"pls don't sell your soul like most english clubs" Hari gene bos? please dong ahhh..
Jaman Industrialisasi kayak begini, kalo gak punya Modal Gede bakalan kegilas... Yang bisa menjaga SOUL sebuah Klub adalah Manager/ Direktur Klub itu sendiri melalui permainan diLapangan dan membuat hubungan interpersonal antara pemain dan Klub, kebijakan transfer pemain, etc.. Plus punya Owner jangan banyak ikut campur... Owner cukup naro duit ajah.. Beruntung banget United, meskipun punya owner kayak GLAZER yg mata duitan.. tapi dia ngerti banget akan CULTURE dari Man Utd sendiri dengan menyerahkan semua urusan klub dan detailnya ke DAVID GILL dan SIR ALEX.. We can say: "WE SOLD OUR CLUB NOT OUR SOUL!" --- In [email protected], Don Rudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > [rudy] > Wah, ini jadi kaya April Mop. > Yang paling saya suka dari Sepakbola Italia adalah "roh"-nya. Bagaimana > hubungan antara pemain dan klub bukan sekedar hubungan professional atau > hubungan kerja...tapi lebih dari itu. Kita bisa lihat bagaimana Napoli > memperlakukan Diego Maradona, kita juga bisa lihat bagaimana hubungan > Totti dengan AS Roma. Dan tentu saja hubungan Maldini dengan AC Milan, > Del Piero dengan Juventus atau bagaimana hubungan Batistuta dengan > Fiorentina, memang tidak selalu hubungan itu mulus...tetapi selalu > emosional. > Kegagalan klub-klub Italia di Liga Champions bukanlah sesuatu yang > tragis, Italia pernah mengalami masa-masa yang lebih sulit dan selalu > bisa bangkit. Mungkin terlalu banyak yang menuntut lebih dari Liga para > Juara Dunia, itu pasti...padahal untuk dekade sekarang klub-klub Italia > sudah mengumpulkan 2 piala UCL, tetep saja masih kurang :D > Akhirnya, saya setuju dengan kalimat ini : pls don't sell your soul like > most english clubs > Ciao > [/rudy] >
