jawapos.com
Selasa, 10 Juli 2007,
GAPAI IMPIAN
Indonesia v Bahrain
JAKARTA - Ekspektasi tinggi telah digelayutkan di pundak skuad Timnas Indonesia
di Piala Asia 2007. Ponaryo Astaman dkk dibebani target menembus babak kedua
alias delapan besar. Sebuah target yang tentu melewati apa yang sudah
dicatatkan Indonesia di putaran final turnamen akbar antarnegara Asia tersebut.
Dalam partisipasinya di tiga edisi terakhir Piala Asia, langkah Indonesia
memang salalu saja terhenti di babak penyisihan Grup. Namun, dalam Piala Asia
2004 di Tiongkok, pasukan Merah Putih sempat membuat secuil sejarah dengan
meraih kemenangan perdana atas Qatar. Meski pada akhirnya tetap gagal lolos ke
babak kedua.
Nah, kini saat berkesempatan menjadi tuan rumah, Indonesia pun ingin mencetak
sejarah yang lebih besar. Dan jalan untuk menjawab tantangan itu bakal dimulai
oleh punggawa Indonesia saat berjibaku dengan Bahrain di laga perdana Grup D di
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, sore ini. (Tayangan langsung Global
TV pukul 17.20 WIB).
"Pertandingan pertama kali ini pasti akan sulit. Sebab, pertandingan ini adalah
kunci bagi kami untuk menjawab tantangan besar yang telah diamanatkan kepada
kami. Tapi, kami yakin bisa melewatinya dengan hasil maksimal," koar Ponaryo
Astaman, kapten Indonesia.
Skuad Indonesia memang sadar kalau Bahrain bukanlah lawan mudah. Apalagi, pada
pertemuan terakhir di Piala Asia 2004 silam, Indonesia pernah ditekuk tim asal
Jazirah Arab itu 1-3. Namun, fakta tersebut tak membuat gentar pemain-pemain
Indonesia. Tim Merah Putih justru ingin membuktikan kalau kekalahan itu telah
menjadi bagian masa lalu dan akan menggantikannya dengan torehan manis sore ini.
"Saya tidak pernah berpikir para pemain kami berada di bawah mereka (Bahrain).
Secara individual kualitas para pemain kami sama bagusnya dengan mereka. Karena
itu, kami tidak takut dengan mereka," seru pelatih Indonesia Ivan Venkov Kolev.
Komentar bule Bulgaria itu boleh saja membakar spirit Merah Putih untuk
mengejar impian (lolos babak kedua) yang belum kesampaian hingga saat ini.
"Kami memang sempat kalah dari Bahrain. Kami juga kalah dalam segi postur di
pertandingan besok (hari ini, red). Tapi, kami punya karakter dan cara bermain
yang berbeda dengan mereka. Dengan apa yang kami miliki itu, kami akan membuat
mereka kerepotan," sambung Ponaryo.
Indonesia semakin optimis bisa menaklukkan Bahrain seiring hasil gemilang yang
ditorehkan dua koleganya dari Asia Tenggara. Yakni kemenangan 2-0 yang telah
dicetak oleh Vietnam atas UEA, serta hasil seri 1-1 yang digapai Thailand saat
bentrok dengan Irak. "Kejutan yang terjadi dalam dua hari lalu, kami yakini
akan terulang di Senayan besok sore (sore ini)," ujar Ponaryo.
Bagiamana dengan Bahrain? Semifinalis Piala Asia itu ternyata tak kalah
optimisnya dengan tuah rumah. Bahrain juga sangat berhasrat merengkuh
kemenangan guna memuluskan langkah untuk kembali meraih hasil spektakuler
seperti di Piala Asia 2004 lalu.
Namun, untuk memperoleh hasil tersebut mereka tak mau meremehkan kekuatan
Indonesia. Sebab, mereka menyakini kekuatan Indonesia sudah jauh berbeda dengan
saat mereka taklukkan tiga tahun silam.
"Besok (hari ini) bukanlah pertandingan ringan. Indonesia sudah melakukan
persiapan dengan bagus. Dan dari pengalaman saya, ajang Piala Asia selalu
menyajikkan fakta berbeda. Untuk Piala Asia kali ini, semua tim saya rasa
memiliki peluang yang sama. Karena itu, kami akan selalu serius melakoni setiap
pertandingan," kata Milan Macala, pelatih Bahrain. (fim)
Perkiraan Pemain
Indonesia 4-3-3
1-Yandri Pitoy (g), 4- Salampessy, 5- Maman Abdurahman, 6-Charis Yulianto, 2-
M. Ridwan; 11- Ponaryo Astaman (k), 15-Firman Utina, 9-Mahyadi; 8-Elie Aiboy,
20-Bambang Pamungkas, 13- Budi Sudarsono.
Cadangan : 23-Markus Horison (g), 21-Harry Saputra, 22-Supardi, 14-Ismed
Sofyan, 7-Eka Ramdani, 19-Zaenal Arif, 17-Atep.
Pelatih : Ivan Venkov Kolev
Kostum : Merah-Putih
Bahrain 4-4-2
1-Ali Hasan (g), 2-Mohamed Hasan, 14-Salman Ali, 3-Abdulla, 23-Ebrahim
Meshkhas; 10- Mohamed Salmeen (k), 18-Husaiun Habib, 8-Rashed Al Doseri, 13-
Talal Mohamood; 9-Husain Abdulla, 30 Alaa Hubail.
Cadangan;
21- Abdul Rahman (g), 14-Salman Ali, 5-Ahmed Al Hamedi, 11-Ismael Hasan, 19-Ali
Shehabi, 7-Sayed Al Wadaei.
Pelatih : Milan Macala
Kostum : Putih-Putih
Head to Head
Bahrain v Indonesia 3-1 (Piala Asia 2004)
Indonesia v Bahrain 0-0 (Pra Piala Asia 1987)
Indonesia v Bahrain 1-1 (Piala Presiden 1982)
Indonesia v Bahrain 3-2 (Piala Presiden 1980)
Kondisi Tim
Indonesia
Motivasi pemain Indonesia saat ini sedang melambung. Selain kondisi fisik dan
mentalnya stabil, mereka juga bakal mendapat suntikan ribuan suporter.
Indonesia juga terlecut untuk membalas kekalahan tiga tahun lalu. Skuad
Indonesia juga mendapat bekal positif dari Jusuf Kalla sebelum mengikuti Piala
Asia 2007.
Bahrain
Tim asal Jazirah Arab tersebut memiliki modal positif dalam menghadapi
Indonesia. Modal itu tidak lain adalah kemenangan yang mereka petik atas
Indonesia di Piala Asia 2004.
Facts and Figures
1. Indonesia dengan Bahrain sudah empat kali bertemu. Indonesia menang sekali,
seri dua kali, dan kalah sekali.
2. Pertandingan besok adalah pertemuan kedua tim di putaran final Piala Asia.
3. Pada pertemuan pertama di Piala Asia 2004 yang digelar di Tiongkok Indonesia
kalah 1-3
4. Putaran final Piala Asia 2007 ini merupakan keikutsertaan Indonesia untuk
kali keempat( 1996, 2000, 2004, dan 2007). Bagi Bahrain gelaran tahun ini kali
ketiga (1988, 2004, dan 2007).
5. Bahrain tercatat sebagai semifinalis Piala Asia 2004. Sedangkan langkah
Indonesia harus terhenti di babak penyisihan grup.
6. Dalam satu tahun terakhir, peringkat terbaik Indonesia di FIFA hanya ranking
ke-139 pada Juli 2006, sementara Bahrain di posisi ke-93 pada Agustus 2006.
Kini, Indonesia berada di peringkat ke-143 dan Bahrain di peringkat ke-100.
7. Selama tampil di Piala Asia, Indonesia belum pernah lolos dari babak
pertama. Bahrain mencapai prestasi terbaik pada 2004 dengan menduduki posisi
keempat.
BURSA (Versi Asian Handicap)
Indonesia v Bahrain 1/2:0
Selasa, 10 Juli 2007,
Memori Indah Piala Asia 2004
Menyebut bintang Timnas Indonesia saat ini, nama Bambang Pamungkas pasti yang
mengapung ke permukaan. Sesuatu yang wajar, mengingat kualitas dan peran
Bambang sebagai ujung tombak utama skuad Merah Putih di Piala Asia 2007.
Namun, saat Indonesia menghadapi Bahrain sore ini, bukan hanya nama pemain yang
akrab disapa Bepe itu yang patut dikedepankan. Nama Ellie Aiboy juga tak kalah
pantasnya untuk ditonjolkan. Mengapa? Sebab, gelandang Arema Malang itulah yang
menyumbang sebiji gol saat Indonesia ditaklukkan Bahrain di Piala Asia 2004.
Memang sih, skuad Indonesia sudah melupakan kekalahan tersebut, termasuk juga
Ellie. Meski begitu, memori pemain berusia 28 tahun itu masih saja tergelitik
oleh gol ke gawang Bahrain yang dia ceploskan menit 75 tersebut. Apalagi, gol
itu merupakan gol pertama Ellie di perhelatan sepak bola antarbangsa-bangsa
Asia tersebut.
"Gol itu sudah menjadi masa lalu saya. Tapi, setiap kenangan indah yang pernah
saya buat tetap saja mengusik saya untuk mengulangnya, tidak terkecuali dengan
gol ke gawang Bahrain tersebut," aku Ellie kepada Jawa Pos.
Karena itu, jika Kolev memberi kesempatan merumput saat melawan Bahrain sore
ini, Ellie bakal berusaha untuk kembali mencetak gol. Usaha itu buka semata
dimaksudkan mantan pemain Selangor FC, Malaysia tersebut untuk mengulang memori
indahnya di Piala Asia 2004.
Tapi, Ellie juga ingin menjadi bagian penting asa Indonesia dalam menundukkan
Bahrain. "Di samping itu saya juga ingin menjawab keraguan yang dialamatkan
banyak orang kepada orang selama pertandingan ujicoba sebelum ini," kata Ellie.
Kebetulan, dalam tiga partai ujicoba internasional terakhir yang dijalani
Indonesia, Ellie memang selalu mendapat sorotan. Kinerjanya di sisi kanan,
dinilai kalah bagus dengan performa Budi Sudarsono dan M. Ridwan di sektor kiri
Timnas Indonesia.
"Sampai saat ini pelatih belum mengumumkan siapa yang akan main. Jika nanti
saya yang terpilih, saya akan tunjukkan kemampuan terbaik saya baik saat
menyerang maupun bertahan," ujar Ellie. (fim)
Selasa, 10 Juli 2007,
Rangsang Bonus Besar
Kehadiran Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ke markas Timnas Indonesia di Senayan
kemarin dianggap belum cukup untuk memompa spirit Ponaryo Astaman dkk. Itu
sebabnya, manajemen PSSI mencari rangsangan alternatif menjelang laga perdana
kontra Bahrain di Gelora Bung Karno malam nanti. Otoritas sepak bola nasional
itu siap mengucurkan bonus.
Jika berhasil mengalahkan Bahrain, Ponaryo Astaman dkk kabarnya akan mendapat
insentif maksimal Rp 50 juta. Jika berhasil lolos ke putaran kedua, jumlah
bonus akan berlipat menjadi Rp 100 juta per pemain. Pemberian bonus itu
dibenarkan manajer tim Andi Darussalam Tabusalla.
Namun, detail jumlah nominal diserahkan sepenuhnya kepada Chief de Mission
Nirwan Dermawan Bakrie. "Saya yakin pak Nirwan sudah memikirkan
segala-sesuatunya, termasuk bonus tersebut. Bonus itu juga nantinya diterima
para pemain yang masuk dalam tim secara keseluruhan," katanya.
Andi juga meminta agar masalah bonus jangan terlalu dibesar-besarkan. Sebab,
hal itu dikhawatirkan bisa memecah konsentrasi para pemain. Meskipun, dia yakin
bahwa Ponaryo Astaman dkk lebih mengedepankan semangat perjuangan membela tim
Merah Putih dibandng memikirkan bonus. "Saya sungguh-sungguh tak meragukan
semangat juang anak-anak ini. Mereka akan benar-benar fight untuk mengalahkan
Bahrain," ujarnya. (dio/fim/ady)
Selasa, 10 Juli 2007,
Sepatu Khusus Lambang Kalajengking
Yi Jianlian merupakan bintang besar di Tiongkok. Kalau karirnya berjalan
lancar, dia bisa menjadi bintang yang lebih besar dari Yao Ming. Sekarang saja,
kampanye marketing untuk Yi sudah jauh lebih dahsyat ketimbang saat Yao Ming
pertama masuk NBA, musim 2002 lalu.
Saat ini, wajah Yi bisa ditemui di mana-mana. Sejumlah majalah memasang
wajahnya sebagai cover. Bukan hanya majalah basket, tapi juga majalah fashion
dan lifestyle.
Di kota besar seperti Beijing, wajah Yi bertebaran di billboard-billboard
raksasa. Nike, perusahaan sepatu yang mengontrak Yi, melakukan kampanye
besar-besaran menyambut NBA Draft 28 Juni lalu.
Untuk mengenang momen istimewa itu, pada hari yang sama Nike merilis sepatu
khusus. Yaitu Nike Air Max More 180 edisi Yi Jianlian. Warnanya putih silver.
Warna itu netral, jadi Yi bisa memakainya bersama tim mana pun (di NBA, warna
sepatu harus senada dengan kostum).
Sepatu seharga sekitar Rp 1,25 juta itu dihiasi dengan rangkaian tulisan "YJL,"
dibumbui nama "Yi" baik menggunakan alfabet maupun tulisan Tiongkok, plus logo
Scorpion (logo pribadi Yi yang berbintang Scorpio).
Detail istimewa lain ada pada sol bagian dalam. Yang kiri bergambar khas
Tiongkok, yang kanan dihiasi bendera Amerika, melambangkan lintas budaya yang
sekarang dijalani Yi. Untuk sementara ini, sepatu tersebut hanya beredar di
Tiongkok. (aza)
Selasa, 10 Juli 2007,
Ulangan Bentrok Piala Dunia 2006
Argentina Jumpa Meksiko di Semifinal
BARQUISIMETO - Copa America 2007 tak melahirkan kejutan baru. Buktinya, keempat
slot semifinal semuanya direbut tim-tim unggulan dengan tradisi kuat. Setelah
Brazil dan Uruguay, dua tempat terakhir menjadi milik Argentina dan Meksiko.
Argentina lolos setelah melibas Peru 4-0 di Stadion Metropolito, Barquisimeto,
kemarin. Tango akan berduel melawan Meksiko di babak empat besar setelah El Tri
juga tampil menggetarkan dengan menghajar Paraguay 6-0 di Maturin di
pertandingan yang digelar lebih dulu.
Di Barquisimeto, gelandang veteran Juan Roman Riquelme menjadi inspirator
kemenangan Tango. Pemain Boca Juniors yang dipinjam dari Villarreal itu
memborong dua gol, masing-masing pada menit ke-47 dan 86. Dia juga menyumbang
satu assist yang diselesaikan dengan sempurna oleh Lionel Messi pada menit
ke-61. Satu gol lainnya diceploskan Javier Mascherano pada menit ke-75.
Bentrok Argentina dengan Meksiko di semifinal nanti mengingatkan pada pertemuan
terakhir mereka pada babak 16 Besar Piala Dunia 2006. Waktu itu Argentina
tampil sebagai pemenang dengan skor tipis, 2-1.
Arsitek Tango Alfio Basile memuji habis-habisan spirit tempur tim asuhannya
yang tak kenal menyerah meski sempat frustrasi di babak pertama. "Bukan hanya
sekadar menang. Tapi, perjuangan luar biasa yang ditunjukkan anak-anak-lah yang
membuat saya bangga," ujarnya.
Tango memang sempat dilanda kecemasan setelah tak kunjung bisa membobol gawang
lawan di babak pertama. Serangan bertubi-tubi yang mereka lancarkan selalu
berujung dengan kegagalan.
"Kami bermain sabar dan mengurung Peru dari semua penjuru lapangan. Itu
berhasil membuat lawan terdesak sehingga kami akhirnya bisa mencetak banyak
gol," ujar Basile seperti dilansir situs resmi turnamen antarnegara tertua
sejagat ini.
Kubu Peru juga sepenuhnya menerima kekalahan mereka. "Hasil akhir laga ini
memang mengatakan kondisi yang sebenarnya. Argentina ditunjang materi pemain
dengan talenta superior. Meski sudah berupaya keras, kami harus mengakui
kehebatan mereka," ujar arsitek Peru Julio Cesar Uribe.
Dalam laga tersebut Uribe sengaja memasang lima pemain sekaligus di lini
belakang. Strategi itu sedianya dipilih dengan maksud untuk meredam daya gedor
Tango. Namun, tetap saja tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Tango
malah berhasil menyarangkan empat biji gol.
Tambahan empat gol itu makin menahbiskan juara dunia dua kali itu sebagai tim
tersubur di turnamen ini. Total, dari empat laga yang telah dimainkan,
Argentina telah mencetak 16 gol. Tango juga mencatatkan diri sebagai
satu-satunya tim yang lolos ke semifinal dengan rekor terus menang sejak babak
penyisihan. (roq)
Selasa, 10 Juli 2007,
Soccerline
Resmi Milik Chelsea
LONDON - Keinginan Florent Malouda untuk menjadi penghuni anyar Stamford Bridge
akhirnya terwujud. Itu terjadi setelah kubu Chelsea dan Olympique Lyon menemui
kata sepakat soal banderol harga.
"Dengan ini kami mengumumkan bahwa Chelsea telah menyetujui permintaan fee
seperti yang diminta Olympique Lyon untuk menggaet Malouda," begitu isi
pernyataan resmi klub asal London di situs mereka.
Meski dalam pernyataan resmi tersebut tidak dijelaskan soal nominal kontrak,
media di Prancis mengklaim kalau Lyon bakal mengantongi dana segar sebesar 13
juta pounds dari The Blues.
Usai sepakat soal fee transfer, berarti Malouda tinggal melakoni tes medis.
Kalau proses itu rampung juga, secepatnya dia bisa bergabung dengan rekan-rekan
barunya yang bakal melakoni tur ke Amerika Serikat. Malouda adalah amunisi
anyar keempat yang didatangkan The Blues musim panas ini. Tiga lainnya yang
sudah bergabung secara free transfer alias gratis adalah Steve Sidwell, Claudio
Pizarro, dan Tal Ben Haim. (roq)
Ingin Pensiun dari Timnas Inggris
LONDON - Usia Jamie Carragher (29) masih belum terlalu tua untuk meneruskan
karir bersama Timnas Inggris. Tapi, gara-gara frustrasi karena tak pernah
mendapat tempat utama di skuad Three Lions, bek Liverpool itu menyatakan
keinginannya untuk pensiun dari arena antarbangsa.
Carragher mengaku kecewa karena tak pernah jadi pilihan nomor satu pelatih
Three Lions Steve McClaren. Padahal, bersama Liverpool dalam kurun waktu dua
musim terakhir, dia tampil sangat bagus.
"Banyak alasan kenapa saya memikirkan itu (pensiun dari Timnas Inggris).
Pemikiran itu muncul kali pertama usai Piala Dunia 2006. Setelah Sol Campbell
pensiun, saya merasa kesempatan saya semakin besar. Paling tidak bersaing
dengan Rio Ferdinand untuk mendampingi John Terry sebagai bek tengah. Ternyata,
kesempatan itu tak pernah diberikan kepada saya," katanya seperti dikutip
Reuters.
McClaren memang lebih memilih Ledley King atau Jonathan Woodgate Jika Ferdinand
atau Terry absen. Itu terlihat misalnya di dua laga terakhir Three Lions
menghadapi Brazil dan Estonia. Carragher selama ini lebih banyak difungsikan
sebagai pelapis bek kanan atau kiri. (roq)
Selasa, 10 Juli 2007,
Sama-Sama Tengah Meroket
Brazil v Uruguay
MARACAIBO - Brazil dan Uruguay datang ke Venezuela (tuan rumah Copa America
2007) dengan label sebagai tim favorit. Fakta memang mendukung itu. Selecao
telah mengoleksi tujuh gelar pada turnamen ini.
Uruguay malah jauh lebih hebat lagi. La Celeste berdiri sejajar dengan
Argentina sebagai negara dengan koleksi gelar terbanyak (14 kali) pada turnamen
antarnegara tertua sejagat ini.
Namun, modal tradisi itu ternyata sempat membebani kedua tim. Baik Brazil
maupun Uruguay tampil jeblok pada laga pembuka penyisihan grup masing-masing.
Brazil menelan kekalahan 0-2 dari Meksiko, sedangkan Uruguay dipecundangi tiga
gol tanpa balas oleh Peru.
Tapi, mental yang kuat membuat kedua tim itu mampu dengan cepat bangkit. Mereka
bisa terus melaju hingga mendarat di semifinal. Keberhasilan menembus empat
besar ini juga diraih secara meyakinkan, Brazil menendang Cile 6-1 dan Uruguay
memecundangi tuan rumah Venezuela 4-1.
Kini, setelah terbangun dari tidur masing-masing, kedua raksasa itu harus
saling bunuh demi berebut tiket final. Big match klasik ini menurut rencana
bakal ditayangkan langsung RCTI besok mulai pukul 07.50 WIB.
"Uruguay adalah rival klasik yang penampilannya terus meningkat tajam selama
turnamen ini. Mereka sudah membuktikannya saat mengalahkan Venezuela, " ujar
arsitek Selecao Carlos Dunga seperti dilansir Foxsports. "Mereka tak hanya
memiliki sejarah dan tradisi sepak bola yang hebat. Tapi juga diperkuat banyak
pemain bagus."
Dunga memang benar. Setelah hanya lolos ke perempat final dengan status tim
penghuni peringkat ketiga terbaik, Uruguay mulai menunjukkan kelas di perempat
final. Empat gol mereka sarangkan ke gawang Venezuela. Padahal, di tiga laga
penyisihan grup, La Celeste hanya mencetak satu gol dan kebobolan tiga kali.
"Bagi kami, Copa America rasanya seperti baru dimulai Sabtu kemarin (perempat
final). Sekarang, fokus kami adalah melangkah sejauh mungkin," tegas kiper
utama La Celeste Fabio Carini.
Selecao sendiri juga tak kalah greng. Gilberto Silva dkk mulai bisa
mengaplikasikan permainan sepak bola indah atau yang biasa dikenal dengan jogo
bonito. Dan yang paling penting adalah, Selecao tak lagi terlalu bergantung
kepada Robinho semata dalam mencetak gol.
Pertemuan ini juga ulangan perempat final Copa America edisi terakhir. Ketika
itu, kedua tim bertemu di perempat final. Brazil akhirnya memenangi
pertandingan itu lewat adu penalti setelah 2x45 menit hanya berakhir dengan
0-0. Akankah hasil yang ketat kembali terjadi besok pagi? Sepertinya demikian.
(roq)
PERKIRAAN PEMAIN
BRAZIL (4-4-2): 12-Doni; 2- Maicon, 4-Juan, 3-Alex, 6-Gilberto; 8-Silva,
5-Mineiro, 7-Elano, 10-Diego; 11-Robinho, 9-Vagner Love.
Cadangan: 1- Helton, 13-Daniel Alves, 16-Kleber, 17-Josue, 19-Baptista,
21-Afonso
Pelatih: Carlos Dunga.
URUGUAY (4-4-2): 1- Carini; 2-Lugano, 19-Scotti, 6-Rodriguez, 16-Pereira;
5-Garcia, 15-Perez, 7-Cristian Rodriguez, 4-Fucile; 21-Forlan, 10-Recoba
Cadangan : 12-Castilo, 3-Gargano, 13-Abreu, 8-Godin, 14-Diogo, 9-Vargas,
22-Sanchez
Pelatih : Oscar Washington Tabarez
Facts & Figures
1. Brazil dan Uruguay sudah bertemu sebanyak 70 laga (semua ajang). Brazil
mengemas 31 kemenangan sedangkan Uruguay baru 20 kemenangan.
2. Di ajang Copa America, Uruguay dan Barzil sudah bersua 23 kali. Hasilnya,
Uruguay lebih unggul. Uruguay memetik sembilan kemenangan, tujuh kali bermain
imbang, dan tujuh kali kalah.
3. Robinho untuk sementara menyandang prdikat top scorer turnamen ini dengan
koleksi enam gol. Dia butuh tambahan dua gol lagi untuk menyamai rekor Pele
(delapan gol) pada edisi 1959.
Selasa, 10 Juli 2007,
Anggap Bukan Unggulan
JAKARTA - Kubu Korsel tak mau terlena dengan status unggulan yang mereka
sandang. Tim Negeri Ginseng ini lebih senang bila dianggap setara dengan para
pesaing lainnya yang berada di Grup D, yaitu tuan rumah Indonesia, Arab Saudi
dan Bahrain.
Korsel baru akan mengawali perjalanannya di Piala Asia 2007 besok dengan
menghadapi Arab Saudi. Duel dua tim unggulan tersebut dinilai kubu Korsel
sebagai salah satu laga penentu bagi mereka jika ingin meraih gelar terbaik.
Apalagi keduanya dikenal sebagai dua tim papan atas di benua Asia sekaligus
langganan wakil Asia di putaran final Piala Dunia.
Gelandang bertahan Korsel Kim Sang Sik mengungkapkan, timnya harus menaruh
kewaspadaan yang tinggi terhaap tiga tim pesaing mereka di Grup D. Ketiga tim
tersebut memiliki potensi yang besar untuk mengalahkan Korsel sekaligus
menghambat ambisi mereka untuk meraih gelar juara.
"Dua tim asal kawasan Arab, memiliki ciri khas yang hampir sama berbahayanya,
yaitu teknik dan kemampuan yang bagus. Selain itu, mereka juga memiliki
semangat yang tinggi di lapangan," tutur Kim Sang Sik.
Kim menambahkan, tuan rumah Indonesia juga tak boleh dianggap sebelah mata.
Motivasi yang tinggi saat tampil di hadapan pendukungnya juga patut
diperhitungkan. Hal itu kerap menjadi sebuah kekuatan tak terduga untuk sebuah
pertandingan.
"Secara peringkat kami memang unggul jauh. Namun, dalam turnamen seperti ini,
hampir tak ada pengaruhnya. Apalagi bagi tuan rumah yang sangat mengenal
kondisi kandangnya," ujar pemain berusia 30 tahun itu.
Pendapat Lee Chun Soo juga tak jauh dari Kim. Pemain yang pernah mencicipi Liga
Primera Spanyol bersama Real Sociedad dan Numancia itu menegaskan, tak ada kata
selain kerja keras untuk bisa lolos dari Grup D. Menurutnya, dia dan
rekan-rekannya sudah diingatkan oleh Pelatih Korsel Peter "Pim" Verbeek untuk
selalu tampil dengan kekuatan penuh.
Meski tak sepenuhnya mengetahui kekuatan kontestan lainnya, dia memprediksikan
tak akan mudah bagi timnya, untuk melenggang ke babak selanjutnya."Seluruh
pertandingan adalah laga penting bagi kami. Kami harus yakin dengan kekuatan
yang kami miliki. Arab Saudi, Bahrain dan Indonesia sama sekali tak bisa
diremehkan dan bukan tim yang mudah dikalahkan," tambah pemain yang kini
memperkuat Ulsan di Liga Korsel itu. (ady)
Selasa, 10 Juli 2007,
Keamanan Tak Mau Kecolongan
JAKARTA - Tuan rumah Indonesia tak mau kecolongan dalam segi keamanan selama
Piala Asia berlangsung. Berbagai imbauan telah diberikan kepada calon penonton
yang akan datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan Jakarta,
tempat pertandingan digelar.
Ketua Bidang Keamanan dan Kesehatan LOC Indonesia Ashar Suryobroto menjelaskan,
dalam setiap pertandingan yang digelar di SUGBK, akan terdapat lima ring
pengamanan. Pada setiap hari pertandingan, kawasan tersebut akan disterilkan
dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan, termasuk masyarakat umum. Tindakan
tersebut akan diberlakukan semenjak pukul 06.00 WIB.
"Seperti besok (hari ini) pihak keamanan akan mensterilkan ring dua (pintu
masuk menuju kawasan Gelora Bung Karno) dari masyarakat umum. Mereka yang
berada di dalam area tersebut sudah harus memiliki identitas khusus turnamen
atau tiket bagi mereka yang bermaksud menonton pertandingan," ujar Ashar.
Selain itu, Ashar juga mengungkapkan berbagai hal yang harus ditaati oleh para
penonton. Menurutnya pihak keamanan tak memberikan izin bagi siapapun untuk
menginap di area sekitar stadion. Ini dikhawatirkan pihak keamanan berdasarkan
pengalaman beberapa turnamen besar yang digelar di stadion terbesar di Asia
Tenggara itu.
"Banyak kelompok suporter yang ingin mendirikan tenda atau menginap di sekitar
GBK. Kami dengan tegas melarang niat tersebut. Kami harap mereka memahami hal
itu, dan tak sampai mengusir orang akibat hal itu," ujarnya.
"Satu lagi yang kecil tapi penting, kami menghimbau agar penonton tidak membawa
peluit. Kami berharap semua bisa memahaminya. Yang jelas kami berharap Piala
Asia ini bisa menjadi momentum penonton Indonesia bertindak yang tidak biasa,"
kata Ashar.
"Dalam arti bertindak dan bersikap yang positif dalam setiap menyaksikan
pertandingan," paparnya.
Pada kesempatan yang sama Ashar juga menegaskan tentang beberapa hal terkait
kenyamanan penonton saat menyaksikan Piala Asia 2007. Salah satunya adalah
menyangkut masalah parkir kendaraan.
Saat menonton Piala Asia nanti LOC Indonesia memberi jatah para penonton lahan
parkir di areal Parkir Timur Senayan. Selain itu juga tersedia tempat parkir di
Istora dan Kolam Renang Senayan.
"Untuk kemudahan dan kelancaran, kami mempersilakan para penonton yang membawa
kendaraan untuk masuk ke areal stadion dari pintu yang berada di depan halaman
TVRI (Jl. Gerbang Pemuda)," ujar Ashar.
Sementara itu, gelombang suporter dari luar Jakarta mulai berdatangan tadi
malam. Mereka datang dari beberapa kota di Jawa Tengah, seperti Solo dan
Semarang serta Jawa Timur, seperti Malang dan Gresik. Ketua I The Jakmania
(Suporter Persija Jakarta) Lariko Ranggamone mengatakan pihaknya akan berusaha
menjadi tuan rumah yang baik untuk mendukung Timnas Indonesia di Piala Asia.
"Untuk sementara mereka kami kumpulkan di sekitar sekretariat The Jak di Lebak
Bulus. Beberapa kelompok juga memilih untuk tinggal di tempat lainnya," ungkap
Lariko. (ady/fim)
Selasa, 10 Juli 2007,
Iran Siapkan Adu Penalti
KUALA LUMPUR - Sejak 1976, Iran tak pernah lagi bisa menembus final Piala Asia.
Padahal, mereka dua kali memenangi ajang antarnegara di benua terbesar di dunia
tersebut, pada 1968 dan 1976. Di tiga edisi terakhir Piala Dunia, Team
Melli-julukan Timnas Iran-juga selalu menjadi partisipan di putaran final.
Lantas mengapa menembus final Piala Asia saja gagal mereka lakukan selama 31
tahun terakhir? Ada banyak jawaban untuk pertanyaan itu. Tapi, salah satu yang
terpenting adalah adu penalti. Tiga kali langkah Team Melli menuju partai
puncak Piala Asia selalu terganjal adu penalti. Terakhir terjadi di perempat
final Piala Asia 2004.
Karena itulah, khusus mennghadapi Piala Asia 2007 ini, pelatih Team Melli Amin
Ghalenoi memberi porsi khusus latihan adu penalti kepada Ali Karimi dkk.
Latihan itu dilakukan sudah sejak mereka masih menggelar training center di
Teheran.
"Kami punya banyak kenangan buruk dalam kaitannya dengan adu penalti. Tapi,
untuk (Piala Asia) kali ini, kami sudah mempersiapkan diri dengan serius," ujar
Nasser Ebrahimi, penasehat teknis Iran, kepada AFP.
Namun, Ebrahimi menolak menyebutkan siapa saja yang disiapkan sebagai eksekutor
seandainya Iran benar harus menghadapi adu penalti mulai perempat final nanti.
Ebrahimi hanya menyebut kalau semua pemain harus siap menjalankan tugas itu.
Mengenai materi Team Melli di Piala Asia 2007 ini, Ebrahimi juga meyakininya
sangat kuat. Meski, Team Melli kini tak lagi diperkuat striker legendaris Ali
Daei yang telah mengundurkan diri usai Piala Dunia 2006 lalu. Sepanjang karir
internasionalnya bersama Team Melli, Daei mencetak 109 gol, terbanyak di
seluruh dunia.
"Hubungan internal tim sangat bagus. Para pemain juga sangat sehati. Ini yang
membuat saya yakin tim ini bakal juara," kata Ebrahimi.
Team Melli dihuni sejumlah pemain yang merumput di Eropa. Di antaranya Mehdi
Mahdavikia dan Vahid Hashemian yang bermain di Bundesliga Jerman, Andranik
Teymourian yang membela Bolton di Premier League Inggris, dan Javad Nekounam
yang berkostum Osasuna, salah satu klub Liga Primera Spanyol. Karimi sendiri
baru meninggalkan raksasa Jerman Bayern Munchen guna bergabung dengan klub
Qatar, Qatar Sports Club.
Iran sebenarnya nyaris gagal tampil di Piala Asia 2007 ini. Itu terjadi setelah
FIFA mencekal mereka dari ajang internasional menyusul intervensi pemerintah
Iran kepada federasi sepak bola setempat usai kegagalan di Piala Dunia 2006.
FIFA akhirnya melunak beberapa hari menjelang drawing Piala Asia 2007 dengan
mengizinkan Iran untuk tetap berpartisipasi. (ttg)
Selasa, 10 Juli 2007,
Bisa Diakses via HP
BANGKOK - Kemungkinan rendahnya jumlah penonton yang hadir langsung di stadion
selama Piala Asia 2007 menjadi momok yang menakutkan bagi AFC. Kekhawatiran itu
mulai terasa setelah opening ceremony yang dilangsungkan di Stadion Nasional
Rajamangala, Bangkok, Sabtu (7/7), hanya terisi separo dari kapasitas stadion.
Namun, Presiden AFC Mohamed Bin Hammam tak perlu terlalu bersedih. Kalaupun
statistik jumlah penonton yang hadir langsung ke stadion tak sesuai harapan,
Hammam masih bisa berharap pada peningkatan jumlah penonton yang menyaksikan
hajatan ini melalui layar kaca atau dunia virtual (maya).
Kemungkinan itu sangat terbuka lebar. Mengingat AFC telah melakukan berbagai
terobosan baru dalam mendongkrak popularitas Piala Asia. Salah satunya adalah
memberi kemudahan bagi siapa saja untuk mengakses hajatan ini via handphone
(HP).
"Mereka yang membutuhkan informasi, hasil pertandingan, video clip, atau
cuplikan pertandingan bisa sewaktu-waktu mengakses lewat handphone. Tak peduli
dimana Anda dan kapan saja. Bahkan, sekalipun mereka yang sedang berada di
Iraq," ujar Seamus O’Brien, Presiden World Sport Group (rekanan AFC) seperti
dilansir AFP kemarin.
Total 32 laga yang digelar di empat negara tuan rumah (Thailand, Malaysia,
Indonesia, dan Vietnam) ini, lanjut O’Brien, bisa diakses juga melalui jaringan
televisi kabel maupun stasiun televisi yang ditunjuk sebagai media official
partner.
O’Brien juga optimistis penyelenggaraan tahun ini bakal mencatatkan rekor baru
dalam jumlah penonton. "Dengan pertumbuhan jumlah stasiun televisi yang begitu
pesat di Asia belakangan ini, saya yakin penyelenggaraan Piala Asia 2007 bakal
menorehkan rekor baru jumlah pemirsa," tambahnya.
Pada penyelenggaraan sebelumnya di Tiongkok (2004), telah berhasil dicetak
rekor jumlah pemirsa. Terutama pada partai puncak ketika tuan rumah harus
berhadapan dengan Jepang. Sekitar 43,1 persen penduduk Tiongkok yang jumlahnya
sekitar 1,3 miliar menyaksikan partai final yang akhirnya dimenangi Jepang
tersebut. (roq)
Selasa, 10 Juli 2007,
Separo Musim Berlalu, Hamilton Terus Pimpin Klasemen
Masih Menanti Dewi Apes
Tak terasa, musim Formula 1 2007 telah berjalan separo lebih (sedikit). Grand
Prix Inggris Minggu lalu merupakan yang kesembilan dari 17 seri. Hebatnya,
Lewis Hamilton masih mantap memimpin klasemen. Apakah ini berarti dia bakal
jadi juara dunia?
Ulasan Azrul Ananda
Lewis Hamilton gagal menang di Grand Prix Inggris Minggu lalu. Meski demikian,
dia tetap membuktikan diri sebagai pembalap paling konsisten tahun ini, masuk
tiga besar di setiap lomba yang diselenggarakan.
Dalam sejarah, belum pernah ada seorang rookie (pendatang baru) yang naik
podium pada sembilan lomba pertamanya! Dalam sejarah, belum pernah pula ada
rookie yang memimpin klasemen seperti Hamilton!
Dengan berakhirnya GP Inggris, berarti lebih dari separo musim 2007 telah
berlalu. Dengan hanya delapan lomba tersisa, Hamilton sekarang memimpin dengan
meyakinkan, 12 poin lebih banyak dari pesaing terdekat. Yaitu rekan setim
sendiri di McLaren-Mercedes, Fernando Alonso (70-58).
Beda 12 poin memang tidak terkesan banyak. Namun, perbedaan itu sudah cukup
untuk menjadikan Hamilton sebagai kandidat utama juara dunia 2007.
Di Formula 1, setiap kemenangan hanya berhadiah 10 poin. Sedangkan runner-up
mendapat 8 poin. Berarti, Hamilton sudah punya "tabungan." Maksudnya, andai dia
tidak ikut satu lomba, dia tetap akan berada di puncak klasemen.
Hamilton juga tak perlu memenangi banyak lomba untuk mempertahankan posisi
puncak. Kalau Alonso terus menang dan Hamilton terus finis runner-up, maka
Alonso tetap butuh enam lomba untuk menyamai jumlah poin Hamilton. Ingat, hanya
delapan lomba yang tersisa, dan sulit membayangkan Alonso bisa menang enam kali
berturut-turut.
Bagi pasangan Ferrari, Kimi Raikkonen dan Felipe Massa, mengejar Hamilton lebih
sulit lagi. Mereka sekarang tertinggal 18 dan 19 poin di belakang sang rookie.
Berarti, untuk mengejar saja mereka masih butuh beberapa lomba lagi. Itu pun
kalau mereka kompak, mendukung salah satu menuju puncak. Kalau Raikkonen dan
Massa terus saling "memakan" seperti sekarang, maka akan semakin sulit untuk
mengejar Hamilton.
Sekarang, Alonso dan pasangan Ferrari benar-benar berharap Dewi Apes segera
mengunjungi Hamilton. Sejauh ini, baik Alonso, Raikkonen, maupun Massa sudah
pernah merasakan masalah. Hanya Hamilton yang belum. Menurut hukum
probabilitas, tidak lama lagi Dewi Apes seharusnya memang akan menyapa Hamilton!
Kalaupun Dewi Apes tak segera muncul, mereka tentu berharap Hamilton segera
membuat kesalahan besar. Setiap rookie pasti membuat kesalahan. Hamilton
seharusnya juga segera melakukannya.
Minggu lalu, tanda-tanda kesalahan itu sudah muncul. Ketika menjalan pit stop
pertama di Sirkuit Silverstone, Hamilton sempat tergesa menginjak gas sebelum
servis selesai. Beruntung dia segera sadar diri, sehingga tidak banyak waktu
terbuang (dan tidak ada pit crew cedera tertabrak!).
Menanggapi itu, Hamilton tetap cool. Dia masih belum bicara soal menjadi juara
dunia, masih akan menghadapi musim ini lomba demi lomba. Soal kesalahan Minggu
lalu, Hamilton menegaskan bahwa itu bukanlah masalah besar. "Itu bukan
kesalahan pertama saya musim ini. Saya pernah membuat beberapa kesalahan lain,
beberapa yang tidak pernah Anda lihat," ucapnya.
Menghadapi delapan lomba yang tersisa, Hamilton berjanji akan menjaga fokus.
Sebagai rookie, dia harus terus belajar untuk meningkatkan kemampuan. "Kita
harus terus melihat ke depan, berharap bisa tampil lebih baik di lomba
berikutnya," kata pembalap 22 tahun itu. (*)
Selasa, 10 Juli 2007,
Bukan Lawan Mudah
Malaysia v Tiongkok
KUALA LUMPUR - Motivasi tempur punggawa Malaysia menjelang meladeni Tiongkok di
laga pembuka Grup C hari ini, semakin meninggi. Mereka terpacu mengikuti jejak
sukses dua negeri tetangga, Thailand dan Vietnam, yang mampu mencuri poin dari
tim Timur Tengah.
Minggu (8/7) lalu, Vietnam membungkam jawara Piala Teluk, Uni Emirat Arab
(UEA), dengan skor 2-0 dalam laga di Grup B. Sehari sebelumnya (7/7), Thailand
yang tergabung di Grup A menahan seri Iraq 1-1.
Nah, menjelang laga perdana melawan Tiongkok di Stadion Bukit Jalil, Kuala
Lumpur, hari ini, (siaran langsung Global TV pukul 19.30 WIB), Malaysia siap
melakukan hal yang sama. Bermodalkan tanding di kandang sendiri dan dukungan
suporter berlimpah, pasukan besutan Norizan Bakar itu tak ingin hanya menjadi
penggembira.
Padahal, di Grup C ada tim juara tiga kali Piala Asia, Iran dan "kuda hitam"
Uzbekistan yang tidak kalah dahsyat kekuatannya. Publik Negeri Jiran pun
berharap agar Shukor Adan dkk mampu membuat kejutan seperti Vietnam dan
Thailand. Menurut Norizan, menghadapi Tiongkok menjadi ujian perdana. Bila
hasilnya memuaskan, tentu dapat memengaruhi penampilan Malaysia pada laga kedua
dan seterusnya.
"Pemain kami ingin melawan tim-tim bagus di Piala Asia. Menghadapi Tiongkok
pada laga pembuka menjadi kesempatan yang bagus untuk membuktikan kemampuan
mereka," kata Norizan di situs AFC.
Pernyataan mantan juru latih Perlis dan Penang itu turut didukung defender
Nanthakumar yang mengatakan status timnya sebagai tuan rumah memunculkan
kepercayaan diri yang tinggi.
Pemain kunci klub Perak FC berumur 29 tahun itu melihat peluang terbuka untuk
mengimbangi permainan Tiongkok. Walaupun dalam perjumpaan terakhirnya di
kualifikasi Piala Dunia 2006, tiga tahun lalu, Malaysia dipermalukan Tiongkok
0-1. "Bagi saya, tim paling kuat di grup kami adalan Iran. Mereka sering lolos
ke Piala Dunia. Tapi, banyak pemain Tiongkok berpengalaman. Kami harus kerja
keras," tutur Nanthakumar.
Kubu Malaysia boleh lebih percaya diri (pede) ketika main di kandang sendiri.
Namun, sejatinya persiapan mereka kurang meyakinkan setelah kalah dari Jamaika
dan UEA dalam uji coba menjelang Piala Asia. Sedangkan satu-satunya kemenangan
Malaysia hanya ketika mengalahkan tim lemah Kamboja 6-1.
Di sisi lain, keseriusan FAM (Federasi Sepak bola Malaysia) menjelang Piala
Asia sempat terganggu oleh rencana tur Manchester United yang dijadwalkan
berlangsung pada 27 Juli mendatang, atau dua hari sebelum perhelatan final.
Meski Malaysia akhirnya bersedia membatalkan rencana tur klub jawara Premier
League itu, dari peristiwa itu menggambarkan bagaimana minimnya antusiasme
publik.
Sementara itu, pihak Tiongkok tampaknya tutup telinga dengan fakta kurang
meyakinkan ketika mereka melakukan serangkaian uji coba ke Australia, Amerika
Serikat, dan Thailand. Berbekal tradisi yang lebih baik dan didukung materi
pemain yang bertebaran di Premier League Inggris lebih gemerlap, pelatih Zhu
Guanghu yakin pasukannya dapat melewati ujian pertama. "Saya rasa, tiga lawan
kami punya peluang yang sama. Mereka menganggap laga melawan Tiongkok sangat
penting," kata Zhu Guanghu.
Namun, sehari menjelang laga, Tiongkok sempat dipusingkan oleh cederanya tukang
gedor pelapis, Qu Bo. Mantan stiker Tottenham Hotspur dan Blackburn Rovers itu
mengalami cedera ketika berlatih Senin lalu. (sep)
PERKIRAAN PEMAIN
MALAYSIA (4-4-2) : 1-Azizon Abdul Kadir (g); 3-Fauzie Nan, 6-Thirumurugan,
4-Nazrulerwan, 2-Hamzani Omar; 11-Nor Farhan, 9-Eddy Helmi, 12-Shukor Adan (k),
10-Hardi Jaafar; 13-Mahayuddin, 8-Safee Sali
Pelatih : Norizan Bakar
CADANGAN : 21-Suffian (g), 7-Kaironnisam, 17- Nanthakumar, 19-Rosdi Talib,
20-Hamzani Omar, 5-Norhafiz Zamani, 15-Shahrulnizam, 16-Ahmad Fauzi Shaari,
22-Ivan Yusoff, 23-Aidil Zafuan, 14-Akmal Rizal
TIONGKOK (4-1-3-2): 1-Li Leilei (g); 3-Sun Xiang, 5-Li Weifeng, 4-Zhang Yaokun,
7-Sun Jihai; 8-Li Tie; 18-Zhou Haibin, 10-Zheng Zhi (k), 6-Shao Jiayi; 11-Dong
Fangzhuo, 9-Han Peng
Pelatih : Zhu Guanghu
CADANGAN : 22- Yang Jun (g), 2-Du Wei, 13-Zhang Shuai, 16-Ji Mingyi, 23-Cao
Yang, 15-Wang Dong, 19-Zheng Bin, 20-Mao Jianqing, 14-Zhu Ting, 17- Qu Bo,
21-Wang Peng
HEAD TO HEAD
08/09/2004 (Kualifikasi Piala Dunia)
Malaysia v Tiongkok 0-1
09/06/2004 (Kualifikasi Piala Dunia)
Tiongkok v Malaysia 4-0
05/07/1992 (Kualifikasi Piala Asia)
Malaysia v Tiongkok 0-1
KONDISI TIM
MALAYSIA
PERSIAPAN Federasi Sepak bola Malaysia (FAM) menjelang Piala Asia terganggu
oleh rencana tur Manchester United. Kendati tur batal, melawan Tiongkok yang
punya tradisi bagus ketika main di Malaysia, belum menjamin Shukor Adan dkk
memetik poin penuh.
TIONGKOK
KEGAGALAN Zheng Zhi cs di final Piala Asia 2004 dari Jepang ketika menjadi tuan
rumah, membuat Tiongkok mencari pelampiasan. Meski uji coba kurang meyakinkan
saat kalah dari Australia, AS, dan Thailand, melawan Malaysia tak bisa
disamakan.
FACTS AND FIGURES
1. Malaysia untuk kali pertama menjadi tuan rumah (bersama Thailand, Vietnam,
dan Indonesia).
2. Kiprah Malaysia di Piala Asia sebelumnya hanya sampai babak pertama 1976 dan
1980.
3. Malaysia tak pernah menang dalam turnamen resmi maupun persahabatan di
kandang maupun tandang atas Tiongkok dalam 25 tahun terakhir.
4. Tiongkok meraih gelar runner-up dua kali, masing-masing 2004 (ketika menjadi
tuan rumah) dan 1984 di Singapura. Empat edisi sebelumnya sampai semifinal.
5. Pelatih Zhu Guanghu mengantarkan Tiongkok juara Piala Asia Timur 2005
setelah menggantikan pelatih Arie Haan (Belanda) usai kebagian gelar runner-up
Piala Asia 2004.
____________________________________________________________________________________
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.
http://farechase.yahoo.com/
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/