maftuch rizqi wrote:
>
> intinya sih begini, untuk bisa menjadi pemain terbaik dunia, anda 
> harus bisa meyakinkan seluruh pemilih bahwa anda layak menjadi pemain 
> terbaik dunia lewat aksi-aksi anda. sebagus apapun anda bermain, kalo 
> para pemilih itu tidak bisa melihat aksi anda karena anda bermain di 
> klub afrika misalnya maka usaha anda sia sia saja. untuk dapat dilihat 
> anda harus menuju kiblat sepakbola dunia yaitu eropa dan bermain 
> disana. setelah sampai di eropa ternyata banyak klub, bukan cuman 
> satu. sekali lagi anda baru akan di perhatikan oleh para pemilih jika 
> klub anda bisa menjuarai sebuah kejuaraan atau minimal runner up lah. 
> Misalkan di liga italia Klub anda harus meraih scudetto dan andalah 
> pemain yang sangat berperan membantu klub anda dalam meraih scudetto. 
> maka penghargaan anda tingkat negara italia saja. jika klub anda bisa 
> menjuarai Liga champion dan anda sangat berperan dalam klub maka 
> semakin di pertimbangkanlah anda menjadi pemain terbaik dunia, kenapa? 
> sekali lagi Liga Champion
> eropa-lah yang menjadi patokan para pemilih untuk memilih pemain 
> terbaik dunia. Kenapa? karena yang disiarkan sampai ke seluruh dunia 
> termasuk asia ya liga champion eropa. Nah,.. kebetulan yang biasanya 
> menjuarai Liga eropa adalah Milan Madrid Barca, jadi ya wajar saja 
> para pemilih memilih pemain dari klub tersebut walopun tidak menutup 
> kemungkinan mereka juga menjagokan pemain dari selain 3 klub tersebut. 
> Misalkan sekarang Ronaldo dari MU... akan tetapi semuanya sekali lagi 
> sangat tergantung dari pemilih, kalo Ronaldo sudah tampil sangat 
> maksimal tetapi para pemilih memilih leonel messi, ya itu adalah hak 
> pemilih dong,... anda bisa saja menyebut itu tidak adil,..tapi 
> kenyataannya para pemilih yang jumlahnya ratusan itu sebagian besar 
> memilih messi sebagai pemain terbaik, maka jadilah messi pemain 
> terbaik,..sekali lagi ini hanya permisalan saja. lalu anda tanya apa 
> sih kapasitas para pemilih itu? mereka adalah pelatih dan kapten 
> timnas negara seluruh dunia. lalu anda masih
> mempertanyakan kapasitas mereka. kan lucu,... lalu anda berkata "ini 
> adalah sebuah kebetulan yang gak kebetulan banget" ya itu hak anda 
> untuk berkomentar. cuman satu jika pemain bermain di tiga Klub di atas 
> peluang untuk menjadi yang terbaik di dunia semakin besar di 
> bandingkan jika seseorang bermain di klub lain selain tiga itu walopun 
> tidak menutup bahwa kemungkinan itu selalu ada. gitu loh mbak indah
>




































[rudy]
Maksudnya 5 klub kali bung, Juventus pernah punya Roberto Baggio yang 
menang sekali, trus juga Zidane yang menang 2x ketika berbaju Juve. 
Inter pernah punya Matthaeus dan Ronaldo yang masing2 menang 1x ketika 
berseragam Inter.
Liga Champions sebagai ukuran kalau tidak ada Piala Dunia, itu yang saya 
lihat. Kalau ada Piala Dunia sudah menjadi tradisi bahwa protagonista di 
Piala Dunia menjadi Pemain Terbaik Dunia. Tapi Roberto Baggio tidak 
perlu Piala Dunia atau Liga Champions untuk diakui menjadi Pemain 
terbaik Dunia 1993, cukup dengan menunjukkan aksinya Juventus(Serie A). 
Memang media massa sangat mempengaruhi opini publik, tapi para pemilih 
yang memiliki kapasitas itu pasti tidak terpengaruh.
Ciao
[/rudy]

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!

Kirim email ke