Rabu, 8/4/2009 | 07:53 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Liverpool dan Chelsea bertemu
lagi di Liga Champions. Laga kedua klub pada Rabu (8/4) nanti akan
menjadi benturan ke-9 dalam separuh dasawarsa ini. Jika tak ada lagi
rahasia di antara mereka, maka sebuah kesalahan kecil akan menjadi
ancaman bagi setiap tim.
Dalam delapan pertemuan sebelumnya,
kedua tim sama-sama menunjukkan kekuatan seimbang. Sebanyak dua
kemenangan bagi masing-masing tim mengapit empat hasil seri. Uniknya,
dua-duanya selalu meraih kemenangan saat salah satu di antaranya
bertindak sebagai tim tamu di laga pertama fase gugur.
Liverpool memenangi dua duel semifinal, tahun 2005 dan 2007, setelah menjalani
laga away di
pertemuan pertama. Musim lalu mereka gagal melewati "The Blues" ketika
untuk pertama kalinya mereka menjadi tuan rumah di laga perdana. Apakah
kejadian itu bakal berulang lagi musim ini?
Jika melihat
penampilan "The Kop" akhir-akhir ini, probabilitas pengulangan itu
bernilai kecil. Pasalnya, "The Anfield Gank" memiliki rekor sangat
meyakinkan di kandang sendiri.
Sejak musim ini digelar, penggawa Rafael Benitez tidak pernah kalah
saat bermain di Anfield. Liverpudlians telah menjadi saksi atas 14
kemenangan dari 22 laga yang dimainkan tim favoritnya. Jika ditarik
hingga kekalahan terakhir pada 16 Februari tahun lalu, Gerrard cs telah
mencatat 23 kemenangan plus sembilan hasil seri tanpa kalah.
Bagaimana dengan laga tandang "The Blues"? Dari 23 laga away,
John Terry dkk mengalami empat kali kekalahan. Sekali kalah lawan AS
Roma di Liga Champions, "The Pensioners" harus mengakui kehebatan
Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur di kandang mereka
masing-masing. Namun, jangan lupa bahwa "The Blues" kini sedang percaya
diri seusai meraih kemenangan 2-0 di kandang Newcastle United akhir
pekan lalu.
"Pemain pilar kami kini lebih percaya diri,
permainan kami lebih baik dan kami lebih disiplin. Bermain lawan
Liverpool, seperti itulah kondisinya saat ini," ungkap striker Florent
Malouda.
Ya, mental pemain akan sangat menentukan dalam
turnamen seperti ini, dan untuk faktor ini, kedua tim sudah saling
kenal satu sama lain.
Chelsea mendapat suntikan semangat luar
biasa sejak kedatangan Guus Hiddink, Februari lalu. Meski hanya
berstatus pelatih sementara, Hiddink telah mengangkat moral "The
Pensioners" dalam sepuluh laga kecuali saat melawan Spurs, akhir bulan
lalu.
Benitez pun mengakui bahwa Hiddink menjadi faktor
penting kebangkitan Chelsea tahun ini. Meski demikian, menurutnya,
Chelsea tetaplah Chelsea. Mereka memiliki pemain yang sama dengan yang
pernah dua kali mereka kalahkan di Liga Inggris musim ini meski
kemenangan itu tak diraih saat Chelsea diasuh oleh Hiddink.
Karena itu, kesalahan sekecil apa pun akan berakibat fatal bagi
kedua tim. Chelsea yang tak bisa diperkuat bek kanan Jose Bosingwa
harus waspada dengan duet Fernando Torres dan Steven Gerrard, yang
diberi tugas menyerang penuh selama 90 menit. Penempatan posisi yang
salah, baik bagi Terry, maupun Ricardo Carvalho bisa membuat
umpan-umpan Gerrard lolos dalam celah sekecil apa pun.
"Ini
adalah laga final, disaksikan seluruh dunia. Ketika pemain sudah
berkomitmen penuh dan memahami taktik, hasilnya akan bergantung pada
tim yang tidak melakukan kesalahan fatal," tutur Hiddink.
Di
kubu sebaliknya, "The Kop" pun harus waspada dengan lini tengah mereka
yang tak diperkuat Javier Mascherano. Lubang di lapangan sentral ini
bisa dimanfaatkan Frank Lampard untuk melepas tembakan-tembakan keras
maupun suplai bola kepada duo striker Nicolas Anelka maupun Didier
Drogba."Kami harus memastikan tidak membuat kesalahan di leg pertama seperti
semifinal musim lalu," tegas Benitez. "Hasil akan
bergantung pada detail-detail kecil dalam eksekusi rencana kami."
Data dan statistik pertandingan:
Liverpool vs Chelsea
Stadion Anfield, Rabu (8/4)
Siaran langsung RCTI, Kamis (9/4) pukul 01.30
Perkiraan line-up pemain:
Liverpool: Reina; Arbeloa, Carragher, Skrtel, Aurelio; Lucas, Alonso, Kuyt,
Gerrard, Riera; Torres.
Chelsea: Cech; Belleti, Carvalho, Terry, A. Cole; Essien, Kalou, Lampard;
Anelka, Drogba.
Catatan pertemuan Liga Champions:
Liverpool menang: 2
Imbang: 4
Chelsea menang: 2
Pertemuan terakhir:
01-02-2009: Liverpool 2 - 0 Chelsea (Premier League)
26-10-2008: Chelsea 0 - 1 Liverpool (Premier League)
30-04-2008: Chelsea 3 - 2 Liverpool (Liga Champions)
22-04-2008: Liverpool 1 - 1 Chelsea (Liga Champions)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
gw mungkin salah 1 orang yg gak peduli ama rekor2an..
buat gw hasil pertandingan ditentuin keadaan saat ini, bukan sejarah purbakala.
catatan sejarah mungkin penting untuk mempelajari dimana letak kesalahan diri
tapi bukan semacam unsur klenik yang mesti ditakuti. halah. ngelantur.
yang penting lagi buat gw: Pool harus menang tar subuh! cukup 2 - kocong lah
buat The Reds :) tanpa bermaksud merendahkan pasukan The Blues yg
dipunggawain Guus yg suka kidding itu.
HAJAAARRRRRRRR dik CHELSEAAAAAAA mpe babak belur!!!!
besok gw nyoblos yg no.9 --> FERNANDO TORRES!!!!! :D
,,(o_o),,
nguuuiiiikkkk...
[Non-text portions of this message have been removed]