Rasis, Politikus Jerman Diadili
Narayana Mahendra Prastya - detikcom

Berlin, Sejumlah tokoh partai politik di Jerman diadili dengan tuduhan 
menyebarkan isu-isu yang membangkitkan sentimen rasisme. Mereka mengecam 
keberadaan pemain berkulit hitam di tim nasional Jerman.

Diberitakan Yahoosport, ketua Partai Nasional Demokrat, Udo Voigt, dan juga dua 
orang pejabat partai tersebut akan menjalani persidangan hari Selasa 
(24/3/2009) waktu setempat. Ketiganya dituduh memerintahkan peredaran pamflet 
bernada rasisme di Piala Dunia 2006.

Pamflet itu bergambar kaos tim nasional Jerman dengan nomor punggung 25. Dalam 
pamflet itu bertuliskan "Warna putih bukan hanya warna seragam saja. Warna 
putih juga menyangkut anggota tim nasional yang sesungguhnya." 

Saat itu, nomor 25 dikenakan oleh pemain Jerman keturunan Nigeria, Patrick 
Owomoyela. Polisi menemukan 70 ribu lembar pamflet tersebut ketika menggeledah 
kantor pusat Partai Nasional Demokrat. Ketiga tersangka kemudian diadukan oleh 
federasi sepak bola Jerman DFB dan juga Owomoyela. 

"Kami bertekad memerangi tindakan rasis terhadap para pemain tim nasional 
Jerman," demikian keterangan DFB.

Bila terbukti bersalah, ketiga terdakwa itu terancam hukuman penjara selama 
tiga tahun. Pihak Partai Nasional Demokrat menyatakan tuduhan itu absurd  dan 
juga politis. Mereka beralasan tidak memiliki maksud apa-apa ketika menampilkan 
kaus bernomor punggung 25 tersebut.

Hingga kini, sejumlah pemain berdarah campuran atau pun kulit berwarna pernah 
dan masih menjadi penghuni tim nasional Jerman. Selain Owomoyela, ada nama 
Gerald Asamoah dan David Odonkor (keturunan Ghana), Kevin Kuranyi (keturunan 
Panama), atau pun Mesut Ozil (keturunan Turki).

Kirim email ke