweather melepas sekitar
481 pukulan, dengan 207 yang masuk, sementara de la hoya dengan 587 pukulan,
namun hanya 122 diantaranya yg masuk.
hasil akhir Mayweather menang angka dengan split decision (2-1) dan merebut
gelar juara dunia yang kelima.
seperti gue bilang, pertarungan ini kurang greget. udah gak ada lagi petinju
yang memukau model julio cesar chavez, atau roberto duran untuk kelas-kelas
menengah, atau model tyson yang "grabak grubuk" di kelas berat.
-omar-
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]