--- meidian_abraham <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:

o gitu ya..
roy keane pernah usul gitu?
 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

paling ideal mungkin kalo penerapan teknologi
video ini seperti yang dulu diusulin ma roy keane,
cmiiw.  teknologi video diterapkan di sepakbola tapi
dibatasi penggunaannya. jadinya tiap tim dikasih
kesempatan 1 kali aja dalam setiap partai untuk
minta wasit review keputusannya lewat replay video.
==========

bukan cuma roy keane yg usul, dulu iswadi idris juga
pernah usul, tapi ditolak karena jaman dulu ribet
banget karena video cuma dalam format beta sementara
video player cuma ada Sony C7, itu juga head-nya suka
aus karena kebanyakan minjem seri silat demigods
semidevil....hehehehe.....

kalo gue pribadi gak terlalu setuju soal video ini.
biarin aja ada human error, part of the game. kayak yg
dibilang delfiar (apa yan walando?)...error bikin
sepakbola jadi "human" dan penuh emosi. 

video dipake setelah game selesai aja, buat nghukum
pemain diving, buat nghukum wasit dodol, dst. sebentar
apapun game dihentikan untuk ngecek video udah bikin
arus permainan berubah. jangan tiru NFL-lah, game
model amrik mah memang dari awalnya model pake
time-out terus, sepakbola khan modelnya bergulir
terus. 

-omar-

 
  ---------------------------------
  su brazalete demonstro que el fue un rojo, torres, torres
  que nunca caminaras solo dijo, torres, torres
    http://www.youtube.com/watch?v=lIb12aX0yks 




      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke