Dari tayangan TV, baru saja selesai partai away final Copa Libertadores. Dua 
tim yang tampil memperebutkan piala lambang supremasi Conmebol adalah 
Fluminense (Brasil) vs LDU Quito (Ekuador). Partai home minggu lalu di Quito 
dimenangkan tuan rumah LDU dengan skor 4-2.

Partai kedua ini dimainkan di stadion bersejarah Maracana di Rio de Janeiro.. 
Stadion ini pernah mendapat gelar stadion terbesar dengan kapasitas penonton 
sekitar 200 ribu, namun setelah renovasi kapasitas berkurang menjadi 95 ribu 
kursi (sebelum renovasi ada bagian stadion tempat penonton berdiri). Dengan 
kapasitas 95 ribu tempat duduk tersebut Maracana menjadi stadion terbesar nomor 
11 di dunia.

Maracana dijadwalkan jadi tempat final PD 2014, yang kalo kejadian akan menjadi 
stadion kedua di dunia yg menjadi tuan rumah final PD (1950 dan 2014) setelah 
Stadion Azteca, Mexico City (1970, 1986).  Pada final PD 1950 Maracana menjadi 
saksi bisu kesedihan massal rakyat Brasil karena Brasil takluk dari Uruguay.

Balik ke final Copa Libertadores, Babak Pertama, diwarnai “adu pukul” dimana 
kedua tim tampil menyerang. Tim tamu, LDU Quito malah unggul lebih dulu di 
menit ke-6. Fluminense bangkit dengan 2 gol playmaker Thiago Neves I menit 12 
dan 28. Babak Kedua, tempo permainan masih tinggi. Neves mencatat hatrik dengan 
gol di menit 57. Skor 3-1 bertahan sampai 2 x 45 menit berakhir. Skor global, 
5-5. di Conmebol nggak dikenal gol away lebih dihargai...Perpanjangan 2 x 15 
menit.

Menit 116 Babak perpanjangan, LDU mampu mencetak gol, cuma dianulir karena 
offside. Dari tayang ulang, jelas gol tersebut harusnya sah. Menit 119, LDU 
kembali memiliki peluang gol yang hanya dihindarkan dengan pelanggaran oleh 
Luis Alberto. Alberto kena kartu merah. Skor gak berubah.

Adu pinalti harus dilakukan. LDU menang 3-1 dalam adu pinalti ini. Tragisnya 
salah satu yg gagal dari Fluminense adalah sang pahlawan hatrik, Thiago Neves. 
Maracana kembali jadi saksi kesedihan Brasil.

Man of the match kayaknya Thiago Neves yg hatrik buat Fluminense, lepas dari 
gagal di adu pinalti. Doi kelahiran Februari 1985, dan baru 1 kali memperkuat 
tim senior Brasil.

Sekian laporan dari pantauan TV, salam olahraga!!!

-omar-

__________________________________________________
Correo Yahoo!
Espacio para todos tus mensajes, antivirus y antispam ¡gratis! 
Regístrate ya - http://correo.yahoo.com.mx/ 

Kirim email ke