On 6/4/07, Delfiar Sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Eits jangan salah .... > Boleh tau berapa pemain hasil naturalisasi di timnas Singapura? Dan boleh > minta komen seberapa penting peran mereka (mereka means > 1 orang) di tim > tersebut? > > Heran deh, sekarang banyak banget naturalisasi. > Ada yg ambil dari Brazil, dari Eropa Timur, etc. > Hongkong kemaren aja ada makhluk hasil naturalisasi di tim mereka, > kayaknya lebih dari 1 juga deh ... > > Christian Gonzales mo dikemanain? Top skor gitu loh ... atau Toyo (Antonio > Claudio) si Tiang Gadang (Tiang besar, Minang) > > Mungkin naturalisasi ini pro-cons kalo diterapkan, tapi kalo naturalisasi > 2-3 orang sih rasanya cons akan lebih banyak. Paling tidak untuk tambal > posisi-posisi penting di timnas yg rawan. Centerback, playmaker, striker, > masing-masing cukup 1 aja ... jadinya mungkin kayak tim di Liga Indonesia > kali ya ... > Kalo alasannya untuk menaikkan standar dan jiwa bersepakbola yg benar sih > rasanya sah-sah saja kok. > > Ayo Gonzales, Toyo, dan lain-lain ... naturalisasi ... > > Delfiar > >
[rudy] Saya berharap jangan anggap lagi pemain2 asing yang sudah lebih dari 5 tahun bermain di Indonesia sebagai orang asing, anggaplah mereka itu imigran. Nah, klo imigran kan lebih "halus" untuk dimasukkan ke Tim Nasional...kita bisa melihat ke negara2 yang sudah maju sepakbolanya seperti Prancis, berapa pemain imigran / "naturalisasi" yang berhasil mengantarkan mereka Juara Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000? bahkan sebelum-sebelumnya Michele Platini yang notabene imigran dari Italia telah lebih dulu mempersembahkan gelar Internasional pertama untuk Prancis yaitu Piala Eropa 1984. Pemain terbesar mereka sepanjang masa yaitu Zinedane Zidane juga secara natural adalah orang Al Jazair. Patrick Vieira bahkan lahir di Senegal. Belanda dan Italia juga tidak mau kalah, sadarkah kita bahwa Belanda telah menaturalisasi Giovanni Van Bronchorst yang notabene adalah orang Maluku...Danny Lanzaat juga. Masalah keturunan juga sepertinya tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan. Sebagai contoh di Italia...Kaka yang memiliki darah Italiano karena kakeknya adalah seorang imigran Italia...tapi dia lebih memilih membela Brazil, sehingga Italiapun lebih antusias terhadap Mauro Camoranesi yang secara natural bukan Italiano. [/rudy] -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. [Non-text portions of this message have been removed]
