nggak selalu yang berprestasi dapat duit lebih banyak. semuanya pakai
optimasi. untuk keuangan yang minus (misal dari hutang) kalau memaksakan
diri malah bisa bisa tekor seperti leed dulu. prestasi tinggi musim
berikutnya ancur bayar utang. banyak klub yang tahu diri cukup dengan
papan tengah dan dari jualan pemain sudah dapat untung dan itu sudah
cukup.
contoh kalau bolton pengen prestasi tentu tidak jual anelka ke chelsea,
atau dulu everton tidak jual rooney ke MU.
nah kasus liverpool ini agak susah ... apa berani dia spekulasi invest
beli pemain bagus untuk meraih juara epl padahal keuangan tidak
mendukung. rafa waktu wawancara minggu lalu di espn bilang dia hanya
mampu beli pemain mahal satu dua. bila yang dia beli tidak berprestasi
maka ancurlah pool. sementara chelsea kata rafa, bila satu pemain tidak
berprestasi dia masih ada pemain mahal/bagus lainnya.
semalam penyiarnya bilang hari ini espn akan membahas khusus kondisi
liverpool (aku nggak tahu acaranya di football focus barangkali).
memang beruntung chelsea dibeli abramovich karena pemilik ini tidak
berpikir untung rugi dalam mengangkat prestasi chelsea. kalaupun ada
prinsip ekonominya kadarnya tidak lebih tebal daripada kadar hobinya.


ari chelski

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Tristan Santoso
Sent: Tuesday, January 22, 2008 11:23 AM
To: [email protected]
Subject: Re: FW: [BolaML] Quattrick seri Liverpool

Yang namanya prestasi, semua juga ujung2nya duit Bung Mokhan. Mau kejar
prestasi yang lebih baik, butuh duit dan kalau sudah dapat prestasi yang
lebik baik, otomatis duit akan masuk lebih banyak... halah ...

Prestasi Liverpool sekarang memang lagi agak kacrut... tetapi perjalanan
EPL
masih cukup panjang kok, kemungkinan Pool utk bounce back ke Big 4 masih
terbuka lebar wlpun peluang utk juara sptnya sudah tidak mungkin. Gw
masih
ingat musim lalu, prestasi Pool membaik secara signifikan pada paruh
ke-2
musim itu.

 

Kirim email ke