[rudy]
Wah, ini jadi kaya April Mop.
Yang paling saya suka dari Sepakbola Italia adalah "roh"-nya. Bagaimana 
hubungan antara pemain dan klub bukan sekedar hubungan professional atau 
hubungan kerja...tapi lebih dari itu. Kita bisa lihat bagaimana Napoli 
memperlakukan Diego Maradona, kita juga bisa lihat bagaimana hubungan 
Totti dengan AS Roma. Dan tentu saja hubungan Maldini dengan AC Milan, 
Del Piero dengan Juventus atau bagaimana hubungan Batistuta dengan 
Fiorentina, memang tidak selalu hubungan itu mulus...tetapi selalu 
emosional.
Kegagalan klub-klub Italia di Liga Champions bukanlah sesuatu yang 
tragis, Italia pernah mengalami masa-masa yang lebih sulit dan selalu 
bisa bangkit. Mungkin terlalu banyak yang menuntut lebih dari Liga para 
Juara Dunia, itu pasti...padahal untuk dekade sekarang klub-klub Italia 
sudah mengumpulkan 2 piala UCL, tetep saja masih kurang :D
Akhirnya, saya setuju dengan kalimat ini : pls don't sell your soul like 
most english clubs
Ciao
[/rudy]

11/04/2008 1:28
Klub-klub Seri A akan Investasi Besar-besaran
George Soros akan mengambil AS Roma. Juventus dibeli Severstal, sebuah 
perusahaan baja asal Rusia. Silvio Berlusconi akan mengeluarkan banyak 
dana untuk mengganti pemainnya yang telah tua.

Sejumlah klub Italia merencanakan investasi besar-besaran agar bisa 
bersaing dengan klub-klub Inggris di Liga Champions musim depan. 
Kalangan sepak bola Italia terpukul dengan kegagalan AS Roma, sehingga 
kali pertama sejak 2004 semifinal Liga Champions tanpa klub asal Italia.

Giallorossi menjadi klub terakhir yang disingkirkan klub Inggris. 
Sebelumnya, Inter Milan dikalahkan Liverpool, dan AC Milan disingkirkan 
Arsenal. Menariknya, hampir semua klub Inggris mampu membawa pulang 
kemenangan dari Italia.

Tahun lalu, Seri A masih memiliki AC Milan di semifinal Liga Champions. 
I Rossoneri mengalahkan Manchester United (MU) di semifinal, dan 
mengalahkan Liverpool di final. Kini, klub-klub Italia tahu betapa 
mereka dikalahkan oleh klub-klub Inggris yang awal musim ini gencar 
berinvestasi.

Uang dalam jumlah besar dikabarkan akan mengalir ke beberapa klub 
Italia. Sejumlah media melaporkan George Soros, juragan bisnis keuangan 
dunia, akan mengambil alih AS Roma. Keluarga Sensi, pemilik mayoritas 
saham AS Roma, menolak spekulasi ini. Namun kabar terbaru menyebutkan 
Soros masih berunding dengan Keluarga Sensi.

Keluarga Sensi tercekik krisis finansial, menyusul ambruknya Italpetrol 
-- penopang dana AS Roma. Italpetrol adalah perusahaan minyak, dan 
merupakan bisnis inti Keluarga Sensi.

Daniele De Rossi, gelandang AS Roma, telah mendengar kabar itu. Ia 
mengatakan; ''MU benar-benar klub besar, tapi Roma juga akan berada di 
level yang sama dengan mereka.''

Juventus, yang berharap kembali ke Liga Champions musim depan, sekian 
lama mendapat dukungan keuangan Keluarga Agneli -- industriawan pemilik 
Fiat. Namun kondisi keuangan Keluarga Agneli juga sedang tidak sehat, 
akibat terus menurunnya penjualan mobil Fiat di pasar Eropa dan dunia.

Severstal, kelompok perusahaan baja terkemuka di Rusia, disebut-sebut 
akan masuk mengambil alih Juventus. Sejauh ini Severstal belum mau 
berkomentar, tapi pers Italia telah mencium adanya perundingan intensif 
perwakilan perusahaan itu dengan Keluarga Agneli.

Milan tidak akan berpindah tangan. Silvio Berlusconi, juragan bisnis 
media massa, masih terlalu kuat. Berlusconi akan dipaksa melakukan 
investasi skala besar jika ingin melihat Milan kembali bisa bersaing di 
level Eropa.

I Rossoneri akan berupaya mendapatkan Didier Drogba, Ronaldinho, dan 
Andriy Shevchenko. Kehadiran Ronaldinho dan Drogba amat ditunggu fans 
Milan, tapi Shevchenko tidak. Sejumlah fans Milan sempat menggelar aksi 
protes, menolak rencana Berlusconi mendatangkan kembali Sheva. Carlo 
Ancelotti juga  tidak setuju.

Milan kemungkinan tidak sekadar berinvestasi untuk mencari striker. 
Persoalan pelik Milan adalah banyaknya pemain yang telah memasuki usia 
uzur. Mereka dituntut mencari pemain berbakat usia muda untuk 
pembangunan klub lima atau sepuluh tahun ke depan.

Inter Milan juga akan aktif di pasar transfer. Kegagalan di Liga 
Chamions, dan penurunan performa dalam beberapa pekan terakhir, 
memperlihatkan betapa Inter perlu memiliki pemain pelapis dengan 
kualitas sama seperti pemain inti. Sehingga, jika terjadi banyak pemain 
cedera, Inter Milan tidak kehilangan performa terbaiknya.

Massimo Moratti, presiden Inter, juga masih harus mengeluarkan banyak 
dana untuk musim depan. Apalagi jika ia memutuskan mendatangkan pelatih 
Jose Mourinho. Gusti Satya

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!

Kirim email ke