Sentilan menarik dari penulis Kompas, Anton Sanjoyo. Saat Kompas mengkritik 
Mourinyo sebagai sosok arogan, sontak fan Chelsea murka. Caci maki mengalir ke 
Kompas dari fan Chelsea (yang tentu saja ada di Indonesia). 
   
  Mungkin ini watak asli kita yang membuat kita sulit maju dalam bidang apa 
pun: irasional. Siapa pun yang waras bisa melihat bahwa Mourinyo memang arogan. 
Cara dia bicara dalam post-match comment sesudah laga vs Liverpool dan Arsenal 
menunjukkan itu secara jelas. Padahal, jika dibandingkan dengan Fergie, 
Benitez, atau Ancelotti dan pelatih lain seperti Capello dan Rijkaard, 
misalnya, Si Portugal ini kan inferior. Cara dia mengangkat isu pertentangan 
kelas dengan Cristiano atau selalu melihat masalah-masalah Chelsea justru 
menunjukkan dia selalu mencari alibi. 
   
  Dan yang lebih gila: fan Chelsea seolah menihilkan fakta-fakta itu! 
   
  Kompas 4 Mei dari Anton Sanjoyo: satu tulisan yang seharusnya membuta kita 
lebih arif dalam memandang sepakbola. 
   
  ps: Orang jawa bilang: ngono yo ngono, ning ojo ngono. Cinta ya cinta, tapi 
jangan begitu amat kalee....
   
  Salam
  AL Sujanto

 
---------------------------------
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke