dari situs goal versi Indonesia, aku baca BLI jengkel
merasa dilecehkan dan ancam usir kalau pemain yang
dijatuhi hukuman masih diturunkan. Cuma jengkel?
Mestinya ada aturan dung, kalau pemain yang dilarang
diturunkan, hasil dibatalkan atau apalah namanya...
mesti ada ketegasan, bukan sekedar jengkel toh...



=============

Komdis Jengkel Atas Diturunkannya Khmaruk dan Gonzales


Ulah tim Persija Jakarta dan Persik Kediri yang
menurunkan pemain yang sedang kena skorsing membuat
berang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Komisi hukum di
PSSI ini merasa sangat dipermalukan oleh kedua tim
peserta putaran final 8 Besar Liga Djarum Indonesia
2007 itu.


Diturunkannya pemain yang baru saja dijatuh skorsing,
membuat Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berang.
Pasalnya, komisi hukum PSSI ini merasa dilecehkan. 

Akibatnya, mereka mengancam akan melakukan tindakan
yang lebih tegas dengan mengusir paksa pemain yang
kena skorsing tersebut keluar lepangan. Hal itu
dilakukan, jika timnya kembali menurunkan mereka pada
pertandingan babak 8 Besar.   

Seperti diketahui, pasca perkelahian antar pemain yang
terjadi saat Persija Jakarta dan Persik Kediri bentrok
dilaga perdana babak 8 besar Grup B di Solo, Komdis
langsung menjatuhkan sanski larangan bermain kepada
kiper Persija, Evgeny Khmaruk, dan strikler Persik,
Cristian Gonzales. Tapi, pada pertandingan hari kedua,
baik Persija maupun Persik masih menurunkan pemainnya
tersebut. Padahal, keduanya telah dijatuhi hukuman
larangan bermain. 

Tak ayal hal ini membuat Komdis berang. "Mestinya
kedua tim bisa menghargai kinerja Komdis. Bagaimana
pun pemain yang mendapat sanksi tidak boleh
diturunkan. Kecuali sudah mendapat pengampunan dari
ketua umum. Untuk itu, jika kedua pemain itu embali
diturunkan, maka kami akan lakukan tindakan
pengusiran," tutur wakil ketua Komdis, Bernhard
Limbong. 

Sementara itu, asisten manajer Persija, Barry
Sihotang, menyatakan, pihaknya tidak bermaksud
melecehkan siapapun. Jika mereka menurunkan kiper
Khmaruk, lebih karena berpijak dari surat Komdis pada
point 4. Di mana, dikatakan bahwa dalam waktu 1 x 24
jam pihak pemain tidak melakukan banding, maka hukuman
tersebut berlaku. 

"Karena kami langsung melakukan banding berarti dia
boleh main dong. Nanti kalau di tingkat banding
ternyata Khmaruk tidak boleh main, ya pasti kita tidak
turunkan," kilah Barry mencari alasan. *Yuslan Kisra


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke