Katrok banget neh wakil Serie A, 90 menit lagi UCL bebas SerIe A. adiosss
----- Original Message ----- Subject: [BolaML] ON TV Date: Wed, 2 Apr 2008 1:22:35 From: Lucky Kanti <[EMAIL PROTECTED]> To: Lucky Kanti <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[email protected]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]> MU Bungkam Olimpico [Rabu, 02 April 2008 03:39, BIANGBOLA] Manchester United tampil gemilang di laga pertama perempat final Liga Champions usai mempermalukan tuan rumah AS Roma dengan skor 2-0, Selasa (1/4), melalui gol Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney. Dengan kemenangan ini, Roma gagal membalaskan dendam mereka di musim lalu dan memiliki tugas berat pada pertemuan kedua karena mereka harus mengejar defisit dua gol saat tampil di Old Trafford, 9 April mendatang. Sedangkan MU hanya membutuhkan hasil imbang guna melaju ke babak berikutnya, dimana mereka akan tampil dengan dukungan penuh dari fans yang akan memadati Theatre of Dream. Ini adalah kekalahan kedua Roma dari tiga pertemuan keduanya di musim ini sekaligus kekalahan ketiga dari lima laga dalam dua musim terakhir. Roma bermain imbang 1-1 dengan MU di laga pertama babak grup dan kalah 0-1 di pertemuan berikutnya. Tampil di Olimpico, Roma berharap dapat mengulangi kemenangan kandang seperti yang diraih di musim lalu sekaligus membalaskan dendam saat mereka disingkirkan MU di babak yang sama tahun lalu. Sedangkan MU hanya berharap dapat menahan imbang sekaligus mencuri satu gol di kandang Roma, yang tampil tanpa kapten Francesco Totti. Tuan rumah mendapatkan peluang pertama mereka saat sundulan Christian Panucci, memanfaatkan umpan pojok Alessandro Mancini, masih melambung di atas mistar gawang MU. Mirko Vucinic, yang menggantikan posisi Totti, memiliki peluang matang saat dirinya mampu lepas dari kawalan Rio Ferdinand. Namun tendangannya masih melambung di atas mistar. MU harus membuat pergantian lebih awal setelah Nemanja Vidic mengalami cedera saat berebut bola di udara dengan Vucinic. Bek Serbia tersebut digantikan oleh John O'Shea. Keasyikan menyerang membuat pertahanan Roma lengah, dan hal ini dimanfaatkan MU untuk melakukan serangan balik cepat. Enam menit jelang turun minum tim tamu sukses membuka keunggulan lebih dulu saat Cristiano Ronaldo mampu menyelesaikan umpan silang Paul Scholes melalui sundulan keras yang tidak mampu dihalau kiper Alexander Doni. Vucinic sebenarnya mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan sebelum jeda ketika tendangannya masih menyamping di sisi gawang MU. Di babak kedua, Roma meningkatkan serangan guna mengejar ketertinggalan. Sejumlah peluang matang kembali diciptakan anak asuh Luciano Spalletti namun masih terbentur kokohnya lini pertahanan MU. Roma seharusnya dapat menyamakan skor di menit ke-52 apabila Panucci sedikit lebih tenang di dalam melakukan penyelesaian akhir setelah tendangannya melambung ketika menerima umpan Mancini. Vucinic terbukti cukup merepotkan lini belakang MU dan membuat kiper Edwin van der Sar harus melakukan penyelamatan penting saat sundulannya berhasil ditepis oleh kiper Belanda tersebut sebelum akhirnya bola dibuang oleh Ferdinand. Tuan rumah semakin sulit mengejar ketertinggalan setelah di menit ke-66 MU mampu menggandakan melalui gol Wayne Rooney. Umpan panjang Wes Brown mampu dikejar oleh Park Ji sung, yang meneruskannya melalui sundulan, dan Doni gagal menangkap bola sehingga bola lepas langsung disambar oleh Rooney. MU bahkan bisa saja memperbesar skor jika saja tendangan Ronaldo tidak mengenai tiang gawang. Michael Carrick juga mendapatkan peluang terbaiknya sepanjang pertandingan ketika berdiri bebas untuk melepaskan tendangan yang hanya menyamping tipis di sisi kanan gawang. Aksi Rooney dan Ronaldo beberapa kali membahayakan gawang Roma. tendangan Rooney yang masih melenceng dan tembakan Ronaldo yang melambung di atas mistar menutup perlawanan Roma di kandang sendiri. [Rif] Schalke Gagal Bendung Barcelona [Rabu, 02 April 2008 03:36, BIANGBOLA] Schalke 04 gagal memanfaatkan penurunan performa Barcelona di musim ini dalam pertemuan pertama perempat final Liga Champions di Veltins Arena, Selasa (1/4). Gol tunggal Bojan Krkic mempermalukan Schalke 1-0. Kedudukan ini membuat langkah Barca untuk melaju ke semifinal terbuka lebar. Dalam pertemuan kedua di Nou Camp pekan depan, Barca hanya membutuhkan minimal hasil imbang tanpa gol untuk menyingkirkan satu-satunya wakil Jerman yang tersisa itu. Adapun gol kemenangan tercipta di menit ke-12 saat Krkic menyambar bola silang Thierry Henry dalam posisi bebas di depan gawang Schalke. Gol terjadi juga karena kesalahan kiper Peter Neuer yang gagal menahan bola tendangan Henry di kesempatan pertama, sehingga bola mental masih bisa diarahkan ke Bojan. Gol itu membuat pemain belia berusia 18 tahun tersebut sebagai pemain termuda kedua yang mampu mencetak gol di Liga Champions dengan mengalahkan gelandang Arsenal, Cesc Fabregas. Bojan, pemain termuda yang tampil di Liga Champions sepanjang sejarah, hanya kalah oleh Peter Ofori-Quaye yang melakukannya untuk Olympiacos di tahun 1997. Keunggulan Barca kemudian bertahan hingga turun minum. Kejadian ini mirip dengan pertandingan melawan Real Betis di Stadion Ruiz de Lopera dalam partai La Liga pekan lalu. Unggul 2-0 di babak pertama, Barca justru kemudian takluk 2-3 di babak kedua. Dan Schalke berpeluang mengikuti langkah Betis karena sepanjang babak kedua terus menekan pertahanan Barca. Di menit ke-50, Christian Pander memaksa kiper Victor Valdes bekerja keras mematahkan bola tendangannya dari jarak sekitar 30 meter. Sementara di menit ke-71, Valdes kembali nyaris terperdaya oleh usaha Halil Altintop yang meneruskan umpan kapten Marcelo Bordon. Sedangkan di menit ke-78, giliran Heiko Westermann yang memberi umpan silang. Namun sambaran Soren Larsen dari posisi bebas masih terlalu melebar. Peluang emas terakhir yang diperoleh pasukan Mirko Slomka adalah di masa injury time ketika tandukan Bordon dengan cekatan bisa ditepis Valdes keluar lapangan. Dengan demikian, impian Schalke untuk melengkapi perempat final pertamanya hingga semifinal menjadi lebih sulit karena Barca pasti akan bermain menyerang di kandangnya sendiri pekan depan. Adapun kekalahan ini adalah yang pertama bagi Schalke dalam lima partai terakhirnya di semua ajang. (Hdn) Polisi Akan Selidiki Insiden Anfield [Rabu, 02 April 2008 01:15, BIANGBOLA] Kepolisian Merseyside mengatakan akan berbicara dengan Liverpool dan Everton mengenai dugaan insiden yang terjadi di laga derby di Anfield, akhir pekan lalu. Polisi tengah menginvestigasi klaim bahwa kapten Everton Phil Neville terlibat pertengkaran dan dipukul oleh fans Liverpool saat dirinya bersiap untuk melakukan lemparan ke dalam. Terdapat juga laporan bahwa kapten Liverpool Steven Gerrard menjadi pusat cemoohan terutama tentang anak perempuannya. Tayangan kamera secara jelas memperlihatkan Neville tengah diejek oleh sejumlah fans pada saat babak kedua. Saat Neville bersiap untuk melakukan lemparan ke dalam, para fans berteriak-teriak ke arahnya dengan jarak hanya beberapa inci. Dan Gerrard juga mendapat ejekkan saat dirinya akan melakukan tendangan pojok di babak kedua. "Kepolisian akan berbicara dengan kedua klub yang terlibat hari ini," ujar juru bicara kepolisian Merseyside. Juru bicara Everton Ian Ross mengatakan sangat penting untuk melibatkan petugas keamanan dan polisi karena klubnya tidak ingin mengalami kejadian saat pendukung melakukan kontak fisik dengan pesepakbola saat pertandingan. "Kami ingin memastikan hal ini tidak terjadi lagi di laga derby Merseyside atau pertandingan lainnya. Kami memang tidak akan pernah memafkan pihak yang mengejek pemain tertentu, namun sungguh memalukan karena Rafael Benitez memilih untuk mengacuhkan aksi pendukung klubnya sendiri," tukas Ross, merespon komentar Benitez yang mengatakan sangat kecewa dengan ejekan kepada Gerrard. "Tidak hanya Joleon Lescott yang menjadi target ejekan sepanjang pertandingan, Phil Neville terlihat beberapa kali dicemooh dan juga dipukul oleh seorang pendukung saat dirinya akan melakukan lemparan ke dalam. Kami meminta polisi dan petugas keamanan untuk menangani permasalahan ini," tambahnya. [Rif/Eurosport] Prandelli Raih Penghargaan Fair Play [Selasa, 01 April 2008 22:48, BIANGBOLA] Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik di Italia, arsitek Fiorentina Cesare Prandelli meraih penghargaan Fair Play 2008 dari majalah Milan's Finanza dan Italia Oggi. Atas predikatnya tersebut, Prandelli dipuji di seluruh Italia karena sikap fair play-nya. Mantan pelatih Parma itu hampir tidak pernah mengritik wasit di depan publik dan menjadi figur populer diantara pelatih-pelatih lawan serta para pemain. "Ini adalah suasana yang spesial dan hadiah lainnya yang telah diberikan kota Florence kepada saya. Saya senang dan merasa terhormat dapat dilibatkan dalam ajang ini," tukas Prandelli. "Saya tidak ingin terkesan angkuh, namun fair play lahir dari sikap yang secara alami ada dalam diri saya. "Kita harus belajar untuk melupakan beberapa hal di belakang seusai pertandingan. Saya dapat mengerti emosi yang berbeda-beda, namun dibutuhkan adalah aturan yang tepat," tambahnya. Prandelli sebelumnya telah meraih trofi Golden Bench atas usahanya bersama Fiorentina di musim lalu namun kalah bersaing dengan pelatih Roma Luciano Spalletti saat memperebutkan penghargaan Calcio Oscars. [Rif/Channel4] Capello: Saya Tidak Urusi Kontrak Pemain [Rabu, 02 April 2008 00:10, BIANGBOLA] Berbicara di depan pengadilan, arsitek Inggris Fabio Capello mengatakan kalau dirinya tidak pernah mengurus kontrak pemain selama melatih di Italia dan memaksa pemain untuk menandatangani kesepakatan khusus. Capello menjadi saksi dalam sidang pengadilan dari enam orang yang dituduh melakukan kompetisi tidak fair melalui penggunaan ancaman sebagai bagian dari agen olahraga Gea World, yang biasa mengatur karir sejumlah pesepakbola dan pelatih Italia. Mantan manajer umum Juventus Luciano Moggi, yang menjadi tokoh dibalik skandal pengaturan pertandingan Serie A tahun 2006, dan Davide Lippi, anak Marcello Lippi, merupakan dua dari enam terdakwa tersebut. Capello pernah bekerja dibawah kepemimpinan Moggi di Juventus sejak 2004 hingga 2006 namun masa kepelatihannya di Roma yang menarik minat pengadilan. "Saya tidak pernah mendengar para pemain mendapat tekanan atau insiden yang berkaitan dengan kontrak pemain. Di Roma dan kemudian Juventus, saya hanya berhubungan dengan kepelatihan, " tukasnya. Ditanya mengenai wawancara yang ia berikan kepada harian Corriere dello Sport mengenai Gea dan kemungkinan monopoli pemain yang dilakukan mereka, Capello mengatakan: "Saya melakukan wawancara karena saya merasa berhak melakukan sesuatu bagi Roma. Saya tahu tentang Gea, saya tahu banyak pemain lahir dari perusahaan tersebut." Franco Baldini, asisten Capello, memberikan kesaksian sebelumnya. Moggi sempat mendapat peringatan dari hakim setelah memberikan isyarat kepada Baldini. Lippi, mantan pelatih timnas Italia, nampaknya akan menjadi saksi selanjutnya. [Rif/Reuters] ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ You rock. That's why Blockbuster' s offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. http://tc.deals. yahoo.com/ tc/blockbuster/ text5.com ____________________________________________________________________________________ You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
