On 8/24/07, cleo giselle <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Bukannya gw ga suka liga yang lainnya, kalo Serie A dinilai sangat
> lambat
> dan banyak pemain yg diving dan EPL terkesan cepat dengan bola2 panjang
> yang
> ga ada capeknya lari kesana kemari, tapi tiap pertandingan La Liga sangat
> seru untuk ditonton, skema permainan, strategi dan skill dari tiap
> pemainnya
> sangat terlihat jelas, jadi ga bosen dan monoton.
> Sayangnya kondisi kompetisi mereka ga bisa membantu Timnas untuk berbuat
> banyak, sama halnya dgn EPL.
> Dan juga, seperti kata Don Rudy, pemain2 terbaik dunia kebanyakan
> berkembang
> di La Liga dan Serie A, hingga saat ini belum ada yang berasal dari
> Bundesliga, EPL, dsb.
>
> Bravo Olahraga
>
> *cleo giselle*
> :: it ain't funny living without sadness and happiness ::
>
>

















[rudy]
La Liga kaya strategi? hemmmm...saya kok malah melihat sebaliknya bung, La
Liga itu miskin strategi...mereka hanya bisa bermain dengan satu pola, yaitu
menyerang. Skema Zona Marking dan Man To Man Marking ga ada "babar blas",
mungkin ini juga yang membuat kemampuan Cannavaro menurun drastis ketika
membela Italia melawan Hungaria(dia membuat 2 kesalahan mendasar yang
berakhir goal untuk lawan, yang kalau untuk ukuran bek2 Italia boleh
dibilang adalah aib).
Semoga Donadoni tidak memanggil lagi pemain2 di luar Serie A, mereka seperti
tidak tahu harus berbuat apa ketika mendapat tekanan dari lawan.
Buat saya La Liga itu membosankan dan monoton(semua tim memainkan pola yang
sama "menyerang", memang terlihat rame sich dalam pertandingan kalau terjadi
"jual-beli" serangan kaya gitu seperti partai final Piala Super antara Real
Madrid dan Sevilla), tapi ingat...Sepakbola bukan hanya soal "Offense, tapi
juga Defense".

Seperti halnya Total Football, jangan dikira Total Football itu "Total
menyerang saja"...Total Football itu adalah Total dalam menyerang dan Total
dalam bertahan. Ironisnya, di Belanda sendiri sekarang yang tersisa dari
Total Football adalah Total dalam menyerang saja, Total dalam bertahan
mereka boleh dibilang tidak ada...bahkan kalau dalam kondisi ditekan lawan,
pemain2 gelandang dan penyerang Belanda terkesan membiarkan saja bek2 mereka
jungkir balik menghalau serangan lawan.

Berbeda dengan Italia, kalau di Italia...mereka Total dalam bertahan, tapi
sering tidak Total dalam menyerang(kecuali dalam keadaan tertinggal dari
lawan). Jadi jangan heran kalau striker di Italia ada di kotak penalty
sendiri ketika lawan mendapat conner kick. Tapi, terus terang di Semifinal
Piala Dunia kemarin melawan Jerman Italia seperti memainkan Total Football,
Fabio Grosso sering ada di kotak penalty lawan kalau menyerang dan Del Piero
selalu turun kalau bertahan.
Ciao.
[/rudy]

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!
FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di
Piala Dunia.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke