2008/7/3 omar <[EMAIL PROTECTED]>: > Dari tayangan TV, baru saja selesai partai away final Copa Libertadores. > Dua tim yang tampil memperebutkan piala lambang supremasi Conmebol adalah > Fluminense (Brasil) vs LDU Quito (Ekuador). Partai home minggu lalu di Quito > dimenangkan tuan rumah LDU dengan skor 4-2. > > Partai kedua ini dimainkan di stadion bersejarah Maracana di Rio de > Janeiro.. Stadion ini pernah mendapat gelar stadion terbesar dengan > kapasitas penonton sekitar 200 ribu, namun setelah renovasi kapasitas > berkurang menjadi 95 ribu kursi (sebelum renovasi ada bagian stadion tempat > penonton berdiri). Dengan kapasitas 95 ribu tempat duduk tersebut Maracana > menjadi stadion terbesar nomor 11 di dunia. > > Maracana dijadwalkan jadi tempat final PD 2014, yang kalo kejadian akan > menjadi stadion kedua di dunia yg menjadi tuan rumah final PD (1950 dan > 2014) setelah Stadion Azteca, Mexico City (1970, 1986). Pada final PD 1950 > Maracana menjadi saksi bisu kesedihan massal rakyat Brasil karena Brasil > takluk dari Uruguay. > > Balik ke final Copa Libertadores, Babak Pertama, diwarnai "adu pukul" > dimana kedua tim tampil menyerang. Tim tamu, LDU Quito malah unggul lebih > dulu di menit ke-6. Fluminense bangkit dengan 2 gol playmaker Thiago Neves I > menit 12 dan 28. Babak Kedua, tempo permainan masih tinggi. Neves mencatat > hatrik dengan gol di menit 57. Skor 3-1 bertahan sampai 2 x 45 menit > berakhir. Skor global, 5-5. di Conmebol nggak dikenal gol away lebih > dihargai...Perpanjangan 2 x 15 menit. > > Menit 116 Babak perpanjangan, LDU mampu mencetak gol, cuma dianulir karena > offside. Dari tayang ulang, jelas gol tersebut harusnya sah. Menit 119, LDU > kembali memiliki peluang gol yang hanya dihindarkan dengan pelanggaran oleh > Luis Alberto. Alberto kena kartu merah. Skor gak berubah. > > Adu pinalti harus dilakukan. LDU menang 3-1 dalam adu pinalti ini. > Tragisnya salah satu yg gagal dari Fluminense adalah sang pahlawan hatrik, > Thiago Neves. Maracana kembali jadi saksi kesedihan Brasil. > > Man of the match kayaknya Thiago Neves yg hatrik buat Fluminense, lepas > dari gagal di adu pinalti. Doi kelahiran Februari 1985, dan baru 1 kali > memperkuat tim senior Brasil. > > Sekian laporan dari pantauan TV, salam olahraga!!! > > -omar- > >
[rudy] Duh, jagoan gw Fluminense kalah. Ternyata goal away ga berarti toh di Conmebol? Thiago Neves nyetak hattrick? makin kesemsem nich ama pemain satu ini, di Brazil konon dia dijuluki Nedved-nya Brazil karena punya canon ball mirip Nedved. [quote] Fluminense president Roberto Horcades has any plans to cash in on his prized asset. "Thiago is not going anywhere," he insisted. "Fluminense is not a selling club but a buying one. We are fighting for the Libertadores and world titles." [/quote] Gimana mau berjuang untuk world titles kalau di libertadores udah kalah bos? sebenernya gw berharap liat aksi Neves di Piala Dunia antar klub, eh yang nongol malahan LDU Quito. Selamat deh LDU Quito, pastinya kalian lebih baik. *Leonardo, ayo dong datengin Thiago Neves buat gantiin posisi si bohay Seedorf Ciao [/rudy] -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! [Non-text portions of this message have been removed]
