*New York** - *Rekor demi rekor terus diciptakan Roger Federer. Menghempaskan impian Novak Djokovic, petenis Swiss itu memenangi turnamen AS Terbuka untuk keempat kalinya berturut-turut.
Dalam pertarungan final yang berakhir Senin (10/9/2007) pagi WIB, Federer menang *straight set* 7-6 (7/4), 7-6 (7/2), 6-4 atas unggulan ketiga dari Serbia itu. Banyak catatan yang ditorehkan pria berusia 26 tahun itu dari kemenangan tersebut. Salah satunya adalah koleksi titel *Grand Slam*-nya bertambah menjadi 12, menyamai Roy Emerson dan hanya terpaut dua dari rekor abadi milik Pete Sampras. Menjuarai AS Terbuka empat tahun berturut-turut juga menjadikan Federer orang paling sukses setelah Bill Tilden, yang di era 1920-an pernah menang enam kali tanpa jeda (1920-1925). Khusus di Flushing Meadows, Federer juga melanjutkan kemenangan beruntunnya menjadi 27 kali, menyamai rekor Ivan Lendl di era *open* AS Terbuka. "Anda takkan pernah merasa terbiasa dengan ini," cetusnya usai pertandingan. "Terlalu manis untuk jadi kenyataan bisa kembali juara dan memenangi sebuah final *Grand Slam*." Tapi kemenangan Federer kali ini pun jauh dari mudah. Djokovic, yang untuk pertama kalinya tampil di final turnamen *Grand Slam*, sekaligus orang Serbia pertama yang mencapai prestasi ini, menunjukkan potensi besarnya. Setelah kedua petenis mengamankan servis masing-masing, Djokovic-lah yang lebih dulu mematahkan servis lawan untuk memimpin 6-5 di set pertama. Ia bahkan unggul 40-0 sebelum Federer mampu bertahan dan memaksakan *deuce*. Djikovic masih bisa memperoleh dua *set point*, namun lagi-lagi Federer bangkit dan berbalik memenangi *game* tersebut setelah Djokovic melakukan * double-fault*. *Double-fault* lain membuat Djokovic merugi dalam *tie break*, yang membuat Federer memimpin 4-3. Keuntungan tersebut dioptimalkan pemain nomor satu dunia itu untuk merebut set pertama. Di set kedua Djokovic tetap bermain solid. Ia mem-*break* Federer di *game*keempat dan memegang servis dalam *advantage* 4-1. Tapi Federer memperoleh kembali servis *game*-nya dengan membuat *break* di *game* ketujuh. Sekali lagi Djokovic lebih dulu memimpin 6-5, tapi disamakan lagi, sampai dikalahkan lagi dalam *tie break*. Di set ketiga kedua pemain masih berimbang sampai kedudukan 4-4. Federer mengamankan servisnya untuk mengubah kedudukan menjadi 5-4, dan Djokovic pun dalam tekanan karena Federer butuh satu *game* lagi untuk menang. Djokovic kali ini tak bisa mengalahkan tekanan itu. *Backhand* volinya tidak menyeberangi net di *match point* kedua Federer, yang langsung merebahkan diri ke lapangan, meluapkan ekspresi kemenangan yang didapatnya setelah bertarung selama dua jam 26 menit. -- *cleo giselle* :: it ain't funny living without sadness and happiness :: [Non-text portions of this message have been removed]
