--- In [email protected], "Duddy Heryudi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Analisis > Rob Hughes > > ------------------------------------------------------------------- - > dari London > > > Balada Benitez > > Athena membawa kegembiraan bagi AC Milan. Pada saat yang bersamaan, kota ini meninggalkan kesengsaraan, keresahan, dan mengakibatkan saling tuduh di kubu Liverpool. > > Kali ini Italia benar-benar berada di puncak kejayaan. Kalimat tersebut berlaku dalam konteks tim nasional maupun klub. Namun, seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, keberadaan Milan di lapangan hijau mengundang tanda tanya karena mereka terlibat skandal calciopoli di Serie A. > > Lantas bagaimana dengan Liverpool? Tanpa bermaksud melupakan kekalahan di final Liga Champion, pelatih Rafael Benitez melontarkan ultimatum kepada penguasa baru The Reds, yang berasal dari Amerika, melalui media massa. > > Arsitek tim asal Spanyol ini menyatakan bahwa ia seharusnya bisa membeli setidaknya dua pemain papan atas dengan harga masing- masing sebesar 13 juta pound atau sekitar 226,6 miliar rupiah. Jika pihak klub tidak memenuhi tuntutannya, Liverpool terpaksa mengandalkan pemain "pilihan ketiga" dan mungkin hanya bisa mengakhiri Liga Premier Inggris di peringkat tiga atau empat dengan 20 poin di bawah Manchester United dan Chelsea. > > Saya langsung memikirkan tiga hal setelah mendengar pernyataan Benitez: > > 1. Benitez rupanya mencoba mengelak dari pertanggungjawaban atas pemilihan tim dan strategi yang membingungkan. > > 2. Dua pengusaha asal Amerika yang menjadi pemegang saham terbesar Liverpool, George Gillet dan Tom Hicks, pastinya lebih suka mendengar ancaman "belikan saya pemain hebat atau rasakan akibatnya" tanpa harus diketahui oleh publik. > > 3. Peringatan halus yang dilontarkan oleh Benitez secara tidak langsung telah membuat pasukannya ketakutan. > > Sebagian kata-kata yang terlontar dari mulut Benitez ada benarnya, tetapi kekuatan utama Liverpool adalah ikatan erat antara para pemain dan suporter. Sejak dahulu, pendukung fanatik The Reds hanya menuntut permainan sepenuh hati dan trofi juara. > > Pelajaran dari Valencia > > Suporter Liverpool tidak akan pernah menerima fakta bahwa dari pekan ke pekan, klub kesayangan mereka kehilangan semangat bertarung di liga domestik. Benitez dan orang-orang Amerika tersebut mengetahui hal ini. Namun, Benitez mencoba memberi penjelasan. Ia merujuk kepada mantan klubnya, Valencia, yang pelit dalam urusan belanja pemain dan harus menerima konsekuensinya. > > "Situasi inilah yang tengah terjadi di Liverpool. Orang- orang mengatakan bahwa kami semakin dekat menuju gelar juara, padahal tidak sama sekali," tukas Benitez. > > "Saya bosan berbicara. Kami berbicara ini dan itu, tetapi tidak pernah berakhir. Kami berbicara dengan pemain yang ingin kami beli, lantas kehilangan pemain tersebut. Kami tidak boleh membiarkan hal seperti ini terulang kembali," lanjutnya. > > Saya mendapat bocoran bahwa target Benitez termasuk striker Barcelona, Samuel Eto'o, gelandang yang mampu mencetak gol seperti yang dilakukan oleh pemain Valencia, David Silva, serta bek sekelas pemain Real Zaragoza, Gabi Milito. Di sisi lain, Benitez tidak akan ragu untuk melepas Bolo Zenden, Mark Gonzalez, Craig Bellamy, John Arne Riise, Harry Kewell, atau bahkan si jangkung, Peter Crouch. > > Tetapi, pemilihan pemain Liverpool selama tiga tahun terakhir membuat sebagian besar dari kita bingung. Apakah Benitez mengetahui formasi terbaik timnya? Apakah dia terlalu keras berpikir sehingga justru membuat pasukannya sulit untuk mengerti? > > Efek Rotasi > > Milan tahu betul siapa pemain kunci dan apa peran mereka. Paolo Maldini dan Alessandro Nesta adalah sosok tangguh yang memimpin barisan pertahanan. Andrea Pirlo berperan sebagai pengatur serangan dan Gennaro Gattuso sebagai pendobrak di lini tengah. > > Sementara itu, Clarence Seedorf adalah seorang penggerak. Lantas Kaka akan menyerang di belakang seorang striker tunggal. Jika kondisi fisik memungkinkan, Pippo Inzaghi akan dipilih sebagai ujung tombak. Ronaldo datang terlambat sehingga tidak bisa bermain di turnamen Eropa, tapi ia berhasil menambah daya gedor di Serie A. > > Tidak bisa dimungkiri lagi, Milan mengetahui bagaimana cara untuk memetik kemenangan. Setiap orang dalam tim mengenal dengan baik peran masing-masing. > > Jika Benitez mengetahui peran terbaik untuk seorang Steven Gerrard, ia tidak akan memberi tahu publik atau pemain yang bersangkutan. Di Athena, Gerrard hanyalah amunisi cadangan. Dia diposisikan tepat di belakang satu-satunya penyerang, Dirk Kuyt. > > Posisi Gerrard yang sebenarnya adalah sebagai penggerak tim di lini tengah. Ironisnya Benitez seakan tidak bisa mempercayainya untuk mengemban tugas tersebut. > > Terkadang Benitez menempatkan Gerrard di sayap kanan, tempat di mana sang kapten bisa beradaptasi dan memberikan umpan-umpan matang. Namun, di final Liga Champion, ia justru menugaskan Gerrard sebagai second striker di belakang Kuyt. > > Kinerja Kuyt pada laga ini tidak memuaskan. Penyerang asal Belanda ini memang berhasil mencetak gol pertamanya di tingkat Eropa untuk Liverpool, tetapi ia selalu terlambat melakukan sundulan kepala atau menyelamatkan timnya dari kekalahan. > > Pada saat bersamaan, Benitez membiarkan Crouch menunggu di bangku cadangan hingga timnya tertinggal. Mungkin Rafa berpikir Crouch, yang berpostur kurus kering, tidak akan mampu bergerak elegan untuk melewati Maldini dkk. > > Jika benar begitu, lantas mengapa Benitez membelinya? Crouch adalah salah satu sumber gol yang dimiliki oleh Benitez dan seperti kebanyakan pemain Liverpool, ia seakan tidak tahu kapan bakal terpilih untuk beraksi. > > Rotasi adalah pilihan yang harus diambil kala para pemain mulai dilanda kelelahan. Rotasi yang dilakukan Sir Alex Ferguson di Manchester United cukup tepat. Real Madrid melakukan hal yang sama dengan sangat baik, tetapi Milan tetap yang terbaik. Sementara itu, Benitez melakukannya terlalu sering di Liverpool. > > Mungkin saya akan terdengar kurang adil. Hingga saat ini, Liverpool tidak memiliki kekuatan uang yang luar biasa jika dibandingkan dengan Chelsea, Madrid, dan klub-klub kaya lain. > > Namun, para Yankee yang menjadi penguasa klub mulai meragukan kemampuan sang pelatih yang kini berada di jajaran para pecundang dan menyuruh mereka untuk membeli pemain yang diinginkannya atau dia pergi. Kontrak Benitez di Anfield berlaku hingga 2010. Well, kontrak tidak menjamin apa pun. > > Siapa yang akan memberi tahu para petinggi klub bahwa pemain pilihan Benitez memiliki kualitas yang luar biasa? Direktur Eksekutif Rick Parry mengetahui kondisi pasar. Akan tetapi, saya yakin Parry akan merasa terhina dengan ultimatum yang diucapkan oleh Benitez di Athena. > > > > > > Lidahmu adalah bentengmu, > jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu, > dan jika engkau membiarkannya maka ia tidak akan mempedulikanmu > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
