mungkin Don Carlo emg seperti yg dikatakan Bang Kres, abis babak 1, doi udh kebayang apa yg akan didapet. tnyt, hanya dalam waktu 7 menit smua berubah -- sampe babak tos2an, mungkin Ancelotti msh was2 gimana kalo tim gue ga menang -- from hero to zero. skali lagi mungkin, kalo waktu itu doi pede tim nya yg keluar sebagai juara, dan bisa nularin ke anak2 asuhnya, Milan bisa menang pas adu penalti. mudah2an doi tidak mendapat malu atas komen nya, tapi bukan berarti saya membela Milan. saya tetap berharap The Reds bisa menyamai prestasi Il diavollo rosso. saya jd bertanya2, perlukah perang urat syaraf sbelum pertandingan? bikin panas iya. trus, kalo hasilnya positif mending, tapi kalo negatif...apa ga jilat ludah sendiri? ato mungkin itu yg ngebuat sebuah pertandingan jadi menarik. untungnya tim2 di Eropa mayoritas "dewasa" dalam menghadapi kritik.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
