jawapos.com
Selasa, 10 Juli 2007,
GAPAI IMPIAN 

Indonesia v Bahrain
JAKARTA - Ekspektasi tinggi telah digelayutkan di pundak skuad Timnas Indonesia 
di Piala Asia 2007. Ponaryo Astaman dkk dibebani target menembus babak kedua 
alias delapan besar. Sebuah target yang tentu melewati apa yang sudah 
dicatatkan Indonesia di putaran final turnamen akbar antarnegara Asia tersebut.
Dalam partisipasinya di tiga edisi terakhir Piala Asia, langkah Indonesia 
memang salalu saja terhenti di babak penyisihan Grup. Namun, dalam Piala Asia 
2004 di Tiongkok, pasukan Merah Putih sempat membuat secuil sejarah dengan 
meraih kemenangan perdana atas Qatar. Meski pada akhirnya tetap gagal lolos ke 
babak kedua.
Nah, kini saat berkesempatan menjadi tuan rumah, Indonesia pun ingin mencetak 
sejarah yang lebih besar. Dan jalan untuk menjawab tantangan itu bakal dimulai 
oleh punggawa Indonesia saat berjibaku dengan Bahrain di laga perdana Grup D di 
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, sore ini. (Tayangan langsung Global 
TV pukul 17.20 WIB).
"Pertandingan pertama kali ini pasti akan sulit. Sebab, pertandingan ini adalah 
kunci bagi kami untuk menjawab tantangan besar yang telah diamanatkan kepada 
kami. Tapi, kami yakin bisa melewatinya dengan hasil maksimal," koar Ponaryo 
Astaman, kapten Indonesia.
Skuad Indonesia memang sadar kalau Bahrain bukanlah lawan mudah. Apalagi, pada 
pertemuan terakhir di Piala Asia 2004 silam, Indonesia pernah ditekuk tim asal 
Jazirah Arab itu 1-3. Namun, fakta tersebut tak membuat gentar pemain-pemain 
Indonesia. Tim Merah Putih justru ingin membuktikan kalau kekalahan itu telah 
menjadi bagian masa lalu dan akan menggantikannya dengan torehan manis sore ini.
"Saya tidak pernah berpikir para pemain kami berada di bawah mereka (Bahrain). 
Secara individual kualitas para pemain kami sama bagusnya dengan mereka. Karena 
itu, kami tidak takut dengan mereka," seru pelatih Indonesia Ivan Venkov Kolev.
Komentar bule Bulgaria itu boleh saja membakar spirit Merah Putih untuk 
mengejar impian (lolos babak kedua) yang belum kesampaian hingga saat ini. 
"Kami memang sempat kalah dari Bahrain. Kami juga kalah dalam segi postur di 
pertandingan besok (hari ini, red). Tapi, kami punya karakter dan cara bermain 
yang berbeda dengan mereka. Dengan apa yang kami miliki itu, kami akan membuat 
mereka kerepotan," sambung Ponaryo.
Indonesia semakin optimis bisa menaklukkan Bahrain seiring hasil gemilang yang 
ditorehkan dua koleganya dari Asia Tenggara. Yakni kemenangan 2-0 yang telah 
dicetak oleh Vietnam atas UEA, serta hasil seri 1-1 yang digapai Thailand saat 
bentrok dengan Irak. "Kejutan yang terjadi dalam dua hari lalu, kami yakini 
akan terulang di Senayan besok sore (sore ini)," ujar Ponaryo.
Bagiamana dengan Bahrain? Semifinalis Piala Asia itu ternyata tak kalah 
optimisnya dengan tuah rumah. Bahrain juga sangat berhasrat merengkuh 
kemenangan guna memuluskan langkah untuk kembali meraih hasil spektakuler 
seperti di Piala Asia 2004 lalu.
Namun, untuk memperoleh hasil tersebut mereka tak mau meremehkan kekuatan 
Indonesia. Sebab, mereka menyakini kekuatan Indonesia sudah jauh berbeda dengan 
saat mereka taklukkan tiga tahun silam.
"Besok (hari ini) bukanlah pertandingan ringan. Indonesia sudah melakukan 
persiapan dengan bagus. Dan dari pengalaman saya, ajang Piala Asia selalu 
menyajikkan fakta berbeda. Untuk Piala Asia kali ini, semua tim saya rasa 
memiliki peluang yang sama. Karena itu, kami akan selalu serius melakoni setiap 
pertandingan," kata Milan Macala, pelatih Bahrain. (fim)

Perkiraan Pemain
Indonesia 4-3-3
1-Yandri Pitoy (g), 4- Salampessy, 5- Maman Abdurahman, 6-Charis Yulianto, 2- 
M. Ridwan; 11- Ponaryo Astaman (k), 15-Firman Utina, 9-Mahyadi; 8-Elie Aiboy, 
20-Bambang Pamungkas, 13- Budi Sudarsono.
Cadangan : 23-Markus Horison (g), 21-Harry Saputra, 22-Supardi, 14-Ismed 
Sofyan, 7-Eka Ramdani, 19-Zaenal Arif, 17-Atep.
Pelatih : Ivan Venkov Kolev
Kostum : Merah-Putih
Bahrain 4-4-2
1-Ali Hasan (g), 2-Mohamed Hasan, 14-Salman Ali, 3-Abdulla, 23-Ebrahim 
Meshkhas; 10- Mohamed Salmeen (k), 18-Husaiun Habib, 8-Rashed Al Doseri, 13- 
Talal Mohamood; 9-Husain Abdulla, 30 Alaa Hubail.
Cadangan;
21- Abdul Rahman (g), 14-Salman Ali, 5-Ahmed Al Hamedi, 11-Ismael Hasan, 19-Ali 
Shehabi, 7-Sayed Al Wadaei.
Pelatih : Milan Macala
Kostum : Putih-Putih

Head to Head
Bahrain v Indonesia 3-1 (Piala Asia 2004)
Indonesia v Bahrain 0-0 (Pra Piala Asia 1987)
Indonesia v Bahrain 1-1 (Piala Presiden 1982)
Indonesia v Bahrain 3-2 (Piala Presiden 1980)

Kondisi Tim
Indonesia 
Motivasi pemain Indonesia saat ini sedang melambung. Selain kondisi fisik dan 
mentalnya stabil, mereka juga bakal mendapat suntikan ribuan suporter. 
Indonesia juga terlecut untuk membalas kekalahan tiga tahun lalu. Skuad 
Indonesia juga mendapat bekal positif dari Jusuf Kalla sebelum mengikuti Piala 
Asia 2007.
Bahrain 
Tim asal Jazirah Arab tersebut memiliki modal positif dalam menghadapi 
Indonesia. Modal itu tidak lain adalah kemenangan yang mereka petik atas 
Indonesia di Piala Asia 2004.

Facts and Figures
1. Indonesia dengan Bahrain sudah empat kali bertemu. Indonesia menang sekali, 
seri dua kali, dan kalah sekali.
2. Pertandingan besok adalah pertemuan kedua tim di putaran final Piala Asia.
3. Pada pertemuan pertama di Piala Asia 2004 yang digelar di Tiongkok Indonesia 
kalah 1-3
4. Putaran final Piala Asia 2007 ini merupakan keikutsertaan Indonesia untuk 
kali keempat( 1996, 2000, 2004, dan 2007). Bagi Bahrain gelaran tahun ini kali 
ketiga (1988, 2004, dan 2007). 
5. Bahrain tercatat sebagai semifinalis Piala Asia 2004. Sedangkan langkah 
Indonesia harus terhenti di babak penyisihan grup. 
6. Dalam satu tahun terakhir, peringkat terbaik Indonesia di FIFA hanya ranking 
ke-139 pada Juli 2006, sementara Bahrain di posisi ke-93 pada Agustus 2006. 
Kini, Indonesia berada di peringkat ke-143 dan Bahrain di peringkat ke-100.
7. Selama tampil di Piala Asia, Indonesia belum pernah lolos dari babak 
pertama. Bahrain mencapai prestasi terbaik pada 2004 dengan menduduki posisi 
keempat.

BURSA (Versi Asian Handicap) 
Indonesia v Bahrain 1/2:0

Selasa, 10 Juli 2007,
Memori Indah Piala Asia 2004

Menyebut bintang Timnas Indonesia saat ini, nama Bambang Pamungkas pasti yang 
mengapung ke permukaan. Sesuatu yang wajar, mengingat kualitas dan peran 
Bambang sebagai ujung tombak utama skuad Merah Putih di Piala Asia 2007. 
Namun, saat Indonesia menghadapi Bahrain sore ini, bukan hanya nama pemain yang 
akrab disapa Bepe itu yang patut dikedepankan. Nama Ellie Aiboy juga tak kalah 
pantasnya untuk ditonjolkan. Mengapa? Sebab, gelandang Arema Malang itulah yang 
menyumbang sebiji gol saat Indonesia ditaklukkan Bahrain di Piala Asia 2004.
Memang sih, skuad Indonesia sudah melupakan kekalahan tersebut, termasuk juga 
Ellie. Meski begitu, memori pemain berusia 28 tahun itu masih saja tergelitik 
oleh gol ke gawang Bahrain yang dia ceploskan menit 75 tersebut. Apalagi, gol 
itu merupakan gol pertama Ellie di perhelatan sepak bola antarbangsa-bangsa 
Asia tersebut.
"Gol itu sudah menjadi masa lalu saya. Tapi, setiap kenangan indah yang pernah 
saya buat tetap saja mengusik saya untuk mengulangnya, tidak terkecuali dengan 
gol ke gawang Bahrain tersebut," aku Ellie kepada Jawa Pos.
Karena itu, jika Kolev memberi kesempatan merumput saat melawan Bahrain sore 
ini, Ellie bakal berusaha untuk kembali mencetak gol. Usaha itu buka semata 
dimaksudkan mantan pemain Selangor FC, Malaysia tersebut untuk mengulang memori 
indahnya di Piala Asia 2004.
Tapi, Ellie juga ingin menjadi bagian penting asa Indonesia dalam menundukkan 
Bahrain. "Di samping itu saya juga ingin menjawab keraguan yang dialamatkan 
banyak orang kepada orang selama pertandingan ujicoba sebelum ini," kata Ellie.
Kebetulan, dalam tiga partai ujicoba internasional terakhir yang dijalani 
Indonesia, Ellie memang selalu mendapat sorotan. Kinerjanya di sisi kanan, 
dinilai kalah bagus dengan performa Budi Sudarsono dan M. Ridwan di sektor kiri 
Timnas Indonesia.
"Sampai saat ini pelatih belum mengumumkan siapa yang akan main. Jika nanti 
saya yang terpilih, saya akan tunjukkan kemampuan terbaik saya baik saat 
menyerang maupun bertahan," ujar Ellie. (fim)

 

 
 
Selasa, 10 Juli 2007,
Rangsang Bonus Besar

Kehadiran Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ke markas Timnas Indonesia di Senayan 
kemarin dianggap belum cukup untuk memompa spirit Ponaryo Astaman dkk. Itu 
sebabnya, manajemen PSSI mencari rangsangan alternatif menjelang laga perdana 
kontra Bahrain di Gelora Bung Karno malam nanti. Otoritas sepak bola nasional 
itu siap mengucurkan bonus.
Jika berhasil mengalahkan Bahrain, Ponaryo Astaman dkk kabarnya akan mendapat 
insentif maksimal Rp 50 juta. Jika berhasil lolos ke putaran kedua, jumlah 
bonus akan berlipat menjadi Rp 100 juta per pemain. Pemberian bonus itu 
dibenarkan manajer tim Andi Darussalam Tabusalla. 
Namun, detail jumlah nominal diserahkan sepenuhnya kepada Chief de Mission 
Nirwan Dermawan Bakrie. "Saya yakin pak Nirwan sudah memikirkan 
segala-sesuatunya, termasuk bonus tersebut. Bonus itu juga nantinya diterima 
para pemain yang masuk dalam tim secara keseluruhan," katanya.
Andi juga meminta agar masalah bonus jangan terlalu dibesar-besarkan. Sebab, 
hal itu dikhawatirkan bisa memecah konsentrasi para pemain. Meskipun, dia yakin 
bahwa Ponaryo Astaman dkk lebih mengedepankan semangat perjuangan membela tim 
Merah Putih dibandng memikirkan bonus. "Saya sungguh-sungguh tak meragukan 
semangat juang anak-anak ini. Mereka akan benar-benar fight untuk mengalahkan 
Bahrain," ujarnya. (dio/fim/ady)
 
 Selasa, 10 Juli 2007,
Sepatu Khusus Lambang Kalajengking

Yi Jianlian merupakan bintang besar di Tiongkok. Kalau karirnya berjalan 
lancar, dia bisa menjadi bintang yang lebih besar dari Yao Ming. Sekarang saja, 
kampanye marketing untuk Yi sudah jauh lebih dahsyat ketimbang saat Yao Ming 
pertama masuk NBA, musim 2002 lalu.
Saat ini, wajah Yi bisa ditemui di mana-mana. Sejumlah majalah memasang 
wajahnya sebagai cover. Bukan hanya majalah basket, tapi juga majalah fashion 
dan lifestyle.
Di kota besar seperti Beijing, wajah Yi bertebaran di billboard-billboard 
raksasa. Nike, perusahaan sepatu yang mengontrak Yi, melakukan kampanye 
besar-besaran menyambut NBA Draft 28 Juni lalu.
Untuk mengenang momen istimewa itu, pada hari yang sama Nike merilis sepatu 
khusus. Yaitu Nike Air Max More 180 edisi Yi Jianlian. Warnanya putih silver. 
Warna itu netral, jadi Yi bisa memakainya bersama tim mana pun (di NBA, warna 
sepatu harus senada dengan kostum).
Sepatu seharga sekitar Rp 1,25 juta itu dihiasi dengan rangkaian tulisan "YJL," 
dibumbui nama "Yi" baik menggunakan alfabet maupun tulisan Tiongkok, plus logo 
Scorpion (logo pribadi Yi yang berbintang Scorpio).
Detail istimewa lain ada pada sol bagian dalam. Yang kiri bergambar khas 
Tiongkok, yang kanan dihiasi bendera Amerika, melambangkan lintas budaya yang 
sekarang dijalani Yi. Untuk sementara ini, sepatu tersebut hanya beredar di 
Tiongkok. (aza)

Selasa, 10 Juli 2007,
Ulangan Bentrok Piala Dunia 2006 

Argentina Jumpa Meksiko di Semifinal 
BARQUISIMETO - Copa America 2007 tak melahirkan kejutan baru. Buktinya, keempat 
slot semifinal semuanya direbut tim-tim unggulan dengan tradisi kuat. Setelah 
Brazil dan Uruguay, dua tempat terakhir menjadi milik Argentina dan Meksiko. 
Argentina lolos setelah melibas Peru 4-0 di Stadion Metropolito, Barquisimeto, 
kemarin. Tango akan berduel melawan Meksiko di babak empat besar setelah El Tri 
juga tampil menggetarkan dengan menghajar Paraguay 6-0 di Maturin di 
pertandingan yang digelar lebih dulu. 
Di Barquisimeto, gelandang veteran Juan Roman Riquelme menjadi inspirator 
kemenangan Tango. Pemain Boca Juniors yang dipinjam dari Villarreal itu 
memborong dua gol, masing-masing pada menit ke-47 dan 86. Dia juga menyumbang 
satu assist yang diselesaikan dengan sempurna oleh Lionel Messi pada menit 
ke-61. Satu gol lainnya diceploskan Javier Mascherano pada menit ke-75. 
Bentrok Argentina dengan Meksiko di semifinal nanti mengingatkan pada pertemuan 
terakhir mereka pada babak 16 Besar Piala Dunia 2006. Waktu itu Argentina 
tampil sebagai pemenang dengan skor tipis, 2-1.
Arsitek Tango Alfio Basile memuji habis-habisan spirit tempur tim asuhannya 
yang tak kenal menyerah meski sempat frustrasi di babak pertama. "Bukan hanya 
sekadar menang. Tapi, perjuangan luar biasa yang ditunjukkan anak-anak-lah yang 
membuat saya bangga," ujarnya.
Tango memang sempat dilanda kecemasan setelah tak kunjung bisa membobol gawang 
lawan di babak pertama. Serangan bertubi-tubi yang mereka lancarkan selalu 
berujung dengan kegagalan. 
"Kami bermain sabar dan mengurung Peru dari semua penjuru lapangan. Itu 
berhasil membuat lawan terdesak sehingga kami akhirnya bisa mencetak banyak 
gol," ujar Basile seperti dilansir situs resmi turnamen antarnegara tertua 
sejagat ini.
Kubu Peru juga sepenuhnya menerima kekalahan mereka. "Hasil akhir laga ini 
memang mengatakan kondisi yang sebenarnya. Argentina ditunjang materi pemain 
dengan talenta superior. Meski sudah berupaya keras, kami harus mengakui 
kehebatan mereka," ujar arsitek Peru Julio Cesar Uribe.
Dalam laga tersebut Uribe sengaja memasang lima pemain sekaligus di lini 
belakang. Strategi itu sedianya dipilih dengan maksud untuk meredam daya gedor 
Tango. Namun, tetap saja tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Tango 
malah berhasil menyarangkan empat biji gol. 
Tambahan empat gol itu makin menahbiskan juara dunia dua kali itu sebagai tim 
tersubur di turnamen ini. Total, dari empat laga yang telah dimainkan, 
Argentina telah mencetak 16 gol. Tango juga mencatatkan diri sebagai 
satu-satunya tim yang lolos ke semifinal dengan rekor terus menang sejak babak 
penyisihan. (roq)

 Selasa, 10 Juli 2007,
Soccerline

Resmi Milik Chelsea
LONDON - Keinginan Florent Malouda untuk menjadi penghuni anyar Stamford Bridge 
akhirnya terwujud. Itu terjadi setelah kubu Chelsea dan Olympique Lyon menemui 
kata sepakat soal banderol harga. 
"Dengan ini kami mengumumkan bahwa Chelsea telah menyetujui permintaan fee 
seperti yang diminta Olympique Lyon untuk menggaet Malouda," begitu isi 
pernyataan resmi klub asal London di situs mereka.
Meski dalam pernyataan resmi tersebut tidak dijelaskan soal nominal kontrak, 
media di Prancis mengklaim kalau Lyon bakal mengantongi dana segar sebesar 13 
juta pounds dari The Blues.
Usai sepakat soal fee transfer, berarti Malouda tinggal melakoni tes medis. 
Kalau proses itu rampung juga, secepatnya dia bisa bergabung dengan rekan-rekan 
barunya yang bakal melakoni tur ke Amerika Serikat. Malouda adalah amunisi 
anyar keempat yang didatangkan The Blues musim panas ini. Tiga lainnya yang 
sudah bergabung secara free transfer alias gratis adalah Steve Sidwell, Claudio 
Pizarro, dan Tal Ben Haim. (roq)

Ingin Pensiun dari Timnas Inggris
LONDON - Usia Jamie Carragher (29) masih belum terlalu tua untuk meneruskan 
karir bersama Timnas Inggris. Tapi, gara-gara frustrasi karena tak pernah 
mendapat tempat utama di skuad Three Lions, bek Liverpool itu menyatakan 
keinginannya untuk pensiun dari arena antarbangsa.
Carragher mengaku kecewa karena tak pernah jadi pilihan nomor satu pelatih 
Three Lions Steve McClaren. Padahal, bersama Liverpool dalam kurun waktu dua 
musim terakhir, dia tampil sangat bagus.
"Banyak alasan kenapa saya memikirkan itu (pensiun dari Timnas Inggris). 
Pemikiran itu muncul kali pertama usai Piala Dunia 2006. Setelah Sol Campbell 
pensiun, saya merasa kesempatan saya semakin besar. Paling tidak bersaing 
dengan Rio Ferdinand untuk mendampingi John Terry sebagai bek tengah. Ternyata, 
kesempatan itu tak pernah diberikan kepada saya," katanya seperti dikutip 
Reuters. 
McClaren memang lebih memilih Ledley King atau Jonathan Woodgate Jika Ferdinand 
atau Terry absen. Itu terlihat misalnya di dua laga terakhir Three Lions 
menghadapi Brazil dan Estonia. Carragher selama ini lebih banyak difungsikan 
sebagai pelapis bek kanan atau kiri. (roq) 

Selasa, 10 Juli 2007,
Sama-Sama Tengah Meroket 

Brazil v Uruguay
MARACAIBO - Brazil dan Uruguay datang ke Venezuela (tuan rumah Copa America 
2007) dengan label sebagai tim favorit. Fakta memang mendukung itu. Selecao 
telah mengoleksi tujuh gelar pada turnamen ini. 
Uruguay malah jauh lebih hebat lagi. La Celeste berdiri sejajar dengan 
Argentina sebagai negara dengan koleksi gelar terbanyak (14 kali) pada turnamen 
antarnegara tertua sejagat ini.
Namun, modal tradisi itu ternyata sempat membebani kedua tim. Baik Brazil 
maupun Uruguay tampil jeblok pada laga pembuka penyisihan grup masing-masing. 
Brazil menelan kekalahan 0-2 dari Meksiko, sedangkan Uruguay dipecundangi tiga 
gol tanpa balas oleh Peru.
Tapi, mental yang kuat membuat kedua tim itu mampu dengan cepat bangkit. Mereka 
bisa terus melaju hingga mendarat di semifinal. Keberhasilan menembus empat 
besar ini juga diraih secara meyakinkan, Brazil menendang Cile 6-1 dan Uruguay 
memecundangi tuan rumah Venezuela 4-1.
Kini, setelah terbangun dari tidur masing-masing, kedua raksasa itu harus 
saling bunuh demi berebut tiket final. Big match klasik ini menurut rencana 
bakal ditayangkan langsung RCTI besok mulai pukul 07.50 WIB.
"Uruguay adalah rival klasik yang penampilannya terus meningkat tajam selama 
turnamen ini. Mereka sudah membuktikannya saat mengalahkan Venezuela, " ujar 
arsitek Selecao Carlos Dunga seperti dilansir Foxsports. "Mereka tak hanya 
memiliki sejarah dan tradisi sepak bola yang hebat. Tapi juga diperkuat banyak 
pemain bagus."
Dunga memang benar. Setelah hanya lolos ke perempat final dengan status tim 
penghuni peringkat ketiga terbaik, Uruguay mulai menunjukkan kelas di perempat 
final. Empat gol mereka sarangkan ke gawang Venezuela. Padahal, di tiga laga 
penyisihan grup, La Celeste hanya mencetak satu gol dan kebobolan tiga kali. 
"Bagi kami, Copa America rasanya seperti baru dimulai Sabtu kemarin (perempat 
final). Sekarang, fokus kami adalah melangkah sejauh mungkin," tegas kiper 
utama La Celeste Fabio Carini.
Selecao sendiri juga tak kalah greng. Gilberto Silva dkk mulai bisa 
mengaplikasikan permainan sepak bola indah atau yang biasa dikenal dengan jogo 
bonito. Dan yang paling penting adalah, Selecao tak lagi terlalu bergantung 
kepada Robinho semata dalam mencetak gol.
Pertemuan ini juga ulangan perempat final Copa America edisi terakhir. Ketika 
itu, kedua tim bertemu di perempat final. Brazil akhirnya memenangi 
pertandingan itu lewat adu penalti setelah 2x45 menit hanya berakhir dengan 
0-0. Akankah hasil yang ketat kembali terjadi besok pagi? Sepertinya demikian. 
(roq)

PERKIRAAN PEMAIN 
BRAZIL (4-4-2): 12-Doni; 2- Maicon, 4-Juan, 3-Alex, 6-Gilberto; 8-Silva, 
5-Mineiro, 7-Elano, 10-Diego; 11-Robinho, 9-Vagner Love.
Cadangan: 1- Helton, 13-Daniel Alves, 16-Kleber, 17-Josue, 19-Baptista, 
21-Afonso
Pelatih: Carlos Dunga.
URUGUAY (4-4-2): 1- Carini; 2-Lugano, 19-Scotti, 6-Rodriguez, 16-Pereira; 
5-Garcia, 15-Perez, 7-Cristian Rodriguez, 4-Fucile; 21-Forlan, 10-Recoba
Cadangan : 12-Castilo, 3-Gargano, 13-Abreu, 8-Godin, 14-Diogo, 9-Vargas, 
22-Sanchez
Pelatih : Oscar Washington Tabarez

Facts & Figures
1. Brazil dan Uruguay sudah bertemu sebanyak 70 laga (semua ajang). Brazil 
mengemas 31 kemenangan sedangkan Uruguay baru 20 kemenangan. 
2. Di ajang Copa America, Uruguay dan Barzil sudah bersua 23 kali. Hasilnya, 
Uruguay lebih unggul. Uruguay memetik sembilan kemenangan, tujuh kali bermain 
imbang, dan tujuh kali kalah.
3. Robinho untuk sementara menyandang prdikat top scorer turnamen ini dengan 
koleksi enam gol. Dia butuh tambahan dua gol lagi untuk menyamai rekor Pele 
(delapan gol) pada edisi 1959.

Selasa, 10 Juli 2007,
Anggap Bukan Unggulan

JAKARTA - Kubu Korsel tak mau terlena dengan status unggulan yang mereka 
sandang. Tim Negeri Ginseng ini lebih senang bila dianggap setara dengan para 
pesaing lainnya yang berada di Grup D, yaitu tuan rumah Indonesia, Arab Saudi 
dan Bahrain.
Korsel baru akan mengawali perjalanannya di Piala Asia 2007 besok dengan 
menghadapi Arab Saudi. Duel dua tim unggulan tersebut dinilai kubu Korsel 
sebagai salah satu laga penentu bagi mereka jika ingin meraih gelar terbaik. 
Apalagi keduanya dikenal sebagai dua tim papan atas di benua Asia sekaligus 
langganan wakil Asia di putaran final Piala Dunia.
Gelandang bertahan Korsel Kim Sang Sik mengungkapkan, timnya harus menaruh 
kewaspadaan yang tinggi terhaap tiga tim pesaing mereka di Grup D. Ketiga tim 
tersebut memiliki potensi yang besar untuk mengalahkan Korsel sekaligus 
menghambat ambisi mereka untuk meraih gelar juara.
"Dua tim asal kawasan Arab, memiliki ciri khas yang hampir sama berbahayanya, 
yaitu teknik dan kemampuan yang bagus. Selain itu, mereka juga memiliki 
semangat yang tinggi di lapangan," tutur Kim Sang Sik.
Kim menambahkan, tuan rumah Indonesia juga tak boleh dianggap sebelah mata. 
Motivasi yang tinggi saat tampil di hadapan pendukungnya juga patut 
diperhitungkan. Hal itu kerap menjadi sebuah kekuatan tak terduga untuk sebuah 
pertandingan.
"Secara peringkat kami memang unggul jauh. Namun, dalam turnamen seperti ini, 
hampir tak ada pengaruhnya. Apalagi bagi tuan rumah yang sangat mengenal 
kondisi kandangnya," ujar pemain berusia 30 tahun itu.
Pendapat Lee Chun Soo juga tak jauh dari Kim. Pemain yang pernah mencicipi Liga 
Primera Spanyol bersama Real Sociedad dan Numancia itu menegaskan, tak ada kata 
selain kerja keras untuk bisa lolos dari Grup D. Menurutnya, dia dan 
rekan-rekannya sudah diingatkan oleh Pelatih Korsel Peter "Pim" Verbeek untuk 
selalu tampil dengan kekuatan penuh.
Meski tak sepenuhnya mengetahui kekuatan kontestan lainnya, dia memprediksikan 
tak akan mudah bagi timnya, untuk melenggang ke babak selanjutnya."Seluruh 
pertandingan adalah laga penting bagi kami. Kami harus yakin dengan kekuatan 
yang kami miliki. Arab Saudi, Bahrain dan Indonesia sama sekali tak bisa 
diremehkan dan bukan tim yang mudah dikalahkan," tambah pemain yang kini 
memperkuat Ulsan di Liga Korsel itu. (ady)


 
 
Selasa, 10 Juli 2007,
Keamanan Tak Mau Kecolongan 

JAKARTA - Tuan rumah Indonesia tak mau kecolongan dalam segi keamanan selama 
Piala Asia berlangsung. Berbagai imbauan telah diberikan kepada calon penonton 
yang akan datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan Jakarta, 
tempat pertandingan digelar.
Ketua Bidang Keamanan dan Kesehatan LOC Indonesia Ashar Suryobroto menjelaskan, 
dalam setiap pertandingan yang digelar di SUGBK, akan terdapat lima ring 
pengamanan. Pada setiap hari pertandingan, kawasan tersebut akan disterilkan 
dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan, termasuk masyarakat umum. Tindakan 
tersebut akan diberlakukan semenjak pukul 06.00 WIB.
"Seperti besok (hari ini) pihak keamanan akan mensterilkan ring dua (pintu 
masuk menuju kawasan Gelora Bung Karno) dari masyarakat umum. Mereka yang 
berada di dalam area tersebut sudah harus memiliki identitas khusus turnamen 
atau tiket bagi mereka yang bermaksud menonton pertandingan," ujar Ashar.
Selain itu, Ashar juga mengungkapkan berbagai hal yang harus ditaati oleh para 
penonton. Menurutnya pihak keamanan tak memberikan izin bagi siapapun untuk 
menginap di area sekitar stadion. Ini dikhawatirkan pihak keamanan berdasarkan 
pengalaman beberapa turnamen besar yang digelar di stadion terbesar di Asia 
Tenggara itu.
"Banyak kelompok suporter yang ingin mendirikan tenda atau menginap di sekitar 
GBK. Kami dengan tegas melarang niat tersebut. Kami harap mereka memahami hal 
itu, dan tak sampai mengusir orang akibat hal itu," ujarnya.
"Satu lagi yang kecil tapi penting, kami menghimbau agar penonton tidak membawa 
peluit. Kami berharap semua bisa memahaminya. Yang jelas kami berharap Piala 
Asia ini bisa menjadi momentum penonton Indonesia bertindak yang tidak biasa," 
kata Ashar.
"Dalam arti bertindak dan bersikap yang positif dalam setiap menyaksikan 
pertandingan," paparnya.
Pada kesempatan yang sama Ashar juga menegaskan tentang beberapa hal terkait 
kenyamanan penonton saat menyaksikan Piala Asia 2007. Salah satunya adalah 
menyangkut masalah parkir kendaraan. 
Saat menonton Piala Asia nanti LOC Indonesia memberi jatah para penonton lahan 
parkir di areal Parkir Timur Senayan. Selain itu juga tersedia tempat parkir di 
Istora dan Kolam Renang Senayan.
"Untuk kemudahan dan kelancaran, kami mempersilakan para penonton yang membawa 
kendaraan untuk masuk ke areal stadion dari pintu yang berada di depan halaman 
TVRI (Jl. Gerbang Pemuda)," ujar Ashar. 
Sementara itu, gelombang suporter dari luar Jakarta mulai berdatangan tadi 
malam. Mereka datang dari beberapa kota di Jawa Tengah, seperti Solo dan 
Semarang serta Jawa Timur, seperti Malang dan Gresik. Ketua I The Jakmania 
(Suporter Persija Jakarta) Lariko Ranggamone mengatakan pihaknya akan berusaha 
menjadi tuan rumah yang baik untuk mendukung Timnas Indonesia di Piala Asia.
"Untuk sementara mereka kami kumpulkan di sekitar sekretariat The Jak di Lebak 
Bulus. Beberapa kelompok juga memilih untuk tinggal di tempat lainnya," ungkap 
Lariko. (ady/fim)
 
 
 
 
Selasa, 10 Juli 2007,
Iran Siapkan Adu Penalti

KUALA LUMPUR - Sejak 1976, Iran tak pernah lagi bisa menembus final Piala Asia. 
Padahal, mereka dua kali memenangi ajang antarnegara di benua terbesar di dunia 
tersebut, pada 1968 dan 1976. Di tiga edisi terakhir Piala Dunia, Team 
Melli-julukan Timnas Iran-juga selalu menjadi partisipan di putaran final. 
Lantas mengapa menembus final Piala Asia saja gagal mereka lakukan selama 31 
tahun terakhir? Ada banyak jawaban untuk pertanyaan itu. Tapi, salah satu yang 
terpenting adalah adu penalti. Tiga kali langkah Team Melli menuju partai 
puncak Piala Asia selalu terganjal adu penalti. Terakhir terjadi di perempat 
final Piala Asia 2004. 
Karena itulah, khusus mennghadapi Piala Asia 2007 ini, pelatih Team Melli Amin 
Ghalenoi memberi porsi khusus latihan adu penalti kepada Ali Karimi dkk. 
Latihan itu dilakukan sudah sejak mereka masih menggelar training center di 
Teheran. 
"Kami punya banyak kenangan buruk dalam kaitannya dengan adu penalti. Tapi, 
untuk (Piala Asia) kali ini, kami sudah mempersiapkan diri dengan serius," ujar 
Nasser Ebrahimi, penasehat teknis Iran, kepada AFP. 
Namun, Ebrahimi menolak menyebutkan siapa saja yang disiapkan sebagai eksekutor 
seandainya Iran benar harus menghadapi adu penalti mulai perempat final nanti. 
Ebrahimi hanya menyebut kalau semua pemain harus siap menjalankan tugas itu. 
Mengenai materi Team Melli di Piala Asia 2007 ini, Ebrahimi juga meyakininya 
sangat kuat. Meski, Team Melli kini tak lagi diperkuat striker legendaris Ali 
Daei yang telah mengundurkan diri usai Piala Dunia 2006 lalu. Sepanjang karir 
internasionalnya bersama Team Melli, Daei mencetak 109 gol, terbanyak di 
seluruh dunia. 
"Hubungan internal tim sangat bagus. Para pemain juga sangat sehati. Ini yang 
membuat saya yakin tim ini bakal juara," kata Ebrahimi. 
Team Melli dihuni sejumlah pemain yang merumput di Eropa. Di antaranya Mehdi 
Mahdavikia dan Vahid Hashemian yang bermain di Bundesliga Jerman, Andranik 
Teymourian yang membela Bolton di Premier League Inggris, dan Javad Nekounam 
yang berkostum Osasuna, salah satu klub Liga Primera Spanyol. Karimi sendiri 
baru meninggalkan raksasa Jerman Bayern Munchen guna bergabung dengan klub 
Qatar, Qatar Sports Club. 
Iran sebenarnya nyaris gagal tampil di Piala Asia 2007 ini. Itu terjadi setelah 
FIFA mencekal mereka dari ajang internasional menyusul intervensi pemerintah 
Iran kepada federasi sepak bola setempat usai kegagalan di Piala Dunia 2006. 
FIFA akhirnya melunak beberapa hari menjelang drawing Piala Asia 2007 dengan 
mengizinkan Iran untuk tetap berpartisipasi. (ttg)
 
 
 
 
Selasa, 10 Juli 2007,
Bisa Diakses via HP

BANGKOK - Kemungkinan rendahnya jumlah penonton yang hadir langsung di stadion 
selama Piala Asia 2007 menjadi momok yang menakutkan bagi AFC. Kekhawatiran itu 
mulai terasa setelah opening ceremony yang dilangsungkan di Stadion Nasional 
Rajamangala, Bangkok, Sabtu (7/7), hanya terisi separo dari kapasitas stadion. 
Namun, Presiden AFC Mohamed Bin Hammam tak perlu terlalu bersedih. Kalaupun 
statistik jumlah penonton yang hadir langsung ke stadion tak sesuai harapan, 
Hammam masih bisa berharap pada peningkatan jumlah penonton yang menyaksikan 
hajatan ini melalui layar kaca atau dunia virtual (maya).
Kemungkinan itu sangat terbuka lebar. Mengingat AFC telah melakukan berbagai 
terobosan baru dalam mendongkrak popularitas Piala Asia. Salah satunya adalah 
memberi kemudahan bagi siapa saja untuk mengakses hajatan ini via handphone 
(HP). 
"Mereka yang membutuhkan informasi, hasil pertandingan, video clip, atau 
cuplikan pertandingan bisa sewaktu-waktu mengakses lewat handphone. Tak peduli 
dimana Anda dan kapan saja. Bahkan, sekalipun mereka yang sedang berada di 
Iraq," ujar Seamus O’Brien, Presiden World Sport Group (rekanan AFC) seperti 
dilansir AFP kemarin. 
Total 32 laga yang digelar di empat negara tuan rumah (Thailand, Malaysia, 
Indonesia, dan Vietnam) ini, lanjut O’Brien, bisa diakses juga melalui jaringan 
televisi kabel maupun stasiun televisi yang ditunjuk sebagai media official 
partner. 
O’Brien juga optimistis penyelenggaraan tahun ini bakal mencatatkan rekor baru 
dalam jumlah penonton. "Dengan pertumbuhan jumlah stasiun televisi yang begitu 
pesat di Asia belakangan ini, saya yakin penyelenggaraan Piala Asia 2007 bakal 
menorehkan rekor baru jumlah pemirsa," tambahnya.
Pada penyelenggaraan sebelumnya di Tiongkok (2004), telah berhasil dicetak 
rekor jumlah pemirsa. Terutama pada partai puncak ketika tuan rumah harus 
berhadapan dengan Jepang. Sekitar 43,1 persen penduduk Tiongkok yang jumlahnya 
sekitar 1,3 miliar menyaksikan partai final yang akhirnya dimenangi Jepang 
tersebut. (roq)
 
 Selasa, 10 Juli 2007,
Separo Musim Berlalu, Hamilton Terus Pimpin Klasemen

Masih Menanti Dewi Apes
Tak terasa, musim Formula 1 2007 telah berjalan separo lebih (sedikit). Grand 
Prix Inggris Minggu lalu merupakan yang kesembilan dari 17 seri. Hebatnya, 
Lewis Hamilton masih mantap memimpin klasemen. Apakah ini berarti dia bakal 
jadi juara dunia?
Ulasan Azrul Ananda
Lewis Hamilton gagal menang di Grand Prix Inggris Minggu lalu. Meski demikian, 
dia tetap membuktikan diri sebagai pembalap paling konsisten tahun ini, masuk 
tiga besar di setiap lomba yang diselenggarakan. 
Dalam sejarah, belum pernah ada seorang rookie (pendatang baru) yang naik 
podium pada sembilan lomba pertamanya! Dalam sejarah, belum pernah pula ada 
rookie yang memimpin klasemen seperti Hamilton!
Dengan berakhirnya GP Inggris, berarti lebih dari separo musim 2007 telah 
berlalu. Dengan hanya delapan lomba tersisa, Hamilton sekarang memimpin dengan 
meyakinkan, 12 poin lebih banyak dari pesaing terdekat. Yaitu rekan setim 
sendiri di McLaren-Mercedes, Fernando Alonso (70-58).
Beda 12 poin memang tidak terkesan banyak. Namun, perbedaan itu sudah cukup 
untuk menjadikan Hamilton sebagai kandidat utama juara dunia 2007.
Di Formula 1, setiap kemenangan hanya berhadiah 10 poin. Sedangkan runner-up 
mendapat 8 poin. Berarti, Hamilton sudah punya "tabungan." Maksudnya, andai dia 
tidak ikut satu lomba, dia tetap akan berada di puncak klasemen.
Hamilton juga tak perlu memenangi banyak lomba untuk mempertahankan posisi 
puncak. Kalau Alonso terus menang dan Hamilton terus finis runner-up, maka 
Alonso tetap butuh enam lomba untuk menyamai jumlah poin Hamilton. Ingat, hanya 
delapan lomba yang tersisa, dan sulit membayangkan Alonso bisa menang enam kali 
berturut-turut.
Bagi pasangan Ferrari, Kimi Raikkonen dan Felipe Massa, mengejar Hamilton lebih 
sulit lagi. Mereka sekarang tertinggal 18 dan 19 poin di belakang sang rookie. 
Berarti, untuk mengejar saja mereka masih butuh beberapa lomba lagi. Itu pun 
kalau mereka kompak, mendukung salah satu menuju puncak. Kalau Raikkonen dan 
Massa terus saling "memakan" seperti sekarang, maka akan semakin sulit untuk 
mengejar Hamilton.
Sekarang, Alonso dan pasangan Ferrari benar-benar berharap Dewi Apes segera 
mengunjungi Hamilton. Sejauh ini, baik Alonso, Raikkonen, maupun Massa sudah 
pernah merasakan masalah. Hanya Hamilton yang belum. Menurut hukum 
probabilitas, tidak lama lagi Dewi Apes seharusnya memang akan menyapa Hamilton!
Kalaupun Dewi Apes tak segera muncul, mereka tentu berharap Hamilton segera 
membuat kesalahan besar. Setiap rookie pasti membuat kesalahan. Hamilton 
seharusnya juga segera melakukannya.
Minggu lalu, tanda-tanda kesalahan itu sudah muncul. Ketika menjalan pit stop 
pertama di Sirkuit Silverstone, Hamilton sempat tergesa menginjak gas sebelum 
servis selesai. Beruntung dia segera sadar diri, sehingga tidak banyak waktu 
terbuang (dan tidak ada pit crew cedera tertabrak!).
Menanggapi itu, Hamilton tetap cool. Dia masih belum bicara soal menjadi juara 
dunia, masih akan menghadapi musim ini lomba demi lomba. Soal kesalahan Minggu 
lalu, Hamilton menegaskan bahwa itu bukanlah masalah besar. "Itu bukan 
kesalahan pertama saya musim ini. Saya pernah membuat beberapa kesalahan lain, 
beberapa yang tidak pernah Anda lihat," ucapnya.
Menghadapi delapan lomba yang tersisa, Hamilton berjanji akan menjaga fokus. 
Sebagai rookie, dia harus terus belajar untuk meningkatkan kemampuan. "Kita 
harus terus melihat ke depan, berharap bisa tampil lebih baik di lomba 
berikutnya," kata pembalap 22 tahun itu. (*)


 
 
Selasa, 10 Juli 2007,
Bukan Lawan Mudah

Malaysia v Tiongkok
KUALA LUMPUR - Motivasi tempur punggawa Malaysia menjelang meladeni Tiongkok di 
laga pembuka Grup C hari ini, semakin meninggi. Mereka terpacu mengikuti jejak 
sukses dua negeri tetangga, Thailand dan Vietnam, yang mampu mencuri poin dari 
tim Timur Tengah. 
Minggu (8/7) lalu, Vietnam membungkam jawara Piala Teluk, Uni Emirat Arab 
(UEA), dengan skor 2-0 dalam laga di Grup B. Sehari sebelumnya (7/7), Thailand 
yang tergabung di Grup A menahan seri Iraq 1-1. 
Nah, menjelang laga perdana melawan Tiongkok di Stadion Bukit Jalil, Kuala 
Lumpur, hari ini, (siaran langsung Global TV pukul 19.30 WIB), Malaysia siap 
melakukan hal yang sama. Bermodalkan tanding di kandang sendiri dan dukungan 
suporter berlimpah, pasukan besutan Norizan Bakar itu tak ingin hanya menjadi 
penggembira.
Padahal, di Grup C ada tim juara tiga kali Piala Asia, Iran dan "kuda hitam" 
Uzbekistan yang tidak kalah dahsyat kekuatannya. Publik Negeri Jiran pun 
berharap agar Shukor Adan dkk mampu membuat kejutan seperti Vietnam dan 
Thailand. Menurut Norizan, menghadapi Tiongkok menjadi ujian perdana. Bila 
hasilnya memuaskan, tentu dapat memengaruhi penampilan Malaysia pada laga kedua 
dan seterusnya.
"Pemain kami ingin melawan tim-tim bagus di Piala Asia. Menghadapi Tiongkok 
pada laga pembuka menjadi kesempatan yang bagus untuk membuktikan kemampuan 
mereka," kata Norizan di situs AFC. 
Pernyataan mantan juru latih Perlis dan Penang itu turut didukung defender 
Nanthakumar yang mengatakan status timnya sebagai tuan rumah memunculkan 
kepercayaan diri yang tinggi.
Pemain kunci klub Perak FC berumur 29 tahun itu melihat peluang terbuka untuk 
mengimbangi permainan Tiongkok. Walaupun dalam perjumpaan terakhirnya di 
kualifikasi Piala Dunia 2006, tiga tahun lalu, Malaysia dipermalukan Tiongkok 
0-1. "Bagi saya, tim paling kuat di grup kami adalan Iran. Mereka sering lolos 
ke Piala Dunia. Tapi, banyak pemain Tiongkok berpengalaman. Kami harus kerja 
keras," tutur Nanthakumar.
Kubu Malaysia boleh lebih percaya diri (pede) ketika main di kandang sendiri. 
Namun, sejatinya persiapan mereka kurang meyakinkan setelah kalah dari Jamaika 
dan UEA dalam uji coba menjelang Piala Asia. Sedangkan satu-satunya kemenangan 
Malaysia hanya ketika mengalahkan tim lemah Kamboja 6-1. 
Di sisi lain, keseriusan FAM (Federasi Sepak bola Malaysia) menjelang Piala 
Asia sempat terganggu oleh rencana tur Manchester United yang dijadwalkan 
berlangsung pada 27 Juli mendatang, atau dua hari sebelum perhelatan final. 
Meski Malaysia akhirnya bersedia membatalkan rencana tur klub jawara Premier 
League itu, dari peristiwa itu menggambarkan bagaimana minimnya antusiasme 
publik.
Sementara itu, pihak Tiongkok tampaknya tutup telinga dengan fakta kurang 
meyakinkan ketika mereka melakukan serangkaian uji coba ke Australia, Amerika 
Serikat, dan Thailand. Berbekal tradisi yang lebih baik dan didukung materi 
pemain yang bertebaran di Premier League Inggris lebih gemerlap, pelatih Zhu 
Guanghu yakin pasukannya dapat melewati ujian pertama. "Saya rasa, tiga lawan 
kami punya peluang yang sama. Mereka menganggap laga melawan Tiongkok sangat 
penting," kata Zhu Guanghu. 
Namun, sehari menjelang laga, Tiongkok sempat dipusingkan oleh cederanya tukang 
gedor pelapis, Qu Bo. Mantan stiker Tottenham Hotspur dan Blackburn Rovers itu 
mengalami cedera ketika berlatih Senin lalu. (sep)

PERKIRAAN PEMAIN
MALAYSIA (4-4-2) : 1-Azizon Abdul Kadir (g); 3-Fauzie Nan, 6-Thirumurugan, 
4-Nazrulerwan, 2-Hamzani Omar; 11-Nor Farhan, 9-Eddy Helmi, 12-Shukor Adan (k), 
10-Hardi Jaafar; 13-Mahayuddin, 8-Safee Sali
Pelatih : Norizan Bakar
CADANGAN : 21-Suffian (g), 7-Kaironnisam, 17- Nanthakumar, 19-Rosdi Talib, 
20-Hamzani Omar, 5-Norhafiz Zamani, 15-Shahrulnizam, 16-Ahmad Fauzi Shaari, 
22-Ivan Yusoff, 23-Aidil Zafuan, 14-Akmal Rizal

TIONGKOK (4-1-3-2): 1-Li Leilei (g); 3-Sun Xiang, 5-Li Weifeng, 4-Zhang Yaokun, 
7-Sun Jihai; 8-Li Tie; 18-Zhou Haibin, 10-Zheng Zhi (k), 6-Shao Jiayi; 11-Dong 
Fangzhuo, 9-Han Peng
Pelatih : Zhu Guanghu
CADANGAN : 22- Yang Jun (g), 2-Du Wei, 13-Zhang Shuai, 16-Ji Mingyi, 23-Cao 
Yang, 15-Wang Dong, 19-Zheng Bin, 20-Mao Jianqing, 14-Zhu Ting, 17- Qu Bo, 
21-Wang Peng

HEAD TO HEAD
08/09/2004 (Kualifikasi Piala Dunia)
Malaysia v Tiongkok 0-1
09/06/2004 (Kualifikasi Piala Dunia)
Tiongkok v Malaysia 4-0
05/07/1992 (Kualifikasi Piala Asia)
Malaysia v Tiongkok 0-1

KONDISI TIM
MALAYSIA 
PERSIAPAN Federasi Sepak bola Malaysia (FAM) menjelang Piala Asia terganggu 
oleh rencana tur Manchester United. Kendati tur batal, melawan Tiongkok yang 
punya tradisi bagus ketika main di Malaysia, belum menjamin Shukor Adan dkk 
memetik poin penuh.
TIONGKOK 
KEGAGALAN Zheng Zhi cs di final Piala Asia 2004 dari Jepang ketika menjadi tuan 
rumah, membuat Tiongkok mencari pelampiasan. Meski uji coba kurang meyakinkan 
saat kalah dari Australia, AS, dan Thailand, melawan Malaysia tak bisa 
disamakan.

FACTS AND FIGURES
1. Malaysia untuk kali pertama menjadi tuan rumah (bersama Thailand, Vietnam, 
dan Indonesia).
2. Kiprah Malaysia di Piala Asia sebelumnya hanya sampai babak pertama 1976 dan 
1980.
3. Malaysia tak pernah menang dalam turnamen resmi maupun persahabatan di 
kandang maupun tandang atas Tiongkok dalam 25 tahun terakhir.
4. Tiongkok meraih gelar runner-up dua kali, masing-masing 2004 (ketika menjadi 
tuan rumah) dan 1984 di Singapura. Empat edisi sebelumnya sampai semifinal.
5. Pelatih Zhu Guanghu mengantarkan Tiongkok juara Piala Asia Timur 2005 
setelah menggantikan pelatih Arie Haan (Belanda) usai kebagian gelar runner-up 
Piala Asia 2004.


       
____________________________________________________________________________________
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.
http://farechase.yahoo.com/


HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke