01 mei 01.30 rcti-espn[live] chelsea-liverpool
Scholes Ciptakan All English Final
[Rabu, 30 April 2008 03:38, BIANGBOLA]
Gol tunggal Paul Scholes sudah cukup bagi Manchester
United untuk meraih tiket ke Moscow sekaligus
menciptakan All English Final di Liga Champions
setelah pada semifinal kedua berhasil mengalahkan
Barcelona lewat skor tipis 1-0, Selasa (29/4).
Dengan kemenangan ini, peluang MU untuk meraih double
winner di musim ini semakin besar karena di Liga
Premier juga berpeluang menjadi juara meski masih
mendapat persaingan ketat dari Chelsea.
Lolosnya MU menjadikan laga puncak nanti sebagai All
English Final karena semifinalis lain mempertemukan
dua tim Inggris, Liverpool dan Chelsea, untuk
memperebutkan satu tiket tersisa.
Tampil di Old Trafford, MU mengharapkan sebuah
kemenangan untuk meloloskan mereka ke final, sedangkan
Barcelona hanya butuh hasil imbang 1-1 untuk melangkah
ke Moscow setelah di pertemuan pertama bermain tanpa
gol.
Meski bermain di kandang, MU kembali menampilkan
sepakbola negatif sepanjang pertandingan dimana mereka
hanya menyisakan Carlos Tevez dan Cristiano Ronaldo di
depan lewat serangan balik.
Barcelona mendominasi sepanjang pertandingan dengan
menempatkan trisula Samuel Eto'o, Lionel Messi dan
Andres Iniesta untuk membongkar lini pertahanan MU.
Tim tamu mendapat peluang pertama melalui tendangan
bebas saat Messi dijatuhkan oleh Paul Scholes. Namun
tendangan bebas ujung tombak Argentina tersebut masih
jauh dari sasaran.
Namun, meski terus ditekan sepanjang menit-menit awal,
MU mendapat keberuntungan dengan membuka keunggulan di
menit ke-14 setelah Scholes sukses mengoyak gawang
Victor Valdes.
Kesalahan Gianluca Zambrotta di dalam membuang bola
membuat Scholes berdiri bebas untuk menerima bola
sebelum tendangan jarak jauhnya bersarang ke pojok
kanan gawang Barcelona.
Tertinggal satu gol membuat Barcelona lebih
meningkatkan tempo serangan dan beberapa kali
mengancam gawang MU.
Tendangan Messi nyaris membuahkan gol jika saja kiper
Edwin van der Sar tidak piawai di dalam melakukan
penyelamatan.
Gelandang Korea Selatan Park Ji-sung juga sempat
mengancam gawang Barcelona setelah tendangannya
menyamping tipis di sisi gawang.
Aksi Messi beberapa kali membuat lini belakang MU
kewalahan dengan tusukan-tusukan ciri khasnya meski
akhirnya berhasil dimentahkan Van der Sar.
Pelatih Barcelona Frank Rijkaard mencoba memasukkan
Thierry Henry dan Bojan Krkic untuk menambah daya
serang. Namun rapatnya lini pertahanan MU membuat
berbagai serangan yang dibangun tim tamu selalu kandas
di tengah jalan.
Permainan apik yang diperagakan oleh Van der Sar
membuat para pemain Barcelona merasa frustrasi dan
bingung untuk melakukan cara apalagi agar dapat
mencetak gol penyeimbang.
Tidak tampilnya Ronaldinho dianggap sebagai faktor
sulitnya Barcelona untuk menciptakan kreasi bagus
sekaligus membuat peluang matang bagi rekan-rekannya.
Dari sisi tuan rumah, kuartet lini pertahanan MU, Rio
Ferdinand, Wes Brown, Patrice Evra dan Owen
Hargreaves, yang diplot untuk mengisi bek kanan,
menampilkan sebuah permainan solid.
[Rif]
Eriksson Mungkin Hengkang Dari City
[Rabu, 30 April 2008 01:22, BIANGBOLA]
Berdasarkan penuturan agennya, pelatih asal Swedia
Sven Goran Eriksson kemungkinan tidak akan menjadi
manajer Manchester City musim depan.
Media Inggris memunculkan spekulasi bahwa Eriksson
akan mengundurkan diri atau dipecat setelah pemilik
City, Thaksin Shinawatra, sebelumnya mengatakan tidak
puas dengan penampilan City belakangan ini dan
menginginkan perubahan.
Ditanya apakah Eriksson masih akan menangani tim di
awal musim depan, agen sang pelatih, Athole Still,
mengatakan kepada Sky Sports News: "Hal tersebut
kemungkinan tidak akan terjadi."
"Jika Shinawatra ingin memberikan pesan berisi
dukungan saya pikir kami sudah mendengarnya," tambah
Still.
Eriksson, yang menjadi tokoh populer bagi fans City di
musim pertamanya termasuk dua kali kemenangan langka
atas rival sekota Manchester United, mengatakan
dirinya telah bertemu Thaksin namun menolak untuk
memberikan rincian tentang diskusi mereka.
"Presiden dan saya berbicara di akhir pekan namun saya
tidak ingin berkomentar lebih lanjut. Pertandingan
melawan Liverpool adalah yang terpenting dan kami akan
bekerja keras untuk mempersiapkan segalanya dengan
tepat di Anfield serta laga terakhir kami di
Middlesbrough," ujar Eriksson.
Perlakuan terhadap Eriksson telah membuat banyak pihak
berpikir keras, dimana Asosiasi Manajer Liga Premier
mengatakan sangat khawatir tentang hal itu karena
manajer semacam Eriksson tidak diberikan cukup
kesempatan oleh pemilik klub.
[Rif/Reuters]
JAWAPOS.COM
Rabu, 30 Apr 2008,
BONGKAR TRADISI
Chelsea v Liverpool
LONDON - Final Liga Champions sangat asing bagi
Chelsea. Wajar. Sebab, The Blues -sebutan Chelsea-
belum pernah mencicipi laga pemungkas itu dari tiga
kali kesempatan di semifinal. Sebaliknya, Liverpool
punya tradisi bagus. The Reds -julukan Liverpool-
delapan kali tampil di final, lima di antaranya sukses
menjadi juara.
Kalau begitu, siapa di antara kedua tim yang berhak
tampil di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, pada 21 Mei
nanti? Dalam dua semifinal sebelumnya (edisi 2004/2005
dan 2006/2007), Chelsea memang selalu takluk di tangan
Liverpool. Tapi, Chelsea musim ini punya kans
membongkar tradisi.
Berbekal hasil imbang 1-1 di leg pertama di Anfield
(22/4), keuntungan lebih besar ada pada The Blues.
Artinya, skuad Avram Grant itu hanya butuh hasil
imbang 0-0 di leg kedua di Stamford Bridge dini hari
nanti WIB (siaran langsung RCTI mulai pukul 01.30 WIB)
untuk lolos ke Moskow alias bertemu pemenang antara
Manchester United atau Barcelona di slot semifinal
lainnya.
Beban lebih berat ada pada Liverpool. Agar lolos ke
final kali ketiga dalam empat musim terakhir, syarat
yang harus dipenuhi The Reds adalah menang. Kalaupun
seri, harus dengan gol lebih dari satu (2-2, 3-3, 4-4,
dst).
Faktor lain yang mengganjal Liverpool adalah rekor
home fantastis Chelsea di Stamford Bridge. Jika di
Premier League Chelsea tak terkalahkan dalam 80 laga,
di Eropa The Blues tak terkalahkan dalam sebelas
partai kandang terakhir atau kali terakhir kalah pada
Februari 2006 (dari Barcelona). Tak hanya itu,
Liverpool bahkan tidak pernah menang atau mencetak gol
di Stamford Bridge di masa kepelatihan Rafael Benitez
mulai Juni 2004.
Satu lagi nilai plus Chelsea adalah motivasi John
Terry dkk yang tengah menanjak berkat kemenangan 2-1
atas Manchester United dalam big match Premier League
di Stamford Bridge Sabtu (26/4). "Kemenangan itu (atas
Manchester United, Red) adalah bonus tambahan lawan
Liverpool. Kami sudah tidak sabar tampil di Moskow,"
kata Petr Cech, kiper Chelsea, sebagaimana dikutip
Daily Express.
Cech yang tampil ekselen di leg pertama optimistis
bahwa pertandingan tidak akan berlanjut hingga babak
tambahan atau adu penalti. "Asalkan bisa
mempertahankan penampilan seperti di Anfield, saya
rasa kami hanya butuh 2 x 45 menit untuk menjadi
pemenang," koar kiper Timnas Republik Ceko tersebut.
Dibandingkan leg pertama, kekuatan Chelsea lebih solid
karena pemain serbabisa Michael Essien tampil kembali
setelah bebas dari skors kartu. Satu-satunya yang
masih teka-teki adalah tampilnya Frank Lampard. Hingga
berita ini ditulis, Avram Grant belum memastikan
apakah gelandang andalannya itu bakal main atau tidak.
Memang, minus Lampard pun Chelsea masih tangguh karena
ada Michael Ballack. Tapi, The Blues harus menyadari
bahwa lini tengah Liverpool punya Steven Gerrard.
Kapten tim The Reds tersebut selalu menjadi aktor
utama keberhasilan timnya di ajang Eropa dalam
beberapa musim terakhir.
Jika Gerrard sebelumnya seolah bekerja sendirian, kini
dia punya partner berbahaya, Fernando Torres.
Kolaborasi keduanya telah menghasilkan 51 gol
sepanjang musim ini. "Saya yakin, Gerrard atau Torres
akan menjadi penyelamat kami di Stamford Bridge," urai
Rafael Benitez sebagaimana dikutip Sportinglife.
Demi mematahkan tradisi tidak pernah mencetak gol di
Stamford Bridge selama kepelatihannya di Liverpool,
Benitez bakal menyiapkan taktik berbeda. Peter Crouch
yang tengah in-form bisa dimainkan sebagai pendamping
Torres dan mengorbankan Ryan Babel.
Perubahan lain sudah pasti terjadi di lini belakang,
menyusul cedera selangkangan yang menimpa full back
kiri Fabio Aurelio. Opsinya, Alvaro Arbeloa digeser
dari full back kanan ke kiri. Itu berarti posisi
Arbeloa akan diisi Jamie Carragher. Opsi lainnya
adalah memainkan John Arne Riise yang membuat gol
bunuh diri di leg pertama. (dns/iro)
PERKIRAAN PEMAIN
Stadion : Stamford Bridge
Wasit : Roberto Rosetti (Italia)
CHELSEA (4-3-3) : 1-Cech; 5-Essien, 6-Carvalho,
26-Terry, 3-A. Cole; 13-Ballack, 4-Makelele,
8-Lampard; 10-J. Cole, 11-Drogba, 21-Kalou
Cadangan: 40-Hilario, 7-Shevchenko, 12-Mikel,
15-Malouda, 20-Ferreira, 24-Wright-Phillips, 39-Anelka
Pelatih: Avram Grant
LIVERPOOL (4-2-3-1): 25-Reina; 23-Carragher, 4-Hyypia,
37-Skrtel, 17-Arbeloa; 14-Alonso, 20-Mascherano;
18-Kuyt, 8-Gerrard,19-Babel; 9-Torres
Cadangan: 30-Itandje, 3-Finnan, 6-Riise, 10-Voronin,
11-Benayoun, 15-Crouch, 16-Pennant
Pelatih : Rafael Benitez
HEAD TO HEAD (Liga Champions)
22-04-2008 Liverpool v Chelsea 1-1 (semifinal)
01-05-2007 Liverpool v Chelsea 1-0 (semifinal)
25-04-2007 Chelsea v Liverpool 1-0 (semifinal)
06-12-2005 Chelsea v Liverpool 0-0 (penyisihan grup)
28-09-2005 Liverpool v Chelsea 0-0 (penyisihan grup)
03-05-2005 Liverpool v Chelsea 1-0 (semifinal)
27-04-2005 Chelsea v Liverpool 0-0 (semifinal)
FACTS AND FIGURES
1. Duel ini bakal menjadi pertemuan kedelapan Chelsea
versus Liverpool di Liga Champions. Catatan sebelumnya
adalah Liverpool menang dua kali, imbang empat kali,
dan Chelsea sekali menang. Secara keseluruhan, ini
adalah duel ke-152 kedua tim di berbagai ajang dengan
Liverpool menang 67 kali, imbang 32 kali, dan Chelsea
menang 52 kali.
2. Chelsea hanya butuh hasil imbang 0-0 untuk lolos ke
final. Sedangkan Liverpool butuh hasil imbang minimal
2-2, 3-3, 4-4, dst.
3. Jika Chelsea memburu final pertama Liga Champions,
Liverpool mengincar final kali kedelapan.
4. Sejak ditangani oleh Rafael Benitez, Liverpool
tidak pernah menang dan tidak pernah mencetak gol
dalam delapan kali lawatan ke Stamford Bridge.
5. Musim ini di Stamford Bridge, Chelsea mengalahkan
Liverpool 2-0 di perempat final Piala Carling lewat
gol Frank Lampard dan Andriy Shevchenko.
6. Liverpool kali terakhir gagal di semifinal Liga
Champions pada edisi 1964/1965, saat Liga Champions
masih bernama European Cup. Sementara itu, Chelsea
yang tidak pernah bisa melewati tiga kali kesempatan
lolos dari empat besar, selain dua kali dari
Liverpool, juga kalah agregat 3-5 dari AS Monaco di
Liga Champions edisi 2003/2004.
7. John Terry (Chelsea) serta Jamie Carragher, Steven
Gerrard, dan Fabio Aurelio (dari Liverpool) bakal
absen di leg kedua semifinal jika menerima kartu
kuning pada laga ini. (dns/iro)
KOMENTAR
"Saya setuju jika musim ini adalah momen Chelsea.
Mereka akan menebus kegagalan dua kali semifinal dari
Liverpool dan lolos ke final kali pertama. Tentang
Avram Grant, saya menilai bahwa dia punya kualitas
sebagai pelatih Chelsea dan dia cocok menangani tim
tersebut."
Marcel Desailly, mantan pemain Chelsea dan Timnas
Prancis
"Liga Champions adalah ajang yang sangat identik
dengan pengalaman dan sejarah. Faktor itu menjadi
kelebihan Liverpool. Tapi, Chelsea punya kesempatan
menjuarai Liga Champions musim ini."
Steve McClaren, mantan pelatih Timnas Inggris.
"Saya pikir, skuad Liverpool musim ini jauh lebih
tangguh dan mereka bisa melakukan kejutan di Stamford
Bridge. Saya tetap yakin Liverpool akan kembali
mengungguli Chelsea."
Bruno Cheyrou, mantan pemain Liverpool.
DUEL LINI VITAL
Kiper
Cech v Reina
26 tahun Usia 25 tahun
7 kali Tampil 11 kali
586 menit Durasi 990 menit
3 Kebobolan 9
Analisis: Petr Cech maupun Jose "Pepe" Reina memiliki
skill maupun refleks yang hampir seimbang. Sekalipun
beberapa kali mengalami cedera di kepala dan wajah,
Cech bisa tampil konsisten. Tapi, jika pertandingan
harus diakhiri dengan adu penalti, Reina punya
keunggulan dari sisi pengalaman. (dns/iro)
Lini Belakang
Terry v Carragher
27 tahun Usia 30 tahun
8 kali Tampil 11 kali
720 menit Durasi 990 menit
13 Pelanggaran 12
2 Kartu Kuning 2
Analisis: Lini belakang Chelsea memang tidak sesolid
musim lalu. Tapi, kita jarang melihat John Terry
offday setiap tampil di Stamford Bridge. Terry juga
harus hati-hati karena dia mengalami problem kartu.
Sementara itu, Carragher yang tampil menawan di leg
pertama mendapatkan ujian untuk bisa mengulang aksi
impresifnya di leg kedua. (dns/iro)
Lini Tengah/Depan
Ballack v Kuyt
31 tahun Usia 27 tahun
5 kali Tampil 10 kali
446 menit Durasi 736 menit
2 Gol 5
8 Tembakan 15
Analisis: Michael Ballack tengah on fire menyusul dua
golnya ke gawang Manchester United pada Sabtu (26/4)
lalu. Tanpa Lampard, Ballack menunjukkan bahwa dia
adalah seorang pengatur serangan yang teruji di duel
krusial. Jam terbang Ballack di ajang Eropa pun tak
perlu diragukan. Sementara itu, Liverpool punya Dirk
Kuyt yang selalu mencetak gol-gol penting bagi timnya
di Liga Champions. Sekalipun seorang striker, Kuyt
tidak manja alias petarung andal di lapangan.
(dns/iro)
jawapos.com
Rabu, 30 Apr 2008,
The Reds Takut Wasit Curang
KEPEMIMPINAN wasit menjadi perhatian serius Liverpool
menjelang lawan Chelsea dini hari nanti WIB. Rafael
Benitez, arsitek Liverpool, sedikit menyoroti wasit
Roberto Rosetti yang ditunjuk sebagai pengadil
lapangan duel di Stamford Bridge itu. Kenapa dengan
Rossetti?
Benitez ternyata menilai bahwa Rossetti cenderung
berpihak kepada tuan rumah selama bertugas di Liga
Champions musim ini. Ya, empat di antara lima laga
yang dipimpin wasit asal Italia itu dimenangi oleh
tuan rumah. Menariknya, perkecualian satu laga lainnya
yang dimenangi tim tamu justru terjadi saat Chelsea
mengalahkan tuan rumah Valencia di Mestalla Oktober
2007.
"Terus terang, kami sedikit riskan dengan catatannya.
Saya tidak ingin mengusik tugasnya karena fokus saya
tentu lebih kepada persiapan tim kami sendiri," kata
Benitez sebagaimana dilansir Goal. Kekhawatiran
Benitez didasari kekecewaannya atas kepemimpinan wasit
di leg pertama. Itu ditujukan kepada wasit Konrad
Plautz asal Austria yang memberikan tambahan injury
time hingga empat menit di babak kedua.
Dampaknya, Liverpool yang sudah unggul 1-0 harus
kebobolan di injury time karena gol bunuh diri John
Arne Riise. "Kami tidak ingin jika langkah kami di
even ini digagalkan oleh keputusan wasit yang berat
sebelah," tambah Benitez. Pelatih berusia 46 tahun
tersebut pun berharap agar Rossetti tidak terpancing
dengan aksi diving. Rossetti yang terbiasa dengan
iklim sepak bola Italia tentu tidak asing dengan aksi
diving. Selain itu, ada anggapan bahwa wasit asal
Negeri Pizza lebih royal memberikan hukuman penalti
sekalipun itu tak lebih dari diving.
Imbaun Benitez erat kaitannya dengan kekhawatirannya
akan striker Chelsea Didier Drogba yang kerap
melakukan diving. Mantan pelatih Valencia itu menilai,
Drogba adalah salah seorang striker yang piawai
melakukan gerakan teatrikal di kotak penalti sehingga
membuat wasit percaya telah terjadi pelanggaran, lalu
memberikan hadiah penalti. (dns/iro)
jawapos.com
Rabu, 30 Apr 2008,
Kejar Top Scorer
SEKALIPUN diisukan hengkang di akhir musim, Didier
Drogba tetap menyimpan ambisi besar bagi Chelsea.
Selain meloloskan Chelsea kali pertama ke final Liga
Champions, Drogba punya target menjadi top scorer
sepanjang masa The Blues -julukan Chelsea- di
kejuaraan antarklub Eropa.
Syaratnya tidak terlalu sulit. Drogba hanya butuh
tambahan satu gol ke gawang Liverpool di Stamford
Bridge dini hari nanti WIB untuk menggenapi koleksinya
menjadi 17 gol. Saat ini, penyerang berkebangsaan
Pantai Gading tersebut sejajar dengan Peter Osgood
dengan 16 gol. Di bawah keduanya, ada Frank Lampard
dengan 15 gol.
Drogba boleh saja dianggap kehilangan ketajaman di
Premier League. Tapi, di Liga Champions, Drogba masih
jadi pemain tersubur Chelsea dengan torehan empat gol
dari sembilan laga. Berarti bisa dihitung bahwa
rata-rata satu gol tiap dua pertandingan. Catatan itu
tak beda jauh dengan musim lalu kala dia mencetak enam
gol dari 12 laga.
"Kalaupun tidak mencetak gol lawan Liverpool, saya
ingin Chelsea lolos ke babak final di Moskow nanti.
Toh, saya masih punya kesempatan di final nanti," kata
striker 30 tahun tersebut kepada Sky News kemarin
(29/4). Karena itu, Drogba terlihat rileks jelang
lawan Liverpool.
Kemarin, misalnya. Drogba menjadi bintang iklan produk
handphone keluaran terbaru dari Samsung. Dia pun
menjadi pemain sepak bola pertama yang dipilih Samsung
sebagai ikon mengingat sebelumnya hanya dari kalangan
selebriti seperti aktor Bollywood Aamir Khan atau
penyanyi seksi Amerika Serikat (AS) Beyonce Knowles.
(dns/iro)
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ