Kalo madrid walupun juara kemarin jangan dijadikan patokan. Setiap minggu bisa saja startegi berubah, karena pelatih gonta2 dan yg terakhir plin plan. Lebih sering memang dengan tak terduga dengan formasi yg gak jelas. Bisa juara karena banyak talenta yg bagus. sayang cuma terakhir2 saja pemain muda dan tua bisa kerja sama lebih baik. sampe2 canavaro pemain terbaik gitu jadi sering kehilangan akal ketika mesti bermain dan bertindak kasar, karena gak tahu rekan bertahannya ada diposisi mana. Dan yg selalu jadi masalah di madrid adalah gelandang bertahan, hampi tidak ada pemain yg bisa jadi starter terus2 dalam 1 musim. Keseimbangan menyerang dan bertahan tidak jelas. Kalo mau2 liat tim spanyol yg bener malah bisa diliat di valencia, villa real atau sevilla. lebih bermain dengan cara spanyol yg tidak terburu2, tapi bikin lawan lengah dan mematikan.
Don Rudy wrote: > > > [rudy] > La Liga kaya strategi? hemmmm...saya kok malah melihat sebaliknya bung, La > Liga itu miskin strategi...mereka hanya bisa bermain dengan satu pola, yaitu > menyerang. Skema Zona Marking dan Man To Man Marking ga ada "babar blas", > mungkin ini juga yang membuat kemampuan Cannavaro menurun drastis ketika > membela Italia melawan Hungaria(dia membuat 2 kesalahan mendasar yang > berakhir goal untuk lawan, yang kalau untuk ukuran bek2 Italia boleh > dibilang adalah aib). > Semoga Donadoni tidak memanggil lagi pemain2 di luar Serie A, mereka seperti > tidak tahu harus berbuat apa ketika mendapat tekanan dari lawan. > Buat saya La Liga itu membosankan dan monoton(semua tim memainkan pola yang > sama "menyerang", memang terlihat rame sich dalam pertandingan kalau terjadi > "jual-beli" serangan kaya gitu seperti partai final Piala Super antara Real > Madrid dan Sevilla), tapi ingat...Sepakbola bukan hanya soal "Offense, tapi > juga Defense". > > Seperti halnya Total Football, jangan dikira Total Football itu "Total > menyerang saja"...Total Football itu adalah Total dalam menyerang dan Total > dalam bertahan. Ironisnya, di Belanda sendiri sekarang yang tersisa dari > Total Football adalah Total dalam menyerang saja, Total dalam bertahan > mereka boleh dibilang tidak ada...bahkan kalau dalam kondisi ditekan lawan, > pemain2 gelandang dan penyerang Belanda terkesan membiarkan saja bek2 mereka > jungkir balik menghalau serangan lawan. > > Berbeda dengan Italia, kalau di Italia...mereka Total dalam bertahan, tapi > sering tidak Total dalam menyerang(kecuali dalam keadaan tertinggal dari > lawan). Jadi jangan heran kalau striker di Italia ada di kotak penalty > sendiri ketika lawan mendapat conner kick. Tapi, terus terang di Semifinal > Piala Dunia kemarin melawan Jerman Italia seperti memainkan Total Football, > Fabio Grosso sering ada di kotak penalty lawan kalau menyerang dan Del Piero > selalu turun kalau bertahan. > Ciao. > [/rudy] > >
