Pertandingan Sabtu lalu memang seru, sebenarnya seimbang dari penguasaan bola hanya Pool benar2 bisa mengekploitasi kesalahan pemain belakang Manchester United. Manchester United masih memimpin dengan 4 poin dan satu perandingan di tangan, yang berarti untuk merebut juara EPL Pool dan Chelsea harus menang terus sementara MU kalah tiga kali atau draw dengan kehilangan poin minimal sejumlah 8. Sesudah Manchester United kalah di EPL terakhir, 8 November, bertanding selalu clean sheets - yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Yang sebelumnya defisit tujuh point dengan Chelsea dan Liverpool sekarang menjadi tujuh poin diatas Chelsea dan Pool (bila MU menang yang satu pertandingan di tangan). Chelsea di bawah pelatih Scolari benar-benar underformed, pada awal kompetisi bisa melaju tapi makin lama makin mudah kebaca lawan dan sulit untuk menang bahkan selalu kalah dengan sesama the big four. Untungnya Roman Abramovich cepat ambil keputusan menggantikannya dengan Hiddink walau agak terlambat untuk di EPL tapi tidak terlambat untuk di UCL. Sementara Pool memang sedang di form terbaiknya selama diasuh Rafa, cuma ketidak konsistensinya masih sering terjadi. Manchester United jauh lebih konsisten dibanding Pool, kemenangan Rafa terhadap SAF kemarin hanya menghentikan konsistensi Manchester United sementara. Bila Manchester United kembali ke khittah nya kembali konsisten lagi maka Chelsea dan Pool harus melupakan harapannya. Benarkah Manchester United bisa kembali konsisten? Ini yang jadi pertanyaan fans ABU maupun fans Manchester United sendiri. Kalau pendapat Wenger, MU sedang dalam kelelahan yang sangat, dari ikut FA, kemudian UCL dan Sabtu kemarin ketemu Pool. Sementara Pool sudah tidak perlu ikut FA Cup, kemudian pertandingan UCL nya pun Pool lebih dulu sehari dibanding MU, maka Pool bisa lebih fresh karena lebih banyak waktu istirahat memulihkan tenaga. Kalau lihat pertandingan Sabtu kemarin ternyata Manchester United bukannya tidak punya lubang-lubang kelemahan. Harapan Rafa adalah mental MU terpuruk seperti Arsenal musim lalu dan team-team lain dapat memanfaatkan lubang lubang kelemahan MU yang sudah ditunjukkan oleh Pool. Bisakah mereka memanfaatkan itu atau maukah memanfaatkan itu karena alumni-alumni Manchester United sekarang banyak tersebar di team-team lain baik sebagai pelatih maupun pemain dan sengaja atau tidak kelihatan sering underform bila melawan Manchester United. Ari Chelski
[Non-text portions of this message have been removed]
