HAK SIAR LIGA INGGRIS

Televisi Berbayar Ingin Hak Siar Eksklusif Liga Inggris

JAKARTA. Aora TV maupun Telkom Vision menghendaki kepemilikan hak siar
secara eksklusif untuk menayangkan Barclays Premiere league (BPL) 2010.
Sebelumnya, dua stasiun televisi berbayar ini mengaku telah mendapatkan
penawaran resmi dari ESPN Star Sport (ESS).

Kalau pun dilakukan sharing, mereka memilih berpartner dengan sesama
operator TV berbayar. Alasannya, jika berbagi dengan televisi terestrial
maka budget dan value yang didapat tidak akan sebanding. Pasalnya siaran
televisi terestrial bisa disaksikan siapa saja tanpa ada biaya berlangganan.
"Sebagai penyelenggara siaran TV berbayar, kami kan membeli siaran eksklusif
berbudget besar demi mengejar jumlah pelanggan," kilah Eddy Kurnia anggota
komisaris Telkom Vision.

Namun Gaby Motulah Asisten Presiden Direktur PT Karya Megah Adijaya operator
Aora TV menambahkan, keputusan untuk berpartner atau pun membagi hak siar
tidak berada di tangan operator TV melainkan merupakan kewenangan dari pihak
penyelenggara lelang. "Kami ikuti saja proses lelangnya," tandas Gaby.

Meski telah menerima penawaran secara resmi, namun Aora TV melihat proses
yang bakal dilalui hingga penentuan hak siar masih cukup panjang terutama
terkait soal deal harga. "Sekarang saja belum ada pembahasan tentang tawaran
harga," ujar Gaby. Namun Gaby meyakini dalam waktu dekat pembahasan akan
segera bergulir ke soal duit tersebut.

Gaby menambahkan tawar menawar harga kemungkinan bisa datang dari kedua
belah pihak. "Bisa dari ESS yang memulai dengan memberi harga jual penawaran
ataupun ESS yang langsung meminta kami untuk menyebut angka penawaran beli
terlebih dahulu," papar Gaby.




Nadia Citra Surya

 

From: Benny Kulim [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, June 15, 2009 10:15 AM
To: [email protected]
Subject: [BolaML] Hak siar LIga INggris 2009/2010

 






 
Selasa, 26 Mei 2009 | 11:00 
 
LELANG LIGA INGGRIS 
 
ESS Akui Telah Mulai Proses Lelang Liga Inggris 
 
JAKARTA. Akhirnya ESPN Star Sport (ESS) mengakui telah memulai aksinya
menawarkan hak siar Brclays Premiere league (BPL) untuk musim 2009/2010.
Sebelumnya, ESS selalu menyangkal telah melirik operator televisi berbayar
di Indonesia untuk menawarkan hak siar liga sepak bola paling panas sejagat
itu. ESS juga membantah pengakuan dua operator televisi kabel yang
terang-terangan mengaku telah mengagendakan pertemuan dengan ESS minggu
lalu.
Namun ESS akhirnya tak kuasa mengelak ketika dua operator TV berbayar
mengakui kepada KONTAN tentang adanya pertemuan dengan ESS awal pekan lalu
perihal hak siar BPL. "Kami telah bertemu dengan beberapa operator TV
berbayar di Indonesia minggu ini," ungkap Andrew Marshall Senior Vice
President Legal & Business Affairs ESS.
"Awal pekan lalu kami memang telah berhasil bertemu dengan perwakilan ESS,"
ujar Gaby Motulah Asisten Presiden Direktur PT Karya Megah Adijaya operator
Aora TV kepada KONTAN. Seperti telah diberitakan KONTAN, dua operator TV
berbayar yakni Aora TV dan Telkom Vision mengaku telah dijadwalkan bertemu
dengan perwakilan ESS.
Menurut Gaby, ESS datang menemui manajemen Aora TV untuk memberitahukan
tentang adanya lelang hak siar BPL sekaligus memberikan penawaran kepada
Aora TV. "Tapi belum menyentuh tentang materi harga," tandas Gaby. Yang
jelas pihak Aora TV merasa cukup sumringah lantaran telah mendapat tawaran
untuk mengikuti lelang hak siar liga sepak bola terpanas sejagad ini.
Hal senada dilontarkan anggota komisaris Telkom Vision Eddy Kurnia.
Menurutnya, Telkom Vision juga telah bertemu dengan perwakilan ESS perihal
penawaran hak penyiaran BPL untuk musim liga 2009/2010 tersebut. Sedikit
berbeda dengan Aora TV kendati belum mau menyebut angka penawaran yang
diterima, Telkom Vision merasa harga yang ditawarkan ESS terbilang cukup
tinggi. "Makanya kami minta manajemen untuk negosiasi dan mengkaji
penawaran," kata Eddy (20/5).
ESS sendiri masih melanjutkan aksi tutup mulutnya soal materi pertemuan
maupun soal harga penawaran hak siar. "Karena secara komersial sensitif,
kami tidak dapat menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai pertemuan
tersebut," ujar Andrew. "Kami tidak dapat menyampaikan rincian informasi
finansial dari pembicaraan bisnis kami," tandasnya.

Nadia Citra Surya 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke