Selasa, 26 Mei 2009 | 11:00 
 
LELANG LIGA INGGRIS 
 
ESS Akui Telah Mulai Proses Lelang Liga Inggris 
 
JAKARTA. Akhirnya ESPN Star Sport (ESS) mengakui telah memulai aksinya
menawarkan hak siar Brclays Premiere league (BPL) untuk musim 2009/2010.
Sebelumnya, ESS selalu menyangkal telah melirik operator televisi berbayar
di Indonesia untuk menawarkan hak siar liga sepak bola paling panas sejagat
itu. ESS juga membantah pengakuan dua operator televisi kabel yang
terang-terangan mengaku telah mengagendakan pertemuan dengan ESS minggu
lalu.
Namun ESS akhirnya tak kuasa mengelak ketika dua operator TV berbayar
mengakui kepada KONTAN tentang adanya pertemuan dengan ESS awal pekan lalu
perihal hak siar BPL. "Kami telah bertemu dengan beberapa operator TV
berbayar di Indonesia minggu ini," ungkap Andrew Marshall Senior Vice
President Legal & Business Affairs ESS.
"Awal pekan lalu kami memang telah berhasil bertemu dengan perwakilan ESS,"
ujar Gaby Motulah Asisten Presiden Direktur PT Karya Megah Adijaya operator
Aora TV kepada KONTAN. Seperti telah diberitakan KONTAN, dua operator TV
berbayar yakni Aora TV dan Telkom Vision mengaku telah dijadwalkan bertemu
dengan perwakilan ESS.
Menurut Gaby, ESS datang menemui manajemen Aora TV untuk memberitahukan
tentang adanya lelang hak siar BPL sekaligus memberikan penawaran kepada
Aora TV. "Tapi belum menyentuh tentang materi harga," tandas Gaby. Yang
jelas pihak Aora TV merasa cukup sumringah lantaran telah mendapat tawaran
untuk mengikuti lelang hak siar liga sepak bola terpanas sejagad ini.
Hal senada dilontarkan anggota komisaris Telkom Vision Eddy Kurnia.
Menurutnya, Telkom Vision juga telah bertemu dengan perwakilan ESS perihal
penawaran hak penyiaran BPL untuk musim liga 2009/2010 tersebut. Sedikit
berbeda dengan Aora TV kendati belum mau menyebut angka penawaran yang
diterima, Telkom Vision merasa harga yang ditawarkan ESS terbilang cukup
tinggi. "Makanya kami minta manajemen untuk negosiasi dan mengkaji
penawaran," kata Eddy (20/5).
ESS sendiri masih melanjutkan aksi tutup mulutnya soal materi pertemuan
maupun soal harga penawaran hak siar. "Karena secara komersial sensitif,
kami tidak dapat menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai pertemuan
tersebut," ujar Andrew. "Kami tidak dapat menyampaikan rincian informasi
finansial dari pembicaraan bisnis kami," tandasnya.


Nadia Citra Surya 


Kirim email ke